Fitur Instagram Plus Terbaru: Stories 48 Jam dan Intip Tanpa Nama
Uptodai.com - Fitur Instagram Plus terbaru kini menjadi perbincangan hangat setelah bocoran mengenai layanan berlangganan premium ini mencuat ke publik. Media sosial di bawah naungan Meta tersebut kabarnya sedang menguji coba berbagai kemampuan eksklusif yang sebelumnya tidak tersedia bagi pengguna reguler.
Inovasi ini bertujuan memberikan kendali lebih mendalam bagi para kreator dan pengguna yang menginginkan privasi ekstra. Meskipun masih dalam tahap pengujian terbatas, kehadiran layanan ini menandai langkah besar Instagram dalam memonetisasi fitur Stories secara lebih agresif.
Mengenal Layanan Eksklusif Instagram Plus
Pakar media sosial ternama, Matt Navarra, pertama kali mengungkap kabar ini melalui unggahannya di platform Threads. Ia menyebut bahwa konsep fitur Instagram Plus terbaru memiliki kemiripan yang cukup signifikan dengan layanan Snapchat Plus yang sudah lebih dulu sukses di pasar global.
Salah satu keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas pengaturan audiens yang jauh lebih detail daripada fitur Close Friends saat ini. Pengguna nantinya dapat mengelompokkan penonton Stories secara spesifik untuk konten-konten tertentu dengan manajemen yang lebih rapi.
Selain itu, sistem navigasi dalam aplikasi juga mendapatkan pembaruan signifikan bagi para pelanggan berbayar. Pengguna dikabarkan bisa mencari daftar penonton Stories dengan lebih mudah melalui kolom pencarian khusus yang tersedia di menu aktivitas.
Durasi Stories Lebih Lama dan Fitur Intip Rahasia
Daya tarik utama dari layanan berlangganan Instagram ini adalah kemampuan untuk memperpanjang masa aktif unggahan Stories. Jika biasanya konten hilang secara otomatis setelah 24 jam, pelanggan premium dapat menambah waktu tayang hingga 24 jam tambahan atau total 48 jam.
Peningkatan durasi ini sangat menguntungkan bagi para pelaku bisnis yang ingin mempromosikan produk mereka lebih lama tanpa harus mengunggah ulang konten. Fleksibilitas ini memberikan ruang napas lebih bagi konten yang memiliki nilai informasi tinggi agar tidak cepat hilang dari peredaran.
Selain durasi yang lebih panjang, pelanggan juga akan mendapatkan fitur “Ghost Mode” untuk melihat Stories orang lain tanpa muncul dalam daftar penonton. Fitur ini memberikan tingkat privasi yang sangat tinggi bagi mereka yang ingin tetap anonim saat berselancar di profil pengguna lain.
Instagram juga menyematkan fitur wawasan atau insight yang jauh lebih mendalam untuk memantau performa konten secara akurat. Pengguna berbayar bisa melihat berapa kali sebuah Story ditonton ulang oleh orang yang sama, sebuah data yang sangat berharga bagi para pemasar digital.
Interaksi Premium dengan Superlike dan Super Hearts
Tidak hanya soal privasi dan durasi, fitur Instagram Plus terbaru juga menghadirkan cara baru dalam berinteraksi melalui tombol Superlike dan Super Hearts. Fitur ini memungkinkan pengikut memberikan apresiasi yang lebih kuat dibandingkan sekadar memberikan tanda suka biasa pada unggahan Stories.
Kreator juga memiliki kesempatan untuk menonjolkan satu Story pilihan setiap minggunya agar mendapatkan jangkauan atau reach yang lebih luas. Hal ini menjadi solusi efektif bagi mereka yang ingin memastikan pesan penting atau kampanye tertentu sampai ke lebih banyak mata pengikutnya.
Sebelum mengunggah konten, pelanggan juga diberikan fasilitas untuk melihat preview Story secara menyeluruh. Hal ini memastikan tidak ada kesalahan teknis atau salah ketik sebelum konten tersebut dikonsumsi oleh publik secara luas.
Bocoran Harga dan Wilayah Uji Coba
Berdasarkan laporan yang beredar, Instagram saat ini tengah melakukan pengujian terbatas di wilayah Filipina untuk mematangkan sistem tersebut. Mengenai harga langganan Instagram Plus, biaya yang ditawarkan berkisar di angka PHP 65 atau setara dengan Rp100 ribuan per bulan.
Meta juga dikabarkan menyediakan masa uji coba gratis selama satu bulan bagi pengguna yang ingin merasakan sensasi fitur premium tersebut sebelum memutuskan berlangganan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian resmi mengenai tanggal peluncuran layanan ini di wilayah Indonesia.
Langkah Instagram ini dipandang sebagai upaya untuk mengimbangi tren platform media sosial lain yang mulai beralih ke model bisnis berlangganan. Dengan biaya fitur premium Instagram yang kompetitif, perusahaan berharap dapat meningkatkan pendapatan dari sektor non-iklan di masa depan.