Uptodai.com - Pembangkit listrik nuklir Bill Gates kini memasuki babak baru setelah mendapatkan lampu hijau dari otoritas regulasi Amerika Serikat. Komisi Regulasi Nuklir (NRC) secara resmi memberikan izin kepada TerraPower untuk memulai pembangunan reaktor komersial di Wyoming. Keputusan ini menjadi sejarah penting karena merupakan izin pertama yang dikeluarkan dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

TerraPower sendiri merupakan perusahaan rintisan yang didirikan oleh Bill Gates pada tahun 2008 silam. Melalui proyek ambisius ini, Gates berupaya menghadirkan solusi energi bersih yang lebih aman dan efisien dibandingkan teknologi konvensional. Pembangunan fisik proyek ini menandai langkah nyata dalam transformasi industri energi global di masa depan.

Inovasi Teknologi Reaktor Nuklir Natrium

Reaktor yang akan dibangun ini diberi nama Natrium dan memiliki kapasitas daya sebesar 345 megawatt. Berbeda dengan reaktor pada umumnya, Natrium menggunakan sistem pendingin sodium cair yang terintegrasi dengan penyimpanan garam termal. Sistem penyimpanan ini mampu menghasilkan kapasitas hingga 1 gigawatt jam untuk mendukung stabilitas jaringan listrik.

Teknologi ini menggunakan bahan bakar uranium dengan pengayaan rendah atau low-enriched uranium antara 5 hingga 20 persen. Penggunaan material ini diklaim jauh lebih efisien dalam menghasilkan energi panas yang stabil. TerraPower menargetkan fasilitas canggih ini sudah bisa beroperasi penuh dan menyuplai listrik pada tahun 2030 mendatang.

Keunggulan Pendingin Garam Dibandingkan Air

Hampir seluruh pembangkit listrik nuklir yang beroperasi saat ini masih mengandalkan air bertekanan tinggi sebagai pendingin. Air tersebut berfungsi menyerap panas dari reaksi fisi hingga mencapai suhu sekitar 300 derajat Celcius. Namun, penggunaan air memiliki risiko besar seperti potensi korosi pada logam dan kebocoran limbah radioaktif.

Proyek pembangkit listrik nuklir Bill Gates menawarkan pendekatan yang jauh berbeda dengan memanfaatkan logam cair. Logam cair memiliki titik didih delapan kali lebih tinggi daripada air, sehingga mampu menyerap panas dalam jumlah yang jauh lebih besar. Hal ini membuat sistem bekerja pada tekanan yang lebih rendah dan meningkatkan standar keamanan operasional.

Garam kemudian berperan penting untuk mendinginkan temperatur logam cair tersebut secara berkelanjutan dalam siklus tertutup. Berbeda dengan sistem air yang harus dipompa keluar setelah digunakan, logam cair dalam reaktor Natrium dapat terus berputar. Inovasi ini secara signifikan mengurangi risiko kerusakan komponen akibat karat yang sering menghantui reaktor model lama.

Investasi Besar untuk Masa Depan Energi Bersih

Untuk mewujudkan teknologi mutakhir ini, TerraPower mengucurkan investasi yang sangat fantastis mencapai US$ 4 miliar atau sekitar Rp 63 triliun. Angka tersebut mencerminkan keseriusan Bill Gates dalam mendukung transisi menuju energi terbarukan yang rendah karbon. Proyek di Wyoming ini akan menjadi percontohan bagi pengembangan reaktor nuklir generasi berikutnya di seluruh dunia.

Kehadiran reaktor Natrium diharapkan mampu menjawab keraguan publik terhadap keamanan energi nuklir selama ini. Dengan sistem pendingin yang lebih stabil, risiko kecelakaan fatal dapat ditekan seminimal mungkin. Pemerintah Amerika Serikat pun menaruh harapan besar pada proyek ini sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.