Startup AI China Zhipu Rilis GLM-5, Berhasil Kalahkan Google
Uptodai.com - Startup AI China kalahkan Google dalam beberapa pengujian performa terbaru melalui peluncuran model bahasa besar (LLM) generasi kelima. Perusahaan rintisan bernama Zhipu AI tersebut memperkenalkan GLM-5 yang diklaim memiliki kemampuan pemrograman jauh lebih canggih dibandingkan kompetitor globalnya. Kehadiran teknologi ini menjadi sinyal kuat bahwa dominasi perusahaan teknologi asal Amerika Serikat mulai mendapatkan tantangan serius dari daratan Tiongkok.
Model open-source ini dirancang khusus untuk menjalankan tugas agen kecerdasan buatan dalam durasi yang lebih lama secara mandiri. Dalam uji tolok ukur (benchmark) industri, performa GLM-5 disebut-sebut mendekati kehebatan model Claude Opus 4.5 milik Anthropic. Bahkan, pada beberapa skenario pengujian spesifik, model ini mampu melampaui kemampuan Gemini 3 Pro yang dikembangkan oleh Google.
Zhipu AI mengungkapkan bahwa pengembangan GLM-5 sepenuhnya mengandalkan infrastruktur perangkat keras dalam negeri. Langkah ini diambil sebagai respons atas pembatasan ekspor chip kelas atas yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Penggunaan chip lokal ini membuktikan bahwa inovasi teknologi di Tiongkok tetap melaju kencang meski berada di bawah tekanan sanksi internasional.
Swasembada Semikonduktor di Balik Kecerdasan Buatan China
Keberhasilan teknologi kecerdasan buatan China ini tidak lepas dari dukungan ekosistem semikonduktor domestik yang kian matang. Zhipu menyebutkan bahwa GLM-5 dikembangkan menggunakan chip Ascend milik Huawei serta produk dari Moore Threads. Selain itu, mereka juga memanfaatkan teknologi dari produsen lokal lainnya seperti Cambricon dan Kunlunxin untuk memperkuat proses komputasi.
Upaya Beijing dalam mendorong swasembada semikonduktor tampaknya mulai membuahkan hasil nyata di sektor kecerdasan buatan. Pemerintah Tiongkok terus memberikan insentif besar bagi perusahaan yang mampu mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat. Hal ini menciptakan lingkungan kompetitif yang memacu startup lokal untuk menciptakan solusi mandiri yang tetap kompetitif di level global.
Peluncuran GLM-5 sendiri terjadi di tengah gelombang rilis model AI baru dari berbagai raksasa teknologi asal Negeri Tirai Bambu. Pesaing domestik seperti MiniMax juga baru saja memperkenalkan model open-source M2.5 ke publik. Persaingan ketat ini menunjukkan betapa dinamisnya ekosistem teknologi di China dalam mengejar ketertinggalan dari Silicon Valley.
Dominasi Macan AI China di Panggung Global
Zhipu AI dan MiniMax kini dikenal luas sebagai bagian dari kelompok elit yang dijuluki “macan AI” China. Kelompok startup ini digadang-gadang akan menjadi penantang utama bagi dominasi perusahaan teknologi Amerika Serikat. Optimisme pasar terhadap potensi mereka terlihat jelas saat keduanya resmi melantai di Bursa Efek Hong Kong baru-baru ini.
Harga saham perusahaan-perusahaan ini langsung melonjak drastis segera setelah perdagangan dimulai. Para investor menaruh harapan besar pada ledakan industri kecerdasan buatan yang tengah berlangsung di Tiongkok. Selain Zhipu, ByteDance juga turut meramaikan pasar dengan merilis model pembuat video Seedance 2.0 yang langsung viral di berbagai platform media sosial.
Tidak ketinggalan, Kuaishou juga memperkenalkan model Kling 3.0 hanya beberapa hari sebelum pengumuman Zhipu AI. Rentetan peluncuran produk mutakhir ini menegaskan bahwa China tidak lagi sekadar menjadi pengikut dalam tren teknologi global. Mereka kini mulai menetapkan standar baru dalam pengembangan aplikasi AI berbasis video dan agen mandiri.
Ambisi Ekspansi dan Kemandirian Teknologi Masa Depan
Meskipun saat ini sebagian besar pendapatan Zhipu masih berasal dari pasar domestik, perusahaan memiliki ambisi besar untuk melakukan ekspansi global. CEO Zhipu AI, Zhang Peng, menyatakan bahwa pendapatan dari luar negeri sudah mulai menunjukkan tren perkembangan yang positif. Perusahaan terus mengoptimalkan model mereka agar dapat diterima oleh pengguna di berbagai belahan dunia.
GLM-5 merupakan kelanjutan dari pembaruan konsisten yang dilakukan perusahaan terhadap model AI Zhipu GLM-5 sebelumnya. Pada bulan lalu, mereka sempat merilis versi 4.7, menyusul versi 4.6 yang diluncurkan pada September silam. Kecepatan iterasi produk ini menjadi kunci utama mengapa mereka mampu bersaing ketat dengan raksasa seperti Google dan OpenAI.
Model terbaru ini juga telah dioptimalkan untuk bekerja secara sinergis dengan agen AI seperti OpenClaw. Teknologi tersebut memungkinkan sistem untuk menjalankan tugas multi-langkah yang kompleks tanpa perlu campur tangan manusia secara terus-menerus. Fokus pada kemandirian agen AI ini diprediksi akan menjadi medan tempur baru dalam industri teknologi dunia di masa mendatang.