Uptodai.com - Peluang Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia tetap terbuka lebar meski namanya absen dalam daftar skuad terbaru untuk ajang FIFA Series 2026. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memberikan sinyal positif bagi penjaga gawang andalan Persib Bandung tersebut.

Penampilan impresif Teja sepanjang musim kompetisi Super League 2025/2026 menjadi modal kuat untuk kembali berseragam Merah Putih. Ia berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu kiper lokal terbaik yang merumput di tanah air saat ini.

Persib Bandung kini memuncaki klasemen sementara berkat kontribusi vital Teja di bawah mistar gawang. Ketangguhannya membuat lini pertahanan Maung Bandung menjadi yang paling sulit ditembus oleh barisan penyerang lawan di kompetisi domestik.

Statistik Luar Biasa Teja Paku Alam Bersama Persib

Teja mencatatkan statistik yang sangat mencolok dengan membukukan 15 kali nirbobol atau clean sheet dari total 22 pertandingan. Angka ini menempatkannya sebagai kiper dengan catatan pertahanan terbaik di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.

Gawang yang ia kawal tercatat hanya kebobolan sebanyak 10 gol sepanjang musim berjalan. Konsistensi luar biasa ini membawa Persib Bandung nyaman di posisi teratas klasemen dengan koleksi 57 poin hingga pekan ke-24.

Performa stabil sang pemain berusia 31 tahun ini sebenarnya memicu banyak pertanyaan dari kalangan suporter. Banyak pihak menilai Teja sangat layak mendapatkan tempat di skuad Garuda asuhan John Herdman jika melihat rapor statistiknya.

Alasan John Herdman Belum Memanggil Teja Paku Alam

Meskipun tampil heroik di level klub, pelatih John Herdman memiliki pertimbangan teknis tersendiri dalam menyusun komposisi pemain. Pelatih asal Inggris tersebut saat ini lebih memilih lima nama lain untuk mengisi pos penjaga gawang Timnas Indonesia.

Skuad Garuda saat ini dihuni oleh kiper-kiper berkualitas yang berkarier di luar negeri maupun kompetisi domestik. Nama-nama besar seperti Maarten Paes dan Emil Audero menjadi pilihan utama untuk menghadapi tantangan internasional mendatang.

Sumardji menegaskan bahwa PSSI tidak melakukan intervensi terhadap keputusan tim pelatih dalam memilih pemain. Ia menyebut bahwa setiap pemanggilan pemain murni berdasarkan kebutuhan strategi dan evaluasi mendalam dari pelatih kiper.

Persaingan Ketat di Sektor Penjaga Gawang

Selain Paes dan Audero, John Herdman juga memanggil Nadeo Argawinata dari Borneo FC serta Ernando Ari dari Persebaya Surabaya. Cahya Supriadi yang kini membela PSIM Yogyakarta turut melengkapi daftar penjaga gawang pilihan sang pelatih.

Kehadiran kiper-kiper kelas dunia di skuad Timnas Indonesia memang membuat persaingan di posisi ini menjadi sangat kompetitif. Namun, hal ini bukan berarti pintu bagi kiper lain seperti Teja Paku Alam sudah tertutup rapat untuk masa depan.

Sumardji menjelaskan bahwa tim pelatih terus memantau perkembangan seluruh pemain di liga, termasuk Teja. Jika kebutuhan taktik berubah, bukan tidak mungkin kiper asal Sumatera Barat tersebut akan segera mendapatkan panggilan kembali.

Peluang Teja Paku Alam ke Timnas Indonesia akan selalu ada selama ia mampu mempertahankan performa puncaknya di Persib Bandung. Konsistensi menjadi kunci utama bagi setiap pemain lokal untuk bisa menembus skuad yang kini dipenuhi pemain bertalenta internasional.

Persaingan yang sehat di posisi kiper justru memberikan keuntungan besar bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi jadwal padat di kalender FIFA. Penggemar sepak bola tanah air tentu menantikan momen kembalinya Teja untuk bersaing memperebutkan posisi utama di bawah mistar gawang Garuda.