Persebaya Surabaya Fokus Benahi Pertahanan Jelang Lawan Persita
Uptodai.com - Persebaya Surabaya fokus benahi pertahanan secara intensif menyambut laga pekan ke-26 Super League 2025-2026. Tim berjuluk Bajul Ijo ini dijadwalkan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 4 April 2026. Pelatih Bernardo Tavares melihat celah besar di lini belakang yang harus segera ia tutup demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Persiapan ini menjadi sangat krusial mengingat performa tim yang masih fluktuatif dalam beberapa laga terakhir. Tavares menyadari bahwa dukungan ribuan Bonek Mania di stadion harus dibayar dengan performa yang solid dan disiplin tinggi. Ia tidak ingin kesalahan individu kembali merugikan tim saat menghadapi serangan balik cepat dari Pendekar Cisadane.
Mengevaluasi Keseimbangan Lini Belakang Persebaya
Sejak mengambil alih kemudi pada awal Januari lalu, Bernardo Tavares sebenarnya membawa angin segar bagi produktivitas gol tim. Persebaya berhasil menyarangkan 15 gol ke gawang lawan dalam sembilan pertandingan terakhirnya. Namun, catatan apik di lini serang tersebut tidak berbanding lurus dengan ketangguhan sektor pertahanan mereka.
Gawang Persebaya juga tercatat kebobolan 15 kali dalam periode yang sama, yang menunjukkan adanya masalah serius pada koordinasi pemain. Statistik ini mencerminkan bahwa strategi menyerang yang diterapkan belum memiliki fondasi pertahanan yang cukup kuat. Tavares kini berupaya keras mencari formula agar timnya tidak lagi mudah ditembus oleh lawan.
Kondisi tim yang tidak seimbang ini menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi staf pelatih sebelum kompetisi memasuki fase krusial. Tavares menekankan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak gol yang dicetak, tetapi juga seberapa kuat tim menjaga kesucian gawangnya. Ia menuntut para pemain belakang untuk lebih proaktif dalam memutus aliran bola lawan.
Belajar dari Kekalahan Telak Kontra Borneo FC
Rapuhnya tembok pertahanan Bajul Ijo mencapai titik nadir saat mereka dipaksa menyerah 1-5 oleh Borneo FC Samarinda pada awal Maret lalu. Kekalahan memalukan tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh jajaran pelatih dan pemain Persebaya. Koordinasi yang buruk dan kesalahan posisi pemain menjadi faktor utama di balik hujan gol yang bersarang ke gawang mereka.
Tavares menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memperbaiki penempatan posisi atau positioning para pemain bertahan. Ia menilai bahwa beberapa gol lawan tercipta hanya karena pemain tidak berada di posisi yang tepat saat transisi negatif. Pelatih asal Portugal ini menuntut konsentrasi penuh selama 90 menit agar kesalahan serupa tidak terulang lagi.
Strategi perbaikan lini belakang Persebaya ini mencakup latihan spesifik mengenai komunikasi antar pemain di area penalti. Tavares ingin memastikan setiap pemain memahami tugasnya, baik saat melakukan pengawalan satu lawan satu maupun saat menghadapi situasi bola mati. Kedisiplinan posisi menjadi kunci utama yang ia tekankan dalam setiap sesi latihan di Surabaya.
Target Kemenangan di Stadion Gelora Bung Tomo
Menghadapi Persita Tangerang, Persebaya mematok target kemenangan mutlak untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara. Tavares kemungkinan besar akan melakukan sedikit rotasi atau perubahan skema untuk memperkuat area pertahanan. Ia membutuhkan pemain yang memiliki kedisiplinan tinggi dalam menjaga area masing-masing tanpa mengabaikan skema serangan.
Pihak manajemen dan pendukung setia berharap perbaikan ini membuahkan hasil positif di lapangan hijau nanti. Kemenangan atas Persita bukan hanya soal mengamankan tiga poin, melainkan juga tentang mengembalikan kepercayaan diri tim yang sempat goyah. Dengan lini belakang yang lebih solid, Persebaya optimis mampu mengarungi sisa kompetisi dengan hasil yang lebih konsisten.
Laga ini juga menjadi pembuktian bagi para pemain lokal dan asing di lini belakang untuk menunjukkan kualitas mereka. Bernardo Tavares percaya bahwa dengan kerja keras dan evaluasi yang tepat, Persebaya bisa tampil lebih tangguh. Publik Surabaya kini menantikan aksi impresif Bajul Ijo dalam menjaga martabat Stadion Gelora Bung Tomo.