Uptodai.com - Uji coba Timnas Indonesia U-17 menjadi fokus utama Nova Arianto sebelum menyerahkan tongkat estafet kepelatihan kepada Kurniawan Dwi Yulianto. Mantan bek tangguh tersebut menekankan pentingnya jam terbang internasional bagi para penggawa Garuda Asia demi mematangkan mental bertanding.

Nova baru saja menuntaskan tugasnya mendampingi tim dalam dua laga uji tanding melawan China U-17 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Sayangnya, hasil akhir belum memihak Indonesia setelah skuad muda ini menelan kekalahan 0-7 dan 2-3 dalam dua pertemuan tersebut.

Kekalahan telak ini menjadi sinyal kuat bahwa skuad muda masih membutuhkan banyak polesan sebelum terjun ke turnamen resmi yang lebih berat. Nova melihat ada celah besar dalam hal kepercayaan diri pemain saat menghadapi lawan dengan level kualitas yang lebih tinggi.

Tantangan Besar Kurniawan Dwi Yulianto di Kursi Pelatih

Kini, kendali penuh Timnas Indonesia U-17 beralih ke tangan legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Nova menaruh harapan besar agar proses transisi kepemimpinan ini tidak mengganggu ritme persiapan tim yang sudah mulai terbentuk.

Ia mendorong tim pelatih baru untuk segera melakukan observasi mendalam terhadap kekurangan skuad yang terlihat dalam laga kontra China. Evaluasi menyeluruh menjadi kunci utama agar Garuda Asia tampil lebih kompetitif di panggung internasional mendatang.

“Harapannya dengan dua pertandingan ini Timnas U-17 bisa menambah pemain atau menambah intensitas training camp,” ujar Nova dalam keterangannya. Ia meyakini bahwa komunikasi intens antar-pelatih akan mempermudah langkah Kurniawan dalam meramu strategi terbaik bagi tim.

Target 17 Laga Uji Coba Sebelum Piala Dunia U-17 2026

Menatap agenda besar tahun depan, Nova menitipkan pesan khusus mengenai jumlah pertandingan pemanasan yang harus dilalui pemain. Ia menyarankan agar PSSI memfasilitasi setidaknya 17 uji coba Timnas Indonesia U-17 berskala internasional sebelum turnamen dimulai.

Angka tersebut dianggap ideal untuk membentuk mentalitas bertanding dan memperkuat chemistry antar-pemain di dalam lapangan. Tanpa pengalaman bertanding yang cukup, pemain muda sering kali merasa gugup saat menghadapi tekanan tinggi di turnamen besar dunia.

Sebagian besar pemain saat ini masih berkompetisi di level Elite Pro Academy (EPA) yang atmosfernya sangat berbeda dengan kompetisi internasional. Nova menilai lompatan dari kompetisi domestik ke ajang Piala Dunia memerlukan adaptasi yang tidak sebentar dan sangat serius.

Persiapan Menuju Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia

Timnas Indonesia U-17 dijadwalkan akan segera melakoni pemusatan latihan atau Training Camp (TC) di Yogyakarta dalam waktu dekat. Lokasi ini dipilih untuk membangun fondasi fisik dan taktik yang lebih solid sebelum menghadapi jadwal padat di tahun 2026.

Piala Asia U-17 2026 sendiri rencananya akan berlangsung pada 7 hingga 24 Mei mendatang sebagai ajang pembuktian awal. Turnamen ini menjadi sangat krusial karena berfungsi sebagai babak kualifikasi utama menuju gelaran Piala Dunia U-17 2026.

Indonesia harus mampu menembus posisi delapan besar di level Asia jika ingin mengamankan tiket otomatis ke putaran final Piala Dunia. Dengan target setinggi itu, persiapan matang melalui belasan laga uji coba menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi oleh manajemen tim.