Uptodai.com - Kiprah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. di kancah global semakin serius. Dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, perusahaan pelat merah ini mengambil peran strategis untuk memastikan Telkom dorong Indonesia Digital Hub kelas dunia. Langkah ini dilakukan melalui penguatan infrastruktur konektivitas dan pencarian kemitraan yang berfokus pada keberlanjutan energi.

Direktur Utama Telkom, Dian Rachmawan, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi pasar digital yang luar biasa besar. Dengan lebih dari 220 juta pengguna digital, pasar domestik ini menjadi incaran utama bagi para investor global dan perusahaan hyperscale. Oleh karena itu, Telkom berkomitmen penuh untuk menjadi fasilitator utama dalam ekosistem digital tersebut, sekaligus menempatkan RI sebagai pusat data regional.

Memperkuat Fondasi Konektivitas Digital Nasional

Telkom secara agresif terus membangun dan memperkuat infrastruktur digital fisik di seluruh penjuru negeri. Pembangunan ini mencakup layanan data center modern, jaringan kabel bawah laut yang masif, hingga infrastruktur menara telekomunikasi dan satelit. Seluruh upaya ini merupakan fondasi vital agar Indonesia siap menjadi pusat pertukaran data regional.

Dian menambahkan bahwa saat ini Indonesia sudah “well connected” dengan jaringan global. Kami telah memiliki sovereign cable yang menghubungkan Indonesia secara langsung dengan seluruh benua di dunia. Ketersediaan kabel berdaulat ini memungkinkan lalu lintas data berjalan lancar dan efisien, menjadikannya prasyarat penting untuk status Digital Hub.

Mencari Solusi Energi Terbarukan Infrastruktur Digital

Isu keberlanjutan menjadi agenda utama yang dibawa Telkom ke WEF 2026. Dalam forum bergengsi tersebut, Telkom secara spesifik mengincar kerja sama dalam pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Kemitraan ini sangat krusial sebagai sumber energi utama bagi pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan.

Kebutuhan energi pada infrastruktur digital, terutama data center, memang sangat masif. Dian mengungkapkan bahwa tanpa penggunaan energi terbarukan, dampak negatif terhadap lingkungan akan signifikan. Oleh karena itu, Telkom mencari mitra yang dapat memberikan solusi EBT, khususnya untuk memenuhi keperluan daya yang sangat besar pada fasilitas data center.

Langkah proaktif ini menunjukkan keseriusan Telkom dalam memadukan pertumbuhan ekonomi digital dengan tanggung jawab lingkungan. Mereka ingin memastikan bahwa ekspansi data center tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga sejalan dengan komitmen global terhadap penurunan emisi karbon.

Kriteria Kemitraan yang Sejalan dengan Visi BUMN

Pencarian investor atau mitra yang dilakukan Telkom tidak semata-mata didasarkan pada keuntungan finansial. Dian menegaskan bahwa mitra yang dicari harus sejalan dengan visi dan misi Telkom sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kepentingan stakeholder utama, yakni Danantara.

“Bagi kami, yang terpenting adalah kecocokan sebagai partner, membawa keuntungan, dan secara visi harus sama,” jelas Dian. Ia menekankan bahwa sebagai perusahaan negara, Telkom tidak melulu mencari untung. Dampak yang dihasilkan terhadap masyarakat dan negara harus jauh lebih besar daripada sekadar profit.

Pemanfaatan WEF 2026 ini menjadi platform ideal bagi Telkom untuk mempromosikan potensi Indonesia sebagai Digital Hub. Dengan pasar domestik yang kuat, konektivitas global yang terjamin, serta komitmen terhadap energi bersih, Telkom siap membuka pintu bagi investasi hyperscale yang akan memacu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.