AS Perketat Larangan Perangkat Teknologi China Demi Keamanan
Uptodai.com - Larangan perangkat teknologi China di Amerika Serikat kini memasuki babak baru yang jauh lebih ketat dan tanpa kompromi. Federal Communications Commission (FCC) secara resmi mengusulkan aturan tambahan untuk menghentikan total aliran produk dari perusahaan Tiongkok ke pasar domestik. Langkah ini menunjukkan ketegasan Washington dalam memutus rantai pasokan teknologi yang dianggap berisiko.
Kebijakan terbaru ini menyasar peralatan yang sebelumnya telah mendapatkan izin sebelum regulasi tahun 2022 berlaku. Pemerintah AS menilai bahwa keberadaan perangkat tersebut masih menyimpan celah kerentanan yang membahayakan kedaulatan data negara. FCC kini tengah mengumpulkan masukan publik untuk memperluas cakupan blokir tersebut secara permanen.
Otoritas telekomunikasi tersebut menyimpulkan bahwa penghentian pemasaran produk lama sangat krusial bagi stabilitas nasional. Mereka tidak ingin ada lagi perangkat yang dianggap “berbahaya” masuk melalui celah regulasi masa lalu. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa AS ingin membersihkan infrastruktur digitalnya dari pengaruh asing sepenuhnya.
Kebijakan Agresif FCC Terhadap Produk Tiongkok
FCC terus memperluas daftar hitam perusahaan yang dilarang beroperasi di wilayah hukum Amerika Serikat. Nama-nama besar seperti Huawei, ZTE, Hytera, Hikvision, dan Dahua telah masuk dalam “Daftar Tercakup” sejak tahun 2021. Perusahaan-perusahaan ini dianggap memiliki keterkaitan erat dengan kepentingan intelijen pemerintah China.
Selain peralatan telekomunikasi, larangan ini juga mencakup sistem pengawasan video yang banyak digunakan di gedung-gedung perkantoran. Pemerintah AS khawatir data visual dari kamera-kamera tersebut dapat diakses oleh pihak luar secara ilegal. Oleh karena itu, pencabutan izin edar menjadi opsi utama yang kini sedang digodok dengan sangat serius.
Proposal baru ini juga bertujuan untuk mencegah warga AS melakukan impor perangkat secara besar-besaran sebelum aturan resmi diketuk palu. FCC ingin memastikan tidak ada penumpukan stok perangkat baru yang masuk ke pasar dalam masa transisi kebijakan. Ketegasan ini mencerminkan strategi proteksionisme teknologi yang semakin menguat di Washington.
Ekspansi Blokir ke Sektor Drone dan Router
Tidak hanya berhenti pada ponsel dan kamera pengawas, FCC juga telah melarang impor model drone terbaru buatan China. Kebijakan yang berlaku sejak Desember 2025 ini memukul industri pesawat tanpa awak Tiongkok yang selama ini mendominasi pasar global. Keamanan wilayah udara menjadi alasan utama di balik keputusan drastis tersebut.
Baru-baru ini, otoritas terkait juga memblokir impor router konsumen buatan produsen asal Negeri Tirai Bambu tersebut. Router merupakan gerbang utama yang menghubungkan komputer, telepon genggam, dan perangkat pintar ke jaringan internet global. Kerentanan pada router dianggap sebagai ancaman siber tingkat tinggi yang dapat melumpuhkan ekonomi digital.
Pada Oktober 2025, pemungutan suara internal FCC menghasilkan keputusan bulat untuk memblokir semua komponen dari perusahaan terdaftar. Bahkan, perangkat yang sudah mendapatkan sertifikasi sebelumnya pun terancam ditarik dari peredaran jika terbukti menggunakan komponen sensitif. Hal ini menciptakan tekanan besar bagi para distributor teknologi di Amerika Serikat.
Perlawanan Hukum dari Produsen China
Menanggapi tekanan yang kian menggila, sejumlah perusahaan China tidak tinggal diam dan memilih jalur hukum. Hikvision secara resmi mengajukan gugatan pada akhir tahun 2025 untuk menantang keputusan sepihak FCC. Mereka berargumen bahwa otoritas AS telah melampaui wewenangnya dengan membatasi izin yang sah secara retroaktif.
Namun, upaya hukum tersebut tampaknya menemui jalan buntu setelah pengadilan banding AS menolak gugatan mereka. Hakim menilai bahwa alasan keamanan nasional memiliki bobot yang lebih tinggi dibandingkan kepentingan komersial perusahaan. Keputusan pengadilan ini semakin memperkuat posisi FCC untuk terus menekan dominasi teknologi China.
Hingga saat ini, Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan pernyataan resmi terkait eskalasi larangan terbaru ini. Di sisi lain, FCC tetap memberikan kelonggaran bagi warga yang sudah telanjur memiliki perangkat tersebut untuk tetap menggunakannya. Namun, dukungan teknis dan pembaruan perangkat lunak untuk produk-produk tersebut dipastikan akan terhenti total dalam waktu dekat.