Uptodai.com - Tren gaya hidup sehat saat ini memicu munculnya kesadaran mengenai bahaya gula dalam oatmilk yang sering kali luput dari perhatian masyarakat luas. Banyak orang mulai beralih mengonsumsi susu nabati karena menganggapnya jauh lebih menyehatkan daripada susu sapi murni.

Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin justru memberikan peringatan keras terkait fenomena konsumsi susu gandum ini. Ia meminta publik agar tidak mudah tergiur dengan citra sehat yang ditawarkan oleh produk-produk berlabel nabati tersebut.

Kandungan Gula yang Tersembunyi di Balik Oatmilk

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Budi Gunadi menjelaskan bahwa bahan dasar utama oatmilk adalah sari pati gandum. Proses pengolahan bahan ini secara alami menghasilkan kadar gula yang cukup tinggi jika kita bandingkan dengan susu hewani.

“Oatmilk itu dibuat dari sari pati gandum yang kadar gulanya jauh lebih tinggi dari susu sapi murni,” tegas Budi dalam video singkatnya. Pernyataan ini sekaligus mematahkan anggapan populer bahwa semua produk nabati pasti memiliki kalori yang lebih rendah.

Masyarakat perlu memahami bahwa proses pemecahan karbohidrat dalam gandum menjadi cairan sering kali meningkatkan indeks glikemik produk tersebut. Hal inilah yang kemudian memicu lonjakan kadar gula darah jika seseorang mengonsumsinya secara berlebihan setiap hari.

Jangan Terkecoh Label Vegan dan Plant-Based

Menkes mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan tidak langsung percaya pada embel-embel “vegan” atau “plant-based”. Label-label pemasaran tersebut sering kali membuat konsumen mengabaikan informasi nilai gizi yang sebenarnya tertera pada kemasan produk.

Ketidaktahuan ini dapat menyebabkan seseorang menumpuk asupan gula tanpa mereka sadari dalam jangka waktu panjang. Budi menekankan bahwa istilah ramah lingkungan atau nabati bukan berarti produk tersebut otomatis bebas dari risiko gangguan kesehatan.

Masyarakat harus mulai membiasakan diri membaca tabel nutrisi sebelum membeli produk alternatif susu. Langkah sederhana ini sangat penting untuk memastikan bahwa tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa yang melampaui batas kebutuhan harian.

Tambahan Sirup pada Minuman Kekinian Semakin Berisiko

Tren mencampur oatmilk ke dalam kopi atau berbagai minuman kekinian lainnya juga menjadi sorotan tajam sang menteri. Banyak barista di kedai kopi yang menambahkan berbagai jenis sirup manis untuk meningkatkan cita rasa minuman agar lebih digemari pelanggan.

“Apalagi kalau kita minum kopi, barista itu suka nambahin segala macam sirup yang di-pump begitu kan? Enak sih, tapi bukannya makin sehat, malah makin numpuk gula dan kalorinya di badan kita,” ujar Budi dengan nada mengingatkan.

Penambahan pemanis buatan ini justru membuat total kalori dalam satu gelas minuman meningkat drastis. Alih-alih mendapatkan manfaat kesehatan dari susu gandum, kebiasaan ini justru berpotensi memicu masalah metabolisme dan obesitas di masa depan.

Pentingnya Bersikap Kritis Terhadap Tren Kesehatan

Budi Gunadi berharap masyarakat bisa lebih kritis dalam memilih apa pun yang mereka konsumsi sehari-hari. Mengikuti tren tanpa melakukan riset mendalam hanya akan merugikan kondisi fisik serta menguras kantong tanpa hasil yang nyata.

Ia menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa substitusi bahan makanan yang mahal tidak akan berguna jika racikannya tetap buruk bagi tubuh. Kesadaran akan nutrisi dan pola makan seimbang tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kebugaran di tengah gempuran tren gaya hidup modern.

“Percuma saja kalian mengeluarkan uang lebih banyak untuk opsi substitusi jika racikannya tetap tinggi kalori,” pungkas Menkes Budi. Pesan ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tetap mengedepankan logika kesehatan di atas sekadar gaya hidup kekinian.