Uptodai.com - Industri robot humanoid global baru-baru ini dikejutkan oleh pergeseran dominasi yang signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa Raja Robot Humanoid China bukanlah nama besar seperti Tesla atau raksasa teknologi ternama lainnya, melainkan sebuah perusahaan rintisan (startup) yang relatif tidak dikenal di kancah internasional.

Sektor teknologi yang berkembang pesat ini didorong oleh permintaan tinggi dari berbagai bidang, mulai dari logistik kompleks, manufaktur presisi, hingga kebutuhan riset otomotif. Laporan dari Counterpoint mencatat bahwa lima produsen teratas kini berhasil menguasai 73% dari total pangsa pasar, menandakan konsolidasi yang cepat di pasar yang baru lahir ini.

Siapa AGIBOT? Startup Misterius dari Shanghai

Perusahaan yang secara mengejutkan memimpin pasar tersebut adalah AGIBOT, sebuah entitas yang baru didirikan di Shanghai pada Februari 2023. Meskipun usianya masih sangat muda, AGIBOT telah berhasil merebut 31% pangsa pasar hanya dalam waktu kurang dari dua tahun. Keberhasilan ini didorong oleh strategi produksi massal yang agresif untuk model robot AGIBOT X2 dan G2.

Kecepatan implementasi menjadi kunci kemenangan AGIBOT. Hingga akhir tahun, lebih dari 5.000 unit robot humanoid telah dikirimkan dari fasilitas manufaktur mereka di Shanghai. Robot-robot ini kini aktif beroperasi di berbagai sektor padat karya, termasuk perhotelan, hiburan, manufaktur, hingga rantai pasok logistik.

Tesla Optimus Terjepit di Peringkat Buncit

Di tengah persaingan ketat, posisi kedua ditempati oleh Unitree, yang berhasil mengamankan 27% pangsa pasar. Unitree, yang sebelumnya dikenal dengan robot berkaki empat yang lincah, kembali menarik perhatian publik saat pameran teknologi CES 2026 berkat demonstrasi robot humanoid G1 mereka yang mampu melakukan gerakan dinamis, termasuk bertinju.

Keunggulan utama Unitree terletak pada kontrol gerak yang sangat dinamis serta lini komponen yang dikembangkan secara mandiri. Mereka memproduksi sendiri semua elemen kunci, mulai dari motor penggerak hingga sistem sensor LiDAR. Hal ini memungkinkan mereka mengontrol kualitas dan menekan biaya produksi secara efektif.

Sementara itu, UBTECH menduduki peringkat ketiga dengan pangsa sedikit di atas 5%, terutama melalui seri Walker yang banyak diadopsi oleh pabrik-pabrik otomotif global. Menyusul ketat di belakangnya adalah Leju dengan pangsa 5%, yang memanfaatkan infrastruktur komputasi awan Huawei Cloud untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan kecerdasan buatan robot mereka.

Tesla, dengan Optimus Gen 2 dan Gen 2.5, melengkapi daftar lima besar dengan pangsa pasar yang tipis, yakni hampir 5%. Meskipun CEO Elon Musk memiliki ambisi besar untuk menjadikan Optimus sebagai produk revolusioner, adopsi komersial robot humanoid Tesla masih tertinggal jauh di belakang para pesaing asal China yang fokus pada implementasi cepat dan volume besar.

Tesla diprediksi baru akan mempercepat adopsi robot humanoid di industri otomotif ketika Optimus Gen 3 memasuki produksi massal pada tahun 2026. Namun, saat ini, produsen Raja Robot Humanoid China telah lebih dulu membanjiri pasar dengan unit yang siap pakai.

Tren Robot Humanoid: Dari Rumah Tangga hingga RaaS

Counterpoint mengidentifikasi tiga kecenderungan utama yang diperkirakan akan membentuk lanskap industri robot humanoid dalam dua tahun ke depan. Pertama, munculnya produk humanoid berbiaya sangat rendah yang ditujukan untuk pasar rumah tangga. Contohnya, model NOETIX Bumi yang diprediksi akan dijual di bawah US$ 1.600, menjadikannya terjangkau bagi konsumen umum.

Tren kedua yang signifikan adalah pertumbuhan pesat model Robot-as-a-Service (RaaS). Model ini memungkinkan perusahaan menyewa robot untuk jangka waktu tertentu alih-alih membelinya secara penuh. RaaS berkembang pesat, terutama di sektor layanan, karena menawarkan fleksibilitas operasional dan mengurangi kebutuhan modal awal yang besar.

Selain itu, ekspansi kapasitas produksi secara besar-besaran akan menjadi kunci. Hal ini diperkirakan akan menekan biaya manufaktur mulai tahun 2026 dan seterusnya. Perusahaan besar seperti Tesla dan Figure AI telah mengumumkan rencana agresif untuk membangun lini produksi yang sangat terotomatisasi, yang mengindikasikan bahwa produksi industri secara keseluruhan akan beradaptasi dengan penerapan robot humanoid.

Adaptasi industri terhadap robot humanoid ini sangat masif. Counterpoint memproyeksikan bahwa pemasangan kumulatif robot humanoid akan melampaui 100.000 unit pada tahun 2027. Mayoritas penggunaan, sekitar 72%, akan terkonsentrasi di sektor logistik, manufaktur, dan otomotif.