Uptodai.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merilis data terbaru mengenai dampak bencana alam di Pulau Sumatra. Kerusakan SPAM akibat banjir Sumatra dan tanah longsor teridentifikasi sangat masif, mencakup ratusan unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang lumpuh total di tiga provinsi utama.

Total ada 179 SPAM yang mengalami kerusakan parah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dampak langsung dari kerusakan infrastruktur vital ini menyentuh lebih dari 285.000 sambungan rumah tangga, membuat upaya pemulihan air bersih menjadi prioritas utama tanggap darurat.

Tingkat Pemulihan yang Belum Optimal

Direktur Air Minum Kementerian PUPR, Oscar Siagian, menjelaskan bahwa proses pemulihan masih berjalan bertahap. Pihaknya terus melakukan mobilisasi sarana dan prasarana yang terdampak, termasuk upaya mempermanenkan kembali sistem-sistem yang sempat kolaps dihantam arus banjir bandang.

Hingga saat ini, pemulihan secara sistem memang sudah mencapai angka lebih dari 50 persen, menandakan perbaikan teknis pada unit-unit SPAM yang rusak. Meskipun demikian, capaian pemulihan sistem tidak serta merta berbanding lurus dengan layanan yang diterima masyarakat.

Oscar mengakui bahwa secara layanan, persentase masyarakat yang kembali mendapatkan suplai air bersih dari sistem tersebut masih berada di bawah 50 persen dari total terdampak. Perbedaan angka ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam mendistribusikan air dan mengembalikan fungsi pelayanan publik secara penuh.

Strategi Jangka Pendek KemenPU untuk Air Bersih

Proses pendistribusian air melalui jaringan pipanisasi permanen belum bisa dilakukan sepenuhnya di beberapa lokasi. Hal ini disebabkan masih berlangsungnya pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, sehingga jaringan pipa yang rusak harus dipastikan kembali pada tahun berikutnya.

Oleh karena itu, Kementerian PUPR menyiapkan solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan air bersih mendesak. Solusi ini mencakup penyediaan sumur dalam dan sumur dangkal di lokasi-lokasi pengungsian dan permukiman sementara.

Sumur dangkal sangat dibutuhkan masyarakat untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang menutupi rumah mereka pasca-banjir. Sementara itu, sumur dalam dipersiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi sehari-hari yang lebih steril dan aman.

Selain pembangunan sumur, KemenPU juga menyediakan hidran umum dan pemasangan pipa mobile di titik-titik pengungsian. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemulihan pascabencana KemenPU untuk memastikan ketersediaan air minum yang memadai selama masa tanggap darurat.

Skala Kerusakan di Tiga Provinsi Sumatra

Data yang dihimpun menunjukkan sebaran kerusakan yang masif dan merata di tiga provinsi terdampak bencana alam tersebut. Di Aceh, total 73 SPAM mengalami gangguan serius, tersebar di 11 kabupaten/kota.

Kerusakan di Aceh ini secara langsung mempengaruhi pelayanan bagi lebih dari 168.000 sambungan rumah. Sementara itu, di Sumatra Utara, tercatat 46 SPAM terdampak di sembilan kabupaten/kota, berdampak pada layanan sekitar 88.000 sambungan rumah tangga.

Sumatra Barat juga mencatat kerugian signifikan dengan 60 SPAM yang rusak tersebar di 13 kabupaten/kota. Secara keseluruhan, bencana alam ini tidak hanya merusak infrastruktur air minum, tetapi juga menimbulkan korban jiwa yang tinggi.

Berdasarkan laporan BNPB, jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah meningkat menjadi 1.140 orang. Tragisnya, 163 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.