Uptodai.com - Bahaya Trojan GoPix Kaspersky kini menjadi ancaman serius bagi para pengguna aset kripto dan nasabah lembaga keuangan global. Para peneliti keamanan siber menemukan bahwa malware ini menggunakan teknik yang sangat canggih untuk menguras dana korban tanpa meninggalkan jejak digital yang mencolok.

Perangkat lunak berbahaya ini telah aktif selama tiga tahun terakhir dan terus berevolusi untuk menembus pertahanan sistem perbankan. Kaspersky melaporkan bahwa penyebaran utama malware ini memanfaatkan platform iklan digital yang sangat populer untuk menjebak targetnya secara masif.

Modus Operandi Lewat Iklan Google Ads

Para pelaku kejahatan siber menyebarkan Bahaya Trojan GoPix Kaspersky melalui kampanye iklan berbahaya yang menyerupai layanan resmi. Mereka memanfaatkan nama-nama besar seperti WhatsApp, Google Chrome, hingga layanan pos Brasil, Correios, untuk memancing rasa percaya calon korban.

Ketika pengguna mengklik iklan palsu tersebut, mereka akan diarahkan ke sebuah halaman web yang telah dimodifikasi. Di balik layar, sistem penjahat melakukan penyaringan berbasis alamat IP untuk membedakan antara target potensial atau hanya sistem analisis keamanan.

Jika sistem menganggap perangkat korban bernilai tinggi, malware akan segera dikirimkan dan mulai beroperasi di dalam sistem. Teknik penyaringan ini membuat GoPix sangat sulit dideteksi oleh perangkat lunak keamanan standar karena sifatnya yang sangat selektif.

Kecanggihan Teknik Tanpa Jejak di Memori

Fabio Assolini, Kepala unit Amerika & Eropa di Kaspersky GReAT, menyatakan bahwa GoPix telah mencapai tingkat kecanggihan yang luar biasa. Malware ini menggunakan metode fileless, yang berarti ia berjalan langsung di memori perangkat tanpa menyimpan file permanen di penyimpanan fisik.

Metode ini memungkinkan Bahaya Trojan GoPix Kaspersky untuk menghindari proses pemindaian antivirus tradisional yang biasanya memeriksa file di dalam disk. Selain itu, penggunaan server command-and-control (C2) dengan masa aktif singkat membuat pelacakan forensik menjadi sangat sulit dilakukan.

Penjahat siber juga menyisipkan fitur pembersihan otomatis untuk menghapus sisa-sisa aktivitas mereka setelah transaksi ilegal berhasil dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok di balik GoPix memiliki kapabilitas teknis yang setara dengan kelompok ancaman tingkat tinggi (APT).

Ancaman Terhadap Transaksi Kripto dan Perbankan

Dalam operasinya, GoPix mampu melancarkan serangan man-in-the-middle untuk memantau aktivitas keuangan secara real-time. Di Brasil, malware ini secara spesifik menargetkan sistem pembayaran instan Pix dan slip pembayaran Boleto yang sangat populer di sana.

Namun, ancaman ini tidak berhenti pada sistem perbankan tradisional saja, karena para pelaku juga mengincar dompet aset kripto. Malware dapat mengintersepsi alamat dompet saat pengguna melakukan transfer, lalu mengubahnya menjadi alamat milik pelaku tanpa disadari oleh korban.

Sejak pemantauan intensif dimulai pada tahun 2023, jumlah deteksi terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Kaspersky mencatat setidaknya ada sekitar 90.000 upaya infeksi yang berhasil terdeteksi hingga periode Maret 2026 ini.

Langkah Pencegahan Bagi Pengguna Digital

Meskipun saat ini konsentrasi serangan banyak ditemukan di wilayah Amerika Latin, para ahli memperingatkan bahwa ancaman ini bisa menyebar ke seluruh dunia. Sifat internet yang tanpa batas memungkinkan teknik serupa diadopsi oleh kelompok penjahat siber di wilayah lain, termasuk Asia.

Untuk menghindari Bahaya Trojan GoPix Kaspersky, pengguna sangat disarankan untuk tidak sembarangan mengklik iklan di hasil pencarian mesin telusur. Pastikan untuk selalu mengunduh aplikasi atau mengakses layanan keuangan hanya melalui situs resmi yang telah terverifikasi keamanannya.

Selain itu, penggunaan otentikasi dua faktor (2FA) yang tidak berbasis SMS sangat dianjurkan untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan. Selalu periksa kembali alamat dompet tujuan saat melakukan transaksi aset kripto guna memastikan data tidak dimanipulasi oleh perangkat lunak berbahaya.