Uptodai.com - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional. Setelah melakukan pertemuan dengan lebih dari 1.200 rektor dan guru besar, Presiden memutuskan untuk melakukan penambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun.

Keputusan ini merupakan respons langsung terhadap aspirasi dan potensi besar yang dimiliki oleh institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Penambahan dana ini diharapkan dapat mengakselerasi peran kampus sebagai ujung tombak inovasi yang mendukung kemajuan bangsa.

Prabowo Tambah Anggaran Riset untuk Dukung 18 Proyek Strategis

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengonfirmasi kabar gembira tersebut usai pertemuan tertutup di Istana Negara, Kamis (15/1/2026). Brian menjelaskan bahwa penambahan anggaran riset ini merupakan amanah besar dari Presiden kepada seluruh perguruan tinggi agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan negara.

Fokus utama dari dana penelitian ini diarahkan untuk mendukung proyek-proyek hilirisasi dan pembangunan industri dalam negeri di berbagai sektor. Pemerintah menargetkan agar riset perguruan tinggi dapat menyokong setidaknya 18 proyek strategis nasional.

Proyek-proyek strategis yang dimaksud sangat beragam, mulai dari pengembangan teknologi waste to energy (limbah menjadi energi) hingga program hilirisasi mineral dan ketahanan pangan. Brian menegaskan bahwa riset yang kuat dari kampus adalah kunci untuk mencapai kemandirian industri.

“Tadi ada 18 proyek strategis. Nah itu diharapkan perguruan tinggi mem-backup dengan riset-riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri itu menjadi cukup tinggi,” ujar Brian, menekankan pentingnya peran akademisi dalam ekosistem industri.

Mekanisme Penyaluran Dana Penelitian Perguruan Tinggi

Meskipun keputusan penambahan dana telah ditetapkan, Kemendiktisaintek diminta segera berkoordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Koordinasi ini penting untuk memastikan mekanisme penyaluran anggaran berjalan lancar dan tepat sasaran.

Brian menjamin bahwa dana riset sebesar Rp4 triliun tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta, yang memiliki kapasitas dan proposal riset yang relevan dengan kebutuhan strategis negara.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan sekitar 1.200 petinggi universitas, termasuk rektor dan guru besar, berlangsung kurang lebih tiga jam secara tertutup. Dalam taklimatnya, Presiden memberikan arahan strategis mengenai visi pembangunan nasional yang membutuhkan dukungan sains dan teknologi.

Meskipun tidak ada forum tanya jawab resmi dalam sesi utama, komunikasi tetap terjalin. Menteri Brian mengungkapkan bahwa Presiden sempat melakukan diskusi kecil dengan beberapa peserta saat proses meninggalkan ruangan. Hal ini menunjukkan antusiasme Presiden dalam menyerap masukan dari kalangan akademisi.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menyampaikan rencana untuk kembali mengundang para pimpinan perguruan tinggi dalam waktu dekat. Diskusi lanjutan ini bertujuan untuk mematangkan sinergi antara kebijakan pemerintah dengan kapasitas penelitian yang dimiliki oleh institusi pendidikan tinggi.