Benarkah AirPods Picu Kanker Otak? Ini Kata Ahli Syaraf
Uptodai.com - Isu mengenai potensi bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh perangkat nirkabel, khususnya earphone Bluetooth seperti AirPods, telah menjadi perbincangan panas di jagat maya. Kekhawatiran utama yang sering disuarakan adalah benarkah AirPods picu kanker otak akibat paparan radiasi yang letaknya sangat dekat dengan kepala.
Meskipun kekhawatiran ini terdengar mengkhawatirkan, seorang pakar bedah syaraf terkemuka, Dr. Jay Jagannathan, memastikan bahwa klaim tersebut tidak didukung oleh landasan ilmiah yang kuat. Ia, yang merupakan neurosurgeon bersertifikat dengan spesialisasi bedah otak dan tulang belakang, sering menerima pertanyaan serupa dari pasien yang panik.
“Saya menangani pasien kanker otak sepanjang karier saya, jadi saya paham betul mengapa isu soal ‘radiasi dekat otak’ bisa membuat orang panik,” ujar Dr. Jagannathan. “Namun, jika kita benar-benar mengacu pada sains, ada tiga hal yang jauh lebih penting daripada klaim viral, yaitu dosis, jenis paparan, dan konteks penggunaan di dunia nyata.”
Memahami Jenis Radiasi: Kunci Keamanan AirPods
Dr. Jagannathan menjelaskan bahwa kunci untuk meredakan kekhawatiran ini terletak pada pemahaman dasar tentang jenis radiasi yang dipancarkan oleh perangkat Bluetooth. AirPods dan perangkat sejenisnya menggunakan gelombang radio non-ionisasi.
Jenis radiasi ini secara fundamental berbeda dari radiasi pengion, seperti sinar-X atau sinar gamma, yang memiliki energi cukup untuk merusak ikatan kimia dan DNA dalam sel. Radiasi non-ionisasi, seperti yang digunakan Bluetooth, tidak memiliki energi yang memadai untuk menyebabkan kerusakan genetik.
Ahli syaraf tersebut menekankan bahwa Bluetooth menggunakan sinyal radiofrekuensi (RF) non-ionisasi pada tingkat yang jauh lebih rendah. Tingkat paparan ini bahkan sudah dipelajari selama puluhan tahun dalam konteks penggunaan ponsel.
Dosis Paparan Jauh Lebih Rendah dari Ponsel
Banyak klaim yang beredar di internet keliru menyederhanakan masalah ini, seolah AirPods adalah oven microwave mini yang diletakkan di dekat otak. Padahal, pemahaman tersebut mencampuradukkan jenis radiasi dan dampaknya.
Menurut Dr. Jagannathan, AirPods justru memaparkan pengguna pada radiasi RF yang jauh lebih kecil dibandingkan ponsel. Hal ini karena ponsel harus memancarkan sinyal yang lebih kuat untuk mencapai menara seluler yang jaraknya jauh, sementara AirPods hanya perlu berkomunikasi dengan ponsel yang berada dalam jarak dekat.
“Perkiraan paparan AirPods berkisar 10 hingga 400 kali lebih rendah dibandingkan ponsel,” tegasnya. “Jika memang ada sinyal kuat yang berbahaya yang berpotensi membuat AirPods picu kanker otak, kita seharusnya sudah lebih dulu melihat dampaknya yang masif dari penggunaan ponsel yang sudah ada sejak lama.”
Meluruskan Mitos Studi Tikus yang Sering Dijadikan Rujukan
Salah satu sumber kepanikan yang sering dikutip adalah “studi tikus terkenal” yang konon mengaitkan radiasi RF dengan kanker. Studi ini diterbitkan pada tahun 2018 oleh National Toxicology Program (NTP) di Amerika Serikat.
Dalam penelitian tersebut, tikus memang dipaparkan pada radiasi RF dalam tingkat yang sangat tinggi, jauh melampaui kondisi penggunaan manusia sehari-hari. Hasilnya menunjukkan sedikit peningkatan tumor jantung langka pada tikus jantan, sementara tikus betina tidak menunjukkan pola yang sama.
Dr. Jagannathan dengan tegas menekankan bahwa hasil studi hewan tidak bisa langsung diterjemahkan ke manusia. Ada beberapa alasan kuat mengapa temuan ini tidak relevan dengan penggunaan AirPods.
Pertama, kondisi paparan dalam studi laboratorium sangat berbeda dari kehidupan nyata. Kedua, hasil pada hewan tidak otomatis berlaku pada biologi manusia. Ketiga, temuan tersebut tidak menunjukkan kesimpulan yang jelas dan konsisten, apalagi jika melihat tidak adanya pola serupa pada tikus betina.
Oleh karena itu, meskipun penting untuk terus melakukan penelitian, bukti ilmiah saat ini menunjukkan bahwa penggunaan perangkat Bluetooth seperti AirPods berada dalam batas aman yang telah ditetapkan. Kekhawatiran mengenai AirPods picu kanker otak lebih didorong oleh kecemasan publik daripada data klinis yang kredibel.