Uptodai.com - Patahan aktif di Majalengka Sumedang kini menjadi perhatian serius pemerintah setelah tim ahli menemukan bukti pergerakan tanah yang signifikan di beberapa titik strategis. Pusat Survei Geologi (PSG) baru saja melakukan pemantauan lapangan untuk memetakan titik-titik rawan tersebut secara lebih mendalam. Langkah ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana yang mungkin mengancam infrastruktur vital di wilayah Jawa Barat.

Kepala Pusat Survei Geologi, Edy Slameto, memimpin langsung tim peneliti untuk memastikan keakuratan data pemetaan di lapangan. Kehadiran tim ahli ini sangat krusial mengingat wilayah Sumedang dan sekitarnya memiliki karakteristik geologi yang cukup dinamis. Pemerintah berupaya mengumpulkan data presisi agar langkah pencegahan dampak kerusakan bangunan dan fasilitas publik dapat dilakukan lebih awal.

Ancaman Sesar Aktif di Jalur Tol Cisumdawu

Salah satu titik pantau utama berada di ruas Jalan Tol Cisumdawu Kilometer 177 yang terletak di Dusun Bojongtotor, Desa Sirnamulya. Wilayah ini sempat mengalami amblasan tanah yang cukup intensif pada akhir Mei 2025 lalu akibat faktor cuaca ekstrem. Tim geologi menilai struktur tanah di area tersebut memiliki kompleksitas tinggi yang memerlukan pengawasan ekstra secara berkala.

Edy memaparkan bahwa pergerakan tanah di sekitar jalan tol tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi litologi atau karakteristik batuan setempat. Struktur geologi yang rumit membuat tanah di kawasan ini menjadi tidak stabil saat menghadapi tekanan tektonik maupun curah hujan tinggi. Oleh karena itu, pemantauan lanjutan menjadi harga mati demi menjaga keamanan pengguna jalan tol yang merupakan infrastruktur strategis nasional.

Selain faktor cuaca, keberadaan sesar aktif Jawa Barat di bawah permukaan menjadi pemicu utama kerentanan tanah di wilayah Sumedang Utara. Tim peneliti menemukan bahwa deformasi batuan di area ini terus berlangsung secara perlahan namun pasti. Kondisi ini menuntut pengelola jalan tol untuk menerapkan standar konstruksi yang lebih tahan terhadap guncangan maupun pergeseran tanah.

Jejak Sesar Cileunyi – Tanjung Sari di Sumedang

Lokasi kedua yang menjadi fokus penelitian terletak di Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara. Di tempat ini, para ahli menemukan singkapan batuan yang secara jelas menunjukkan keberadaan zona patahan aktif Cileunyi – Tanjung Sari. Penemuan ini menjadi bukti nyata bahwa aktivitas tektonik di bawah tanah Sumedang masih sangat dinamis dan perlu diwaspadai.

Tim survei segera melakukan dokumentasi teknis dan pengukuran orientasi bidang patahan untuk memahami karakteristik deformasi yang terjadi. Data ini sangat penting untuk memprediksi arah pergeseran tanah jika sewaktu-waktu terjadi aktivitas seismik yang lebih kuat. Dengan mengetahui karakteristik sesar, pemerintah daerah dapat menyusun rencana tata ruang yang lebih aman bagi pemukiman warga.

Temuan Lapisan Tanah Muda yang Terpatahkan

Perjalanan riset berlanjut ke Desa Cibuluh, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, yang berbatasan langsung dengan wilayah Majalengka. Di lokasi ketiga ini, tim menemukan fenomena geologi yang cukup mengejutkan berupa lapisan tanah paling muda yang telah terpatahkan. Penemuan ini menandakan bahwa aktivitas tektonik di wilayah tersebut belum berhenti dan masih berlangsung hingga saat ini.

Edy Slameto menegaskan bahwa fakta sesar memotong lapisan tanah termuda menunjukkan tingkat keaktifan yang sangat tinggi. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa zona tersebut memiliki potensi besar untuk menimbulkan deformasi permukaan di masa mendatang. Hal ini tentu menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar jalur patahan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pusat Survei Geologi berkomitmen untuk terus meningkatkan pemantauan terhadap potensi bahaya geologi di seluruh wilayah Jawa Barat. Upaya mitigasi bencana geologi Sumedang akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga dan sosialisasi kepada masyarakat. Pengetahuan mengenai titik koordinat patahan diharapkan dapat meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa di masa depan.