Uptodai.com - Pendiri Google, Larry Page, dikenal sebagai salah satu pengusaha paling visioner di dunia, namun kekayaan melimpah ternyata tidak membuatnya rela merogoh kocek lebih dalam untuk kas negara. Terungkap, taktik miliarder hindari pajak kini menjadi sorotan setelah Page dilaporkan secara sistematis memutus hubungan dengan negara bagian domisilinya, California.

Langkah ekstrem ini diambil demi menghindari ancaman pajak kekayaan baru yang diusulkan di California. Page berupaya menjauhkan banyak asetnya yang berisiko terkena regulasi perpajakan tambahan tersebut.

Menurut dokumen yang ditinjau oleh Business Insider, pemutusan hubungan ini dilakukan menjelang tenggat waktu akhir tahun 2025. Proses ini melibatkan manuver kompleks yang memindahkan entitas bisnis dan keuangan penting milik sang miliarder.

Mengapa California Menerapkan Pajak Kekayaan Baru?

Usulan aturan pajak baru di California ini memang sangat ambisius dan memicu perdebatan sengit di kalangan elite teknologi. Aturan tersebut akan mengenakan pajak sebesar 5% khusus untuk aset-aset yang nilainya melebihi US$1 miliar.

Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap kesenjangan ekonomi yang melebar dan kebutuhan negara bagian untuk meningkatkan pendapatan kas. Pajak kekayaan dianggap sebagai cara paling efektif untuk menambal defisit anggaran negara bagian yang cukup besar, terutama dengan tingginya konsentrasi miliarder di Silicon Valley.

Namun, bagi para miliarder seperti Page, aturan ini dianggap sebagai ancaman serius terhadap akumulasi kekayaan pribadi mereka. Mereka khawatir kebijakan tersebut dapat menciptakan preseden buruk yang diikuti oleh negara bagian lain di Amerika Serikat.

Kantor Keluarga dan Entitas Bisnis Pindah ke Delaware

Salah satu langkah paling signifikan yang diambil Page adalah memindahkan kantor keluarga yang mengelola asetnya, Koop. Koop telah secara resmi keluar dari California sejak akhir Desember 2025 dan kini terdaftar di Delaware.

Delaware, yang dikenal sebagai surga korporasi di AS, menawarkan regulasi bisnis yang lebih longgar dan struktur perpajakan yang sangat menguntungkan bagi entitas besar. Perpindahan kantor ini menggarisbawahi upaya Page untuk mencari yurisdiksi yang lebih ramah fiskal.

Tak hanya kantor keluarga, Page juga mengkonversi beberapa entitas penting lainnya ke Delaware. Ini termasuk Flu Lab LCC, sebuah perusahaan yang mendanai riset untuk menangkal influenza dan sebelumnya terdaftar berkantor di Florida.

Selain itu, One Aero, yang berfokus pada bisnis mobil terbang milik Page, juga dikonversi dan didaftarkan di Florida. Bahkan, perusahaan aviasi Page, Dynatomics, turut serta dalam eksodus aset ini menuju Delaware.

Eksodus Para Raksasa Teknologi Menentang Aturan Pajak

Keputusan Larry Page untuk meninggalkan California mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan elite Silicon Valley. Page sendiri dilaporkan telah memberi tahu beberapa orang mengenai rencananya meninggalkan California secara permanen, didorong oleh ancaman aturan pajak baru tersebut.

Laporan dari Business Insider menyebutkan bahwa Page kini tidak lagi berada di California, menandakan bahwa ia telah sepenuhnya memutus hubungan domisili yang berpotensi membuatnya terikat pada kewajiban pajak baru tersebut.

Beberapa nama besar lain juga telah menyuarakan penentangan keras terhadap usulan pajak ini. Di antaranya adalah David Sacks, Palmer Luckey, dan Alexis Ohanian. Mereka berpendapat bahwa pajak kekayaan akan menghambat inovasi dan mendorong para pengusaha sukses untuk mencari yurisdiksi yang lebih ramah investasi.

Perpindahan aset dan domisili ini menunjukkan betapa sensitifnya para miliarder terhadap perubahan kebijakan fiskal. Mereka siap melakukan manuver kompleks dan memindahkan seluruh operasi bisnis mereka demi memastikan kekayaan mereka tetap terlindungi dari potongan pajak yang signifikan.