Uptodai.com - Memahami cara mengecas HP yang benar menjadi kunci utama untuk memastikan umur panjang perangkat. Banyak pengguna smartphone modern, tanpa disadari, melakukan kebiasaan yang justru merusak kesehatan baterai lithium-ion mereka.

Kesalahan sepele dalam proses pengisian daya seringkali diabaikan, padahal dampaknya bisa fatal. Jika kebiasaan buruk ini terus dilakukan, performa ponsel bisa menurun drastis, baterai cepat terkuras habis, dan dalam kasus ekstrem dapat menyebabkan kerusakan komponen internal hingga risiko meledak.

Oleh karena itu, penting untuk mencatat dan menerapkan langkah-langkah pengisian daya yang direkomendasikan oleh para ahli teknologi. Berikut adalah empat panduan utama untuk mengecas ponsel dengan benar, dirangkum dari berbagai sumber teknologi kredibel:

Hindari Aksesori Pihak Ketiga

Fokus utama dalam menjaga kesehatan ponsel adalah selalu menggunakan aksesori pengisian daya yang orisinal atau setidaknya yang telah teruji dan tersertifikasi oleh produsen. Kabel dan adaptor pihak ketiga seringkali tidak memiliki sertifikasi keamanan yang sama dengan produk bawaan pabrikan.

Penggunaan kabel atau charger yang tidak asli dapat menurunkan kualitas daya yang masuk ke baterai. Selain itu, ketidakcocokan voltase atau arus listrik yang tidak stabil berpotensi menyebabkan degradasi kimiawi pada sel baterai lebih cepat.

Adaptor non-standar mungkin tidak dilengkapi dengan chip manajemen daya yang cerdas. Hal ini membuat proses transfer energi menjadi tidak efisien dan berisiko memicu panas berlebih yang berbahaya bagi perangkat.

Jangan Gunakan HP Saat Sedang Dicas

Ini adalah salah satu kebiasaan terburuk yang masih sering dilakukan oleh banyak pengguna smartphone. Menggunakan ponsel untuk aktivitas berat seperti bermain game, menonton video resolusi tinggi, atau melakukan panggilan panjang saat sedang diisi daya harus dihindari.

Ketika ponsel digunakan saat di-charge, perangkat mengalami “stres termal” ganda. Panas dihasilkan dari proses pengisian baterai itu sendiri, dan panas tambahan berasal dari aktivitas intensif CPU dan GPU yang bekerja keras menjalankan aplikasi.

Akumulasi panas berlebih ini adalah musuh utama baterai lithium-ion. Suhu tinggi yang terperangkap di dalam bodi ponsel dapat mengurangi kapasitas baterai secara permanen dan mempercepat penuaan komponen internal lainnya. Oleh karena itu, prioritaskan pengisian daya tanpa diselingi aktivitas berat.

Sediakan Sirkulasi Udara yang Memadai

Sirkulasi udara yang memadai sangat penting dalam cara mengecas HP yang benar. Proses pengisian daya, terutama dengan teknologi pengisian cepat (fast charging), selalu menghasilkan panas.

Pastikan ponsel berada di permukaan yang keras, datar, dan terbuka, seperti meja kayu atau keramik, saat diisi daya. Hindari meletakkan ponsel di permukaan yang dapat mengisolasi panas, seperti di bawah bantal, di atas kasur, atau di dalam saku yang tertutup rapat.

Lepaskan Casing Saat Pengisian Daya

Apple dan beberapa produsen Android bahkan merekomendasikan pengguna untuk melepas casing pelindung saat mengisi daya. Casing, terutama yang tebal atau terbuat dari bahan karet atau silikon, dapat bertindak sebagai isolator panas.

Casing yang menghalangi pelepasan panas akan memerangkap suhu tinggi di dalam perangkat, memperburuk kondisi baterai dan memperlambat proses pendinginan alami ponsel.

Kelola Pengisian Daya Berlebihan

Secara umum, perangkat modern sudah dilengkapi dengan mekanisme perlindungan canggih untuk mencegah pengecasan berlebihan (overcharging). Misalnya, baterai lithium-ion internal akan berhenti menerima daya saat mencapai 100%.

Namun, masalah muncul ketika ponsel dibiarkan terpasang ke pengisi daya dalam waktu yang sangat lama, seperti semalaman. Membiarkan baterai terus-menerus berada pada level 100% dalam jangka waktu lama dapat mempertahankan tegangan tinggi, yang mempercepat penuaan kimiawi baterai.

Untuk mengatasi hal ini, banyak sistem operasi, seperti iOS 13 ke atas, telah memiliki fitur Pengisian Baterai yang Dioptimalkan (Optimized Battery Charging). Fitur ini secara cerdas membatasi pengisian hingga 80% dan baru menyelesaikan pengisian hingga 100% menjelang waktu pengguna bangun.

Pengguna Android juga bisa memanfaatkan fitur serupa, termasuk pembatasan pengisian cepat atau mode pengisian pass-through, untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.