Geger! Harga RAM Naik Drastis 4 Kali Lipat, Sampai Kapan?
Uptodai.com - Dunia teknologi di Indonesia tengah dikejutkan oleh fenomena kenaikan harga komponen Random Access Memory (RAM) yang sangat signifikan. Berdasarkan pantauan di sentra penjualan perangkat keras komputer, harga RAM naik drastis dan melonjak berkali-kali lipat hanya dalam hitungan minggu.
Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada satu jenis memori, melainkan merata pada standar DDR4 maupun DDR5. Situasi ini tentu saja memukul keras para perakit PC dan konsumen yang membutuhkan pembaruan perangkat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Lonjakan Harga RAM Naik Drastis di Pasar Lokal
Sejumlah pedagang di pusat perbelanjaan teknologi, seperti ITC Kuningan, Jakarta, melaporkan bahwa fluktuasi harga terjadi sangat cepat. Mereka menyebutkan bahwa dalam satu bulan, harga sebuah modul RAM bisa mengalami revisi hingga tiga atau empat kali.
Kenaikan kumulatifnya pun terbilang fantastis. Seorang penjual bernama Hasan mengungkapkan bahwa lonjakan harga mencapai 100% atau sekitar Rp 1 juta untuk beberapa tipe memori. Kenaikan bertahap ini sudah dimulai sejak Oktober 2025 dan terus berlanjut hingga awal tahun 2026.
Sebagai contoh, harga modul DDR5 dengan kapasitas 32GB kini dipatok antara Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. Padahal, sebelumnya harga modul RAM 16GB masih berada di kisaran Rp 1 jutaan, namun kini harganya sudah menembus lebih dari Rp 2 juta.
Konsumen Terjepit Kebutuhan Mendesak
Meskipun harga komponen ini meroket tajam, permintaan pasar ternyata tidak serta merta menurun drastis. Para konsumen dihadapkan pada dilema karena kebutuhan akan perangkat keras yang mumpuni tidak bisa ditunda.
Banyak profesional dan pelajar yang sangat bergantung pada kinerja laptop atau PC untuk bekerja dan belajar. Akibatnya, mereka terpaksa menerima harga baru yang sangat mahal demi memastikan perangkat mereka tetap berfungsi optimal.
Nasrun, penjual perangkat keras lainnya, mengonfirmasi bahwa sebagian besar pembeli tidak punya pilihan selain membeli. Walaupun ada beberapa konsumen yang memilih menunda pembelian, mayoritas tetap harus meng-upgrade secepatnya karena tuntutan pekerjaan.
Akar Masalah: Dampak Krisis Chip Global dan Prioritas AI
Kenaikan harga yang masif ini bukan semata-mata fenomena lokal, melainkan merupakan imbas langsung dari kondisi pasar semikonduktor global. Firma riset IDC memprediksi bahwa kesenjangan antara penawaran dan permintaan (supply-demand) akan memburuk sepanjang semester I 2026.
Kondisi ini memicu kelangkaan dan tekanan harga yang lebih tinggi di seluruh rantai pasok. IDC bahkan memperkirakan bahwa harga akan tetap tinggi, setidaknya hingga awal tahun 2027, sebelum kondisi pasar mulai mereda.
Penyebab utama dari gejolak ini adalah masifnya pembangunan pusat data (data center) yang didedikasikan untuk Kecerdasan Buatan (AI). Proyek jangka pendek hingga menengah ini membutuhkan pasokan chip memori dalam jumlah yang sangat besar.
Strategi Produsen Memori Mengubah Peta Pasar
Para pemain utama di industri memori global kini mengalihkan fokus investasi dan ekspansi kapasitas produksi mereka. Mereka memprioritaskan segmen hyperscale atau chip yang terkait langsung dengan AI, yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.
Tingginya permintaan chip AI membuat produsen “mengesampingkan” produksi chip konvensional yang biasanya digunakan untuk perangkat elektronik konsumen, seperti laptop, smartphone, dan peralatan rumah tangga.
Akibatnya, pasokan chip konvensional menjadi terbatas, sementara permintaan di segmen konsumen terus berlanjut. Situasi ini menciptakan tekanan harga yang berkelanjutan, memastikan bahwa harga RAM naik drastis dan akan menjadi tantangan besar bagi konsumen teknologi di Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.