Uptodai.com - Misi Artemis II NASA ke Bulan saat ini tengah menjadi sorotan dunia karena membawa empat astronot melintasi jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia. Namun, di tengah ambisi besar menembus ruang angkasa yang lebih dalam, sebuah masalah teknis yang cukup mengganggu muncul dari dalam kapsul. Sistem sanitasi atau toilet di pesawat ruang angkasa Orion dilaporkan mengalami kerusakan serius saat kru sedang dalam perjalanan menuju satelit alami Bumi tersebut.

Empat astronot yang terdiri dari tiga warga Amerika Serikat dan satu warga Kanada kini harus beradaptasi dengan kondisi darurat ini. Mereka dijadwalkan mencapai titik terdekat dengan Bulan pada Senin mendatang untuk memotret sisi jauh yang selama ini penuh misteri. Penerbangan ini menandai kembalinya manusia ke orbit Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak berakhirnya program Apollo.

Perjalanan sejauh 400.000 kilometer ini sejatinya bertujuan untuk menguji kesiapan teknologi sebelum NASA benar-benar mendaratkan manusia kembali di permukaan Bulan. Meskipun aspek navigasi dan mesin berjalan mulus, kenyamanan dasar kru justru menjadi tantangan yang paling nyata. Kondisi ini membuktikan bahwa tantangan hidup di luar angkasa tidak hanya soal radiasi atau hampa udara, tetapi juga hal-hal domestik yang krusial.

Tantangan Sanitasi di Tengah Rekor Jarak Tempuh

Pilot misi ini, Victor Glover, melaporkan bahwa pemandangan dari jendela kapsul menunjukkan Bumi yang semakin mengecil sementara Bulan terlihat kian membesar. Namun, antusiasme tersebut sedikit terganggu karena para astronot terpaksa menggunakan kantong pengumpul urin cadangan. Langkah ini diambil setelah toilet utama mengalami malfungsi sesaat setelah lepas landas pada hari Rabu lalu.

Pihak NASA mengonfirmasi bahwa tim teknis di Bumi terus memantau situasi dan memberikan instruksi perbaikan kepada kru di atas Orion. Toilet tersebut sebenarnya sudah melewati serangkaian uji coba ketat, termasuk pengujian di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) beberapa tahun silam. Kendati demikian, kondisi gravitasi mikro yang ekstrem seringkali memunculkan variabel masalah yang sulit diprediksi sebelumnya.

Dugaan Penyebab Kerusakan Toilet Orion

Para ahli menduga adanya kristal es yang menyumbat saluran pembuangan sehingga cairan tidak dapat terbuang sepenuhnya ke luar sistem. Masalah ini menyebabkan air kencing tertahan dan berpotensi merusak komponen elektronik jika tidak segera ditangani dengan hati-hati. Beruntungnya, sistem pembuangan limbah padat masih berfungsi normal sehingga para astronot tetap bisa buang air besar dengan prosedur standar.

Wakil Manajer Program Orion NASA, Debbie Korth, mengungkapkan bahwa para astronot juga mengeluhkan aroma tidak sedap yang mulai tercium di dalam kabin. Fasilitas kamar mandi ini terletak di bawah lantai kapsul dengan perlindungan pintu dan tirai untuk menjaga privasi kru. Korth mengakui bahwa urusan sanitasi di luar angkasa memang selalu menjadi tantangan teknis yang sangat rumit bagi para insinyur.

John Honeycutt, Ketua Tim Manajemen Misi, menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh fasilitas berfungsi 100 persen sebelum kru kembali ke Bumi. Ia memahami bahwa isu toilet mungkin terdengar sepele bagi masyarakat umum, namun bagi astronot, ini adalah masalah krusial. NASA berkomitmen untuk menyelesaikan kendala ini agar fokus kru tidak terpecah selama menjalankan misi ilmiah mereka.

Rekor Baru Melampaui Capaian Apollo 13

Meskipun menghadapi masalah toilet kapsul Orion, misi Artemis II tetap berada pada jalur yang tepat untuk memecahkan rekor dunia. Kapsul ini akan terbang hingga jarak 252.000 mil dari Bumi, melampaui rekor jarak terjauh yang pernah dicapai oleh misi Apollo 13. Keberhasilan ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi peradaban manusia dalam mengeksplorasi tata surya secara lebih mendalam.

Setelah mengelilingi sisi jauh Bulan, kapsul Orion akan memanfaatkan gravitasi Bulan untuk melenting kembali menuju Bumi. Seluruh proses ini dilakukan tanpa harus memasuki orbit Bulan atau melakukan pendaratan, sebagai bagian dari uji coba sistem keamanan. NASA berharap data yang dikumpulkan dari misi ini dapat menyempurnakan persiapan untuk pendaratan astronot di kutub selatan Bulan pada masa depan.

Kini, perhatian publik tidak hanya tertuju pada foto-foto spektakuler permukaan Bulan yang akan dikirimkan oleh kru Artemis II. Banyak pihak juga berharap agar sistem pendukung kehidupan di dalam kapsul segera pulih sepenuhnya demi keselamatan dan kenyamanan para astronot. Perjalanan pulang menuju Bumi diprediksi akan memakan waktu beberapa hari setelah mereka menyelesaikan manuver di belakang Bulan.