Uptodai.com - Kecepatan internet Indonesia tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara maupun secara global. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah yang tengah gencar mendorong transformasi digital di seluruh pelosok negeri. Data terbaru menunjukkan bahwa kualitas koneksi di tanah air masih memerlukan perbaikan signifikan agar mampu bersaing di level internasional.

Rata-rata kecepatan koneksi internet seluler di tingkat dunia saat ini telah menyentuh angka 61,52 Mbps. Sayangnya, Indonesia hanya mampu mencatatkan kecepatan rata-rata sebesar 29,06 Mbps, atau tidak sampai separuh dari rata-rata global. Ketimpangan ini memperlihatkan adanya celah infrastruktur yang cukup lebar antara Indonesia dengan negara maju lainnya.

Perbandingan Kontras dengan Negara Tetangga ASEAN

Jika menilik posisi di Asia Tenggara, posisi Indonesia terlihat cukup memprihatinkan karena berada di bawah negara-negara tetangga. Thailand misalnya, sudah berhasil mencapai kecepatan internet seluler hingga 61,21 Mbps. Sementara itu, Filipina yang juga merupakan negara kepulauan mampu mencatatkan kecepatan sebesar 35,56 Mbps.

Negara tetangga terdekat lainnya, Malaysia, bahkan melesat jauh dengan kecepatan internet di atas rata-rata global yakni mencapai 104,99 Mbps. Perbedaan yang sangat mencolok ini menunjukkan bahwa negara-negara di sekitar kita telah melakukan akselerasi infrastruktur telekomunikasi secara lebih agresif. Hal ini tentu berpengaruh pada daya saing ekonomi digital antarnegara di kawasan ASEAN.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sebenarnya terus berupaya meningkatkan cakupan sinyal 4G dan 5G. Namun, tantangan geografis sebagai negara kepulauan terbesar di dunia seringkali menjadi hambatan utama dalam pemerataan kualitas sinyal. Biaya penggelaran kabel serat optik di bawah laut dan pembangunan menara BTS di daerah terpencil membutuhkan investasi yang sangat besar.

Dominasi Jepang dan Uni Emirat Arab di Panggung Dunia

Di level global, Jepang masih memegang kendali sebagai negara dengan teknologi internet paling mutakhir. Negeri Sakura tersebut baru-baru ini mencetak rekor dunia dengan mencatatkan kecepatan internet yang mencapai 402 terabits per second (Tbps). Angka fantastis ini setara dengan 402 juta Mbps, sebuah pencapaian yang hampir mustahil dibayangkan jika dibandingkan dengan kondisi di dalam negeri.

Sementara itu, untuk kategori koneksi internet seluler tercepat secara komersial, Uni Emirat Arab memimpin dengan kecepatan rata-rata 441,89 Mbps. Kecepatan tersebut memungkinkan pengguna mengunduh file berukuran besar hanya dalam hitungan detik. Standar tinggi yang ditetapkan negara-negara Timur Tengah ini menjadi barometer baru bagi perkembangan teknologi seluler dunia.

Kondisi Internet Fixed Broadband yang Masih Lesu

Tidak hanya pada jaringan seluler, kecepatan koneksi internet tetap atau fixed broadband di Indonesia juga masih di bawah standar global. Rata-rata kecepatan dunia untuk kategori ini berada di angka 95,10 Mbps. Indonesia lagi-lagi harus puas dengan angka 32,05 Mbps, yang menempatkan kita pada posisi yang kurang menguntungkan bagi industri kreatif dan perkantoran.

Singapura, yang merupakan tetangga terdekat Indonesia, justru menjadi pemimpin dunia dalam kategori internet kabel ini. Kecepatan internet di Singapura mencapai 324,46 Mbps, menjadikannya pusat data dan teknologi paling efisien di kawasan Asia. Tingginya kecepatan internet di Singapura sangat mendukung ekosistem bisnis digital dan inovasi teknologi mereka.

Kesenjangan kualitas internet ini tentu berdampak langsung pada produktivitas masyarakat Indonesia di era digital. Masyarakat sangat berharap agar penyedia layanan telekomunikasi dan pemerintah segera bersinergi untuk menghadirkan layanan internet yang lebih cepat dan stabil. Tanpa konektivitas yang mumpuni, potensi ekonomi digital Indonesia yang besar terancam tidak akan tergarap secara maksimal.