Uptodai.com - Rencana pengembangan satelit D2D Amazon kini siap mengubah peta persaingan teknologi komunikasi global dengan menghubungkan ponsel pintar secara langsung ke jaringan luar angkasa. Perusahaan raksasa teknologi tersebut telah mengajukan permohonan resmi untuk menyetujui peluncuran hingga 5.105 satelit guna membangun konstelasi jaringan Direct-to-Device (D2D). Teknologi inovatif ini memungkinkan satelit berfungsi sebagai pengganti menara seluler yang memancarkan sinyal langsung ke perangkat pengguna.

Langkah Ambisius Amazon dan Akuisisi Globalstar

Langkah ambisius ini makin solid setelah Amazon merampungkan akuisisi strategis operator satelit Globalstar dengan nilai kesepakatan mencapai US$11,6 miliar atau sekitar Rp209,9 triliun. Melalui penggabungan infrastruktur satelit dan spektrum frekuensi milik Globalstar, peluncuran jaringan D2D terpadu ini diperkirakan akan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2028 mendatang. Saat ini, lebih dari 390 satelit tahap awal milik Amazon telah berada di orbit dan ditargetkan memberi layanan awal akhir tahun 2026.

Fokus utama dari penyediaan jaringan satelit generasi baru ini adalah menjangkau jutaan masyarakat yang berada di wilayah terpencil atau belum terlayani oleh penyedia seluler terestrial. Selain untuk komunikasi harian, konektivitas ini dirancang khusus untuk mendukung operasional darurat, tim pencarian dan penyelamatan (SAR), armada transportasi, hingga pemantauan rantai pasokan logistik. Fleksibilitas koneksi langsung ke smartphone ini menjadi solusi praktis saat bencana alam merusak menara BTS di darat.

Persaingan Sengit Menantang Dominasi Starlink

Persaingan teknologi luar angkasa ini secara langsung menantang keberadaan pesaing Starlink Direct-to-Cell milik SpaceX yang sudah lebih dulu diperkenalkan sejak tahun 2022. Jaringan milik Elon Musk tersebut baru mulai memperluas jangkauannya secara global pada tahun 2025 dengan menggandeng delapan operator telekomunikasi besar dunia seperti T-Mobile, Optus, Rogers, hingga Entel. Untuk memperkuat posisinya dari ancaman Amazon, Starlink juga telah mengakuisisi lisensi spektrum nirkabel milik EchoStar.

Kehadiran inovasi komunikasi berbasis satelit langsung ke ponsel ini diprediksi akan merevolusi industri telekomunikasi global dalam beberapa tahun ke depan. Para pengguna nantinya tidak perlu lagi membeli perangkat keras khusus atau antena parabola tambahan untuk mendapatkan sinyal di area hutan, pegunungan, maupun lautan lepas. Perlombaan antara Amazon dan SpaceX dalam menguasai orbit bumi rendah ini dipastikan menguntungkan masyarakat lewat kemudahan akses konektivitas universal.