Trump Setop Anthropic, OpenAI Jadi Pemasok Senjata Canggih AS
Uptodai.com - Pemasok senjata canggih AS kini tengah mengalami perombakan besar setelah Presiden Donald Trump secara resmi menghentikan kerja sama dengan perusahaan kecerdasan buatan, Anthropic. Keputusan mendadak ini memicu gelombang kontroversi di sektor pertahanan dan teknologi global. Langkah tersebut diambil tepat saat tensi geopolitik di Timur Tengah semakin memanas.
Laporan terbaru dari Wall Street Journal mengungkapkan bahwa militer Amerika Serikat sempat menggunakan alat AI Claude buatan Anthropic untuk melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Ironisnya, penggunaan teknologi ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Trump mengeluarkan perintah larangan penggunaan Claude di seluruh lembaga federal. Situasi ini menciptakan kegaduhan di internal Pentagon yang selama ini mengandalkan teknologi tersebut.
Alasan Trump Putus Kontrak dengan Anthropic
Pemerintah Amerika Serikat sebenarnya telah lama menjalin kemitraan strategis dengan Anthropic melalui Kementerian Pertahanan atau Department of War (DoW). Namun, hubungan harmonis tersebut hancur seketika karena prinsip perusahaan yang sangat ketat terkait etika penggunaan teknologi. Anthropic secara tegas melarang sistem AI miliknya digunakan untuk menciptakan senjata otonom yang mematikan atau memata-matai warga sipil.
Sikap teguh Anthropic ini memicu kemarahan besar dari Donald Trump yang menginginkan fleksibilitas penuh dalam operasi militer. Trump melabeli Anthropic sebagai perusahaan sayap kiri yang menganut paham ‘woke’ dan dianggap membahayakan keamanan nasional. Ia menegaskan bahwa perusahaan swasta tidak boleh mendikte cara militer Amerika Serikat bertempur di medan perang.
Pembatalan kontrak ini langsung mengubah peta persaingan teknologi militer di Washington. Trump berargumen bahwa pembatasan yang diterapkan Anthropic justru memberikan celah bagi musuh untuk mengungguli kekuatan tempur Amerika. Oleh karena itu, pemerintah bergerak cepat untuk mencari mitra baru yang lebih sejalan dengan visi agresif mereka.
OpenAI Ambil Alih Peran di Departemen Pertahanan
Tak lama setelah pendepakan Anthropic, OpenAI secara mengejutkan mengumumkan penandatanganan kontrak baru dengan DoW untuk memasok peralatan AI militer. Langkah ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan aktivis privasi dan pakar etika teknologi. Banyak pihak menilai OpenAI telah melanggar janji awalnya untuk mengembangkan kecerdasan buatan demi kemanusiaan.
Reaksi publik terhadap keputusan OpenAI ini tergolong sangat keras dan masif. Gerakan penghapusan aplikasi ChatGPT mulai bermunculan di media sosial sebagai bentuk protes terhadap keterlibatan perusahaan dalam industri perang. Sebaliknya, popularitas Claude milik Anthropic justru melonjak tajam karena dianggap lebih memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan.
Meskipun mendapat kecaman, OpenAI tetap melaju dengan kesepakatan bernilai miliaran dolar tersebut. Mereka kini menjadi tulang punggung baru bagi operasional digital militer Amerika Serikat di berbagai wilayah konflik. Transisi ini menandai babak baru dalam integrasi kecerdasan buatan ke dalam sistem persenjataan modern yang semakin otonom.
Manuver Nvidia di Tengah Gejolak Industri AI
Di balik perseteruan politik ini, raksasa chip Nvidia memegang peranan krusial sebagai investor utama bagi OpenAI maupun Anthropic. Namun, CEO Nvidia Jensen Huang baru-baru ini memberikan pernyataan mengejutkan terkait masa depan investasi mereka. Huang mengisyaratkan bahwa suntikan dana yang diberikan saat ini kemungkinan besar akan menjadi yang terakhir bagi kedua perusahaan tersebut.
Keputusan Nvidia untuk berhenti menyuntikkan modal bukan disebabkan oleh konflik perang atau masalah politik dengan Trump. Huang menjelaskan bahwa alasan utamanya murni didasarkan pada perhitungan bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan. Hal ini berkaitan erat dengan rencana OpenAI dan Anthropic untuk segera melantai di bursa saham melalui skema IPO tahun ini.
Peluang Nvidia untuk menginvestasikan dana sebesar US$100 miliar di OpenAI tampaknya sudah tertutup seiring dengan persiapan penawaran umum perdana tersebut. Huang menyebutkan bahwa Nvidia baru saja memfinalisasi investasi senilai US$30 miliar sebagai langkah penutup. Valuasi OpenAI sendiri diprediksi bakal menembus angka fantastis sebesar US$1 triliun setelah resmi melantai di bursa.
Kini, publik menunggu bagaimana efektivitas OpenAI dalam menjalankan peran sebagai pemasok senjata canggih AS yang baru. Di sisi lain, Anthropic mulai fokus memperkuat posisinya di pasar komersial dan sipil yang lebih mengedepankan keamanan data. Pergeseran ini dipastikan akan mengubah wajah industri teknologi global dalam beberapa tahun ke depan.