Uptodai.com - Peneliti nuklir Amerika lenyap secara misterius satu per satu dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir hingga memicu kekhawatiran nasional. Biro Investigasi Federal (FBI) kini resmi turun tangan untuk memimpin pencarian intensif terhadap para ilmuwan yang hilang maupun meninggal dunia tersebut. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena para korban merupakan individu dengan kualifikasi tinggi di bidang teknologi nuklir dan kedirgantaraan.

FBI mengonfirmasi bahwa mereka tengah memimpin upaya untuk mencari keterkaitan antara deretan ilmuwan yang hilang dan meninggal ini. Dalam menjalankan misinya, FBI menjalin kerja sama erat dengan Departemen Energi, Departemen Perang, serta berbagai lembaga penegak hukum lainnya. Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan apakah ada pola terorganisir di balik hilangnya para ahli tersebut.

Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat yang dipimpin oleh Partai Republik juga tidak tinggal diam dan berencana menggelar penyelidikan khusus. Mereka menyoroti fakta bahwa sepuluh orang yang menjadi korban memiliki akses langsung ke informasi ilmiah yang sangat sensitif. Keamanan data negara menjadi taruhan utama dalam kasus yang menggemparkan publik Amerika ini.

Intervensi NASA dan Jaminan Keamanan Nasional

Lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA, turut memberikan pernyataan terkait keterlibatan sejumlah personelnya dalam daftar ilmuwan yang hilang. NASA menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga federal terkait untuk mendalami masalah ini secara transparan. Meskipun situasi terlihat genting, NASA mencoba menenangkan publik dengan pernyataan resmi mengenai stabilitas keamanan.

Juru bicara NASA, Bethany Stevens, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi ancaman langsung terhadap keamanan nasional yang berkaitan dengan NASA. Lembaga tersebut memastikan bahwa protokol keamanan internal tetap terjaga meski beberapa mantan peneliti mereka masuk dalam daftar investigasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan personel yang masih aktif bertugas.

Penyelidikan ini mencakup rentetan kasus yang terjadi sejak tahun 2023, di mana beberapa kematian dianggap tidak wajar oleh pihak keluarga. Salah satu kasus yang mencuat adalah kematian Michael David Hicks, seorang ilmuwan veteran yang telah mengabdi selama 25 tahun di Jet Propulsion Laboratory NASA. Hicks ditemukan meninggal dunia pada Juli 2023 tanpa informasi penyebab kematian yang jelas.

Misteri Kematian Ilmuwan Senior NASA

Kematian Michael David Hicks menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga, terutama putrinya, Julia Hicks. Julia mengungkapkan bahwa ayahnya memang sempat berjuang dengan masalah kesehatan sebelum meninggal dunia. Namun, ia merasa heran mengapa kematian ayahnya kini dikaitkan dengan penyelidikan federal berskala besar.

Hingga saat ini, Julia mengaku belum pernah dihubungi oleh pihak pemerintah atau lembaga federal mana pun mengenai keterkaitan ayahnya dengan kasus ilmuwan lain. Ia merasa tidak ada alur logika yang menghubungkan kematian ayahnya dengan hilangnya para peneliti nuklir lainnya. Ketidakpastian ini menambah kerumitan dalam pengungkapan motif di balik penyelidikan FBI.

Selain Hicks, nama Frank Maiwald juga masuk dalam daftar ilmuwan yang meninggal secara mendadak pada tahun 2024. Maiwald merupakan spesialis penelitian ruang angkasa yang menjabat sebagai direktur Kelompok Pemrosesan Material di Laboratorium NASA. Ia dilaporkan meninggal dunia saat sedang melakukan aktivitas mendaki di kawasan Los Angeles.

Hilangnya Jenderal Udara dan Peneliti Fasilitas Nuklir

Kasus yang paling menyita perhatian adalah hilangnya William Neil McCasland, seorang pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara. McCasland bukan orang sembarangan karena ia pernah memimpin penelitian kedirgantaraan canggih di Pentagon. Ia dinyatakan hilang sejak Februari lalu setelah meninggalkan rumahnya di New Mexico tanpa membawa perangkat elektronik apa pun.

Kejanggalan semakin kuat karena McCasland meninggalkan ponsel dan kacamata resepnya, yang mengindikasikan ia tidak berencana pergi jauh. Hilangnya seorang tokoh penting dengan pengetahuan mendalam tentang teknologi militer ini memicu spekulasi mengenai spionase atau sabotase. FBI kini menelusuri jejak terakhir McCasland melalui rekaman pengawas di sekitar kediamannya.

Selain tokoh militer, dua peneliti dari fasilitas nuklir New Mexico, Melissa Casias dan Anthony Chaves, juga dilaporkan menghilang. Hilangnya para ahli nuklir ini secara bersamaan memperkuat dugaan adanya ancaman terhadap integritas riset strategis Amerika Serikat. Pemerintah kini memperketat pengawasan terhadap seluruh fasilitas penelitian nuklir di seluruh negeri guna mencegah jatuhnya informasi sensitif ke tangan yang salah.