Uptodai.com - Indonesia menghadapi tantangan sekaligus peluang besar dalam memaksimalkan Potensi Ekonomi Digital Society 5.0, sebuah era yang secara fundamental menggabungkan ruang siber (cyberspace) dan ruang fisik (physical space) melalui teknologi canggih.

Ekonomi digital sendiri didefinisikan sebagai seluruh aktivitas, transaksi, dan interaksi ekonomi yang dibangun di atas fondasi teknologi digital, mencakup internet, perangkat seluler, komputasi awan, hingga Kecerdasan Buatan (AI). Telkomsel, sebagai penyedia konektivitas utama, melihat peluang besar untuk mendorong kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menggapai Target Kontribusi GDP Digital Indonesia 2045

Nugroho, perwakilan dari Telkomsel, menjelaskan bahwa Society 5.0 tidak hanya sekadar konektivitas atau Internet of Things (IoT), melainkan harus memiliki komponen kecerdasan buatan di dalamnya. Faktor inilah yang diyakini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Saat ini, kontribusi ekonomi digital terhadap PDB Indonesia baru menyentuh angka 8%. Angka ini masih jauh tertinggal, padahal pemerintah telah menargetkan kontribusi ini harus mencapai 20% pada tahun 2045.

Optimisme pencapaian target tersebut selaras dengan pertumbuhan industri telekomunikasi di Tanah Air. Hal ini tercermin dari kontribusi signifikan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terhadap kapitalisasi pasar BUMN Indonesia, yang nilainya mencapai Rp 112 triliun.

Menurut Nugroho, dengan peran besar Telkom Group, termasuk Telkomsel, sebagai tulang punggung konektivitas, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia bisa didorong lebih cepat. Keberadaan infrastruktur yang kuat adalah prasyarat mutlak bagi digitalisasi di sektor lainnya.

Perbandingan Regional: Indonesia Masih Tertinggal

Meskipun memiliki potensi pasar yang masif, Indonesia masih kalah bersaing dalam hal kontribusi digital terhadap PDB dibandingkan beberapa negara tetangga. Nugroho mencontohkan Vietnam, yang kemerdekaannya lebih belakangan, telah mencapai kontribusi ekonomi digital sekitar 16% terhadap PDB mereka.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kecepatan adopsi dan pengembangan ekosistem digital menjadi kunci. Negara-negara seperti Singapura, yang secara geografis tidak memiliki sumber daya alam melimpah, terpaksa mengoptimalkan sumber daya berbasis digital sebagai motor utama perekonomian mereka.

Model yang diterapkan Singapura ini membuktikan bahwa penguasaan teknologi digital, terutama dalam layanan berbasis AI dan komputasi awan, dapat menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Indonesia perlu belajar dari strategi ini untuk memaksimalkan aset digitalnya.

Tiga Pilar Utama Penopang Pertumbuhan Digital

Nugroho memaparkan bahwa pilar penumbuhan ekonomi digital terdiri dari formula 3+1. Pilar-pilar tersebut meliputi aplikasi, perangkat, konektivitas, dan talenta. Inovasi dalam ekonomi digital tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dan saling terkait antar sektor.

Konektivitas yang disediakan Telkomsel menjadi dasar yang memungkinkan perangkat dan aplikasi berjalan lancar. Namun, ekosistem ini baru akan bergerak optimal jika didukung oleh talenta digital yang mumpuni dan mampu mengelola teknologi mutakhir seperti AI dan cloud computing.

Lebih lanjut, potensi pertumbuhan ekonomi digital ditopang oleh beberapa aspek kunci. Aspek tersebut mencakup infrastruktur dan manufaktur, ekosistem teknologi yang solid, ledakan aplikasi (application boom), serta peningkatan pembelajaran dan edukasi digital.

Sektor manufaktur, misalnya, akan sangat terbantu oleh infrastruktur digital untuk meningkatkan efisiensi dan nilai tambah produk. Sementara itu, ekosistem digital akan terbuka lebar seiring masifnya perkembangan teknologi komputasi awan dan Kecerdasan Buatan yang menjadi fondasi Society 5.0.

Selain itu, berkembangnya para kreator konten dan pasar digital yang semakin matang juga menjadi indikator positif. Sinergi antara infrastruktur telekomunikasi yang andal dan inovasi di tingkat aplikasi akan menentukan apakah Indonesia mampu mencapai target ambisius 20% kontribusi ekonomi digital pada 2045.