Uptodai.com - Raksasa semikonduktor Amerika Serikat, Nvidia, kini menghadapi situasi pelik akibat lonjakan drastis permintaan chip China Nvidia. Volume pesanan yang datang dari Beijing jauh melampaui kapasitas produksi mereka saat ini. Kondisi ini memaksa perusahaan pimpinan Jensen Huang tersebut segera mencari jalan keluar strategis.

Nvidia dilaporkan langsung meminta bantuan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) sebagai mitra manufaktur utama mereka. Langkah darurat ini diambil demi memastikan rantai pasokan tetap berjalan lancar dan memenuhi janji pengiriman kepada klien besar di Tiongkok, terutama perusahaan-perusahaan internet raksasa.

Permintaan Chip China Nvidia Tembus 2 Juta Unit

Kebutuhan Tiongkok terhadap chip kecerdasan buatan (AI) kelas atas ternyata berada di level yang sangat masif. Sumber yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa perusahaan teknologi di China telah memborong sekitar 2 juta unit chip H200 yang harus dikirimkan sepanjang tahun ini.

Angka fantastis ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan lampu hijau untuk penjualan chip tersebut. Namun, Nvidia hanya memiliki sekitar 700 ribu unit yang tersedia dalam stok mereka saat ini, menciptakan defisit pasokan yang sangat signifikan.

Dari total stok yang ada, sekitar 100 ribu unit di antaranya merupakan superchip GH200 Grace Hopper. Sementara sisanya adalah chip H200, yang dikenal sebagai varian tercanggih kedua buatan Nvidia yang saat ini beredar di pasar global.

Meskipun demikian, ada laporan yang mengindikasikan bahwa kedua varian chip paling mutakhir tersebut kemungkinan tidak akan ditawarkan kepada konsumen Nvidia di Tiongkok. Nvidia perlu mengatur strategi untuk memenuhi pesanan tanpa melanggar regulasi ekspor AS yang sangat ketat.

TSMC Didesak Segera Produksi Tambahan

Untuk menutup jurang antara permintaan dan ketersediaan, Nvidia harus menekan mitra manufakturnya di Taiwan. Dua sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa Nvidia telah meminta TSMC untuk segera memulai produksi chip tambahan dalam volume yang belum ditentukan.

Pekerjaan produksi tambahan ini diharapkan sudah bisa dimulai pada kuartal kedua tahun 2026. Jadwal yang mendesak ini menunjukkan betapa krusialnya peran TSMC dalam menjaga dominasi Nvidia di pasar semikonduktor AI global.

TSMC memang menjadi tulang punggung manufaktur bagi Nvidia, memproduksi chip-chip dengan arsitektur paling kompleks. Ketergantungan ini membuat Taiwan, secara geopolitik, memiliki posisi tawar yang sangat penting dalam persaingan teknologi antara AS dan Tiongkok.

Strategi Harga dan Pengiriman Chip H200 ke Tiongkok

Nvidia dilaporkan telah menentukan varian H200 mana yang akan dijual khusus untuk klien di Tiongkok. Chip yang ditawarkan ini dipatok dengan harga yang cukup tinggi, mencapai US$27 ribu per unit, atau setara dengan Rp 451,5 juta.

Menanggapi laporan mengenai permintaan yang membludak ini, juru bicara Nvidia angkat bicara. Mereka memastikan bahwa perusahaan terus mengelola rantai pasokannya secara hati-hati.

Juru bicara tersebut juga menjamin bahwa penjualan berlisensi H200 kepada pelanggan resmi di Tiongkok tidak akan berdampak pada kemampuan mereka memasok pelanggan di Amerika Serikat. Mereka berusaha menyeimbangkan kebutuhan pasar global tanpa mengorbankan pasar domestik.

Nvidia berencana memenuhi pesanan awal dari stok yang tersedia pada pertengahan Februari, bertepatan dengan liburan Tahun Baru Imlek. Pengiriman ini menjadi langkah awal menyusul keputusan Presiden Trump yang mengizinkan H200 dijual ke Tiongkok.

Meski demikian, Pemerintah Tiongkok sendiri belum secara definitif memutuskan apakah akan mengizinkan impor H200 ke dalam negeri. Sejauh ini memang belum ada penolakan langsung, namun kepastian impor masih menunggu keputusan resmi Beijing.

Di sisi lain, TSMC memilih untuk menolak berkomentar terkait laporan permintaan mendesak dari Nvidia tersebut. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok juga tidak segera memberikan tanggapan mengenai rencana impor chip canggih ini.