Uptodai.com - Dunia menantikan babak baru eksplorasi antariksa. Peluncuran roket NASA Artemis 2 menjadi sorotan utama karena ini adalah misi berawak pertama yang akan membawa manusia kembali mendekati Bulan setelah lebih dari lima dekade.

Roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) yang sangat besar ini saat ini tengah menjalani serangkaian pengujian akhir yang intensif di Kennedy Space Center, Florida. NASA telah menjadwalkan peluncuran bersejarah ini paling cepat pada tanggal 6 Februari mendatang, dan seluruh prosesnya akan disiarkan langsung melalui kanal resmi YouTube mereka.

Persiapan Terakhir dan Protokol Karantina Astronaut

Empat astronaut terpilih telah disiapkan untuk mengemban misi penting ini. Mereka adalah Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, dan dua spesialis misi, Jeremy Hansen serta Christina Koch. Keempatnya akan menguji coba kapsul Orion dalam penerbangan yang mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi.

Sebagai prosedur standar keselamatan, keempat awak tersebut telah memasuki masa karantina ketat sejak Jumat, 23 Januari. Karantina ini merupakan langkah krusial yang biasa dilakukan hingga dua minggu sebelum hari peluncuran. Tujuannya adalah memastikan para astronaut bebas dari penyakit atau virus yang dapat membahayakan misi di luar angkasa.

Victor Glover, yang juga merupakan astronaut kulit hitam pertama yang akan terbang dalam misi Bulan, akan memegang kendali penting di dalam kapsul Orion. Sementara itu, Christina Koch akan memecahkan rekor sebagai wanita pertama yang melakukan perjalanan mengelilingi Bulan.

Jadwal Peluncuran Artemis 2 dan Perbedaan Misi

Roket SLS telah diposisikan dengan hati-hati di landasan peluncuran sejak 17 Januari. Proses “pemasangan” roket raksasa ini di lokasi peluncuran membutuhkan waktu yang cukup lama, diperkirakan mencapai 12 jam kerja teknis yang presisi.

NASA menargetkan uji pengisian bahan bakar kritis (wet dress rehearsal) dapat diselesaikan pada 2 Februari. Uji coba ini sangat penting untuk memastikan sistem kriogenik dan tangki bahan bakar berfungsi sempurna, hanya empat hari sebelum target tanggal peluncuran yang ditetapkan.

Waktu persiapan untuk Peluncuran roket NASA Artemis 2 ini terbilang jauh lebih singkat dibandingkan misi pendahulunya. Misi Artemis 1, yang merupakan uji coba tanpa awak, memerlukan waktu persiapan berbulan-bulan sebelum akhirnya sukses meluncurkan kapsul Orion ke orbit Bulan pada tahun 2022.

Fokus Misi Berawak NASA Artemis 2

Misi Artemis 2 dijadwalkan akan berlangsung selama 10 hari penuh. Tujuan utamanya adalah menguji coba kinerja roket SLS dan kapsul Orion secara menyeluruh, khususnya saat diisi oleh awak manusia.

Para astronaut akan menghabiskan sekitar satu hari penuh di orbit Bumi. Periode ini digunakan untuk memastikan semua sistem vital berfungsi dengan baik sebelum mereka memulai tahapan kritis yang disebut “injeksi trans-lunar” (TLI).

Manuver TLI ini akan memberikan dorongan kecepatan yang diperlukan untuk membawa kapsul Orion keluar dari gravitasi Bumi dan memulai perjalanan menuju Bulan. Misi ini akan menjadi penentu keberhasilan untuk misi selanjutnya.

Perjalanan yang sesungguhnya untuk pendaratan manusia di permukaan Bulan baru akan dilakukan pada Misi Artemis 3. Misi krusial tersebut kini dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027, setelah semua data pengujian dari Artemis 2 berhasil dievaluasi.

Publik dapat menyaksikan langsung momen bersejarah ini, mulai dari persiapan akhir hingga detik-detik peluncuran, melalui siaran langsung yang disediakan oleh NASA di berbagai platform digital.