Uptodai.com - Kabar mengenai potensi bergabungnya kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, ke raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, mencuat ke permukaan. Penjaga gawang yang kini merumput di FC Dallas tersebut disebut-sebut telah mencapai kesepakatan lisan untuk merapat ke De Godenzonen pada bursa transfer musim dingin 2026.

Jika transfer ini terealisasi, Paes akan diikat kontrak selama 3,5 tahun. Namun, Paes bukanlah sosok pemain keturunan Indonesia di Ajax yang pertama kali menjejakkan kaki di Johan Cruyff Arena. Jauh sebelum namanya muncul, sejumlah pemain berdarah Merah Putih telah lebih dulu mengukir karier, bahkan salah satunya diakui sebagai legenda hidup klub.

Berikut adalah lima pemain berdarah Indonesia yang pernah berkarier di Ajax Amsterdam sebelum rencana kedatangan Maarten Paes.

Lima Pemain Keturunan Indonesia yang Pernah Berkarier di Ajax

1. Simon Tahamata: Legenda Ajax Berdarah Indonesia

Simon Tahamata adalah nama yang paling ikonik dalam daftar ini. Pria berdarah Maluku ini memulai karier sepak bolanya di akademi Ajax sejak tahun 1971 dan berhasil menembus tim senior. Selama sembilan tahun berkostum merah-putih, Oom Simon, sapaan akrabnya, menjadi salah satu pemain kunci yang membawa Ajax meraih tiga gelar Eredivisie.

Ia dikenal sebagai winger lincah dengan kemampuan dribel yang memukau. Setelah pensiun, dedikasinya terhadap klub tetap tinggi, terbukti dengan perannya sebagai pelatih tim muda Ajax sejak 2014. Namun, mulai tahun 2025, Tahamata mengemban tugas baru sebagai Kepala Pemandu Bakat untuk PSSI, membawa pengalamannya kembali ke tanah leluhur.

2. Ezra Walian

Nama Ezra Walian sempat mencuri perhatian publik Indonesia ketika memutuskan dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2017. Karier sepak bolanya di Belanda dibangun sejak usia muda, di mana ia bergabung dengan akademi Ajax pada tahun 2012.

Ezra sempat memperkuat Jong Ajax, tim cadangan yang berkompetisi di kasta kedua Liga Belanda. Menariknya, Ezra Walian diketahui berada dalam angkatan yang sama dengan bintang Belanda, Donny van de Beek, saat menimba ilmu di De Toekomst. Setelah meninggalkan Ajax pada 2017, ia kini menjadi salah satu penyerang andalan di Liga 1 bersama Persik Kediri.

3. Irfan Bachdim

Meskipun Irfan Bachdim lebih sering dikaitkan dengan FC Utrecht, ternyata pemain berdarah Malang ini juga pernah merasakan atmosfer latihan di akademi Ajax Amsterdam. Irfan menimba ilmu di sana selama dua tahun, yakni periode 1998 hingga 2000.

Pada masa itu, Irfan Bachdim berada satu angkatan dengan pemain sayap legendaris Belanda, Ryan Babel. Meski tidak sampai menembus tim senior, pengalaman di salah satu akademi terbaik dunia tersebut jelas membentuk fondasi kariernya sebelum ia kemudian memilih menjadi WNI dan menjadi ikon Timnas Indonesia pada tahun 2010.

4. Jairo Riedewald

Jairo Riedewald merupakan salah satu pemain keturunan Indonesia di Ajax yang memiliki karier senior cukup panjang di klub tersebut. Ia bergabung dengan akademi Ajax pada tahun 2007 dan secara resmi masuk ke tim utama pada tahun 2013. Riedewald dikenal sebagai pemain serbaguna yang mampu bermain sebagai bek tengah, bek kiri, maupun gelandang bertahan.

Pemain yang memiliki darah Indonesia dari garis ibunya ini sempat dikaitkan dengan proses naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia pada 2025, meskipun kabar tersebut meredup tanpa kepastian. Setelah meninggalkan Ajax pada 2017, Riedewald sempat membela Crystal Palace dan Royal Antwerp. Saat ini, ia aktif bermain di Liga Inggris bersama Sheffield United.

5. Tristan Gooijer

Tristan Gooijer adalah nama terbaru dalam daftar pemain keturunan yang masih terikat kontrak dengan Ajax Amsterdam. Sama seperti Riedewald, Gooijer juga sempat disebut-sebut masuk dalam radar PSSI untuk dinaturalisasi, meskipun prosesnya belum ada kelanjutan hingga kini.

Bek kanan berusia 21 tahun ini telah menjadi bagian dari sistem pembinaan Ajax sejak tahun 2016. Meskipun secara teknis ia masih berstatus sebagai pemain Ajax, Gooijer saat ini tengah menjalani masa peminjaman untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Sejak 2024, ia dipinjamkan ke PEC Zwolle, menunjukkan bahwa Ajax masih menyimpan harapan besar terhadap potensi pertahanannya di masa depan.