Reputasi Cha Eun-woo Tersandung Skandal Pajak, Karier di Ujung Tanduk
Uptodai.com - Dunia hiburan Korea Selatan kembali dikejutkan oleh kabar tak sedap. Reputasi aktor sekaligus anggota grup K-Pop ASTRO, Cha Eun-woo tersandung skandal pajak yang nilainya sangat fantastis. Laporan dugaan penggelapan pajak ini mencuat ke publik, membuat citra sang bintang berada di ujung tanduk.
Kasus ini melibatkan penyelidikan intensif oleh Badan Pajak Nasional Korea Selatan (NTS) atas dugaan penggelapan pajak senilai 20 miliar won, atau setara dengan Rp 229 miliar. Angka tersebut menjadikan audit pajak ini sebagai salah satu yang terbesar yang pernah ditujukan kepada seorang figur publik di Korea.
Cha Eun-woo Tersandung Skandal Pajak dan Respons Merek Global
Begitu kabar mengenai penyelidikan NTS menyebar luas, publik segera melancarkan kritik tajam. Sentimen negatif ini dengan cepat memicu apa yang dikenal sebagai ‘cancel culture’ di ranah digital, memaksa merek-merek besar yang menggandeng Cha Eun-woo mengambil langkah darurat.
Sejumlah merek yang menjadikan aktor ini sebagai duta global (brand ambassador) mulai menghapus konten promosi yang menampilkan wajahnya. Tindakan cepat ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar Korea terhadap isu kepatuhan hukum dan moralitas publik yang melibatkan selebriti.
Konten Promosi Dihapus dan Diprivatisasi
Salah satu merek yang paling cepat bereaksi adalah Abib, perusahaan perawatan kulit terkemuka. Pada Kamis (22/1), media Korea melaporkan bahwa Abib telah mengubah status video promosi yang menampilkan Cha Eun-woo di YouTube menjadi video pribadi.
Pengunjung yang mencoba mengakses video tersebut kini hanya melihat pesan ‘Video ini tidak dapat diputar’ atau ‘Ini adalah video pribadi’. Selain itu, unggahan di akun Instagram Korea milik Abib dan pengumuman duta merek di X (sebelumnya Twitter) juga telah dihapus. Meskipun demikian, foto profilnya masih terpampang di situs web resmi merek tersebut, menandakan adanya pertimbangan hukum yang hati-hati sebelum penghapusan total.
Tidak hanya merek kecantikan, sektor keuangan pun ikut terdampak. Iklan Shinhan Bank yang menampilkan Cha Eun-woo, di mana ia menjadi model untuk layanan keuangan bank sejak awal tahun 2025, juga telah diprivatisasi dari saluran YouTube resmi mereka. Penghapusan konten ini menjadi indikasi jelas bahwa merek berusaha menjaga jarak dari kontroversi pajak yang sedang memanas.
Upaya Penundaan dan Pembelaan Fantagio
Sentimen publik semakin memburuk setelah muncul laporan tambahan mengenai permintaan penundaan dari pihak Cha Eun-woo. Dikabarkan, perwakilan sang aktor sempat meminta agar pengumuman hasil audit ditunda hingga ia menyelesaikan masa wajib militernya, yang dijadwalkan mulai 28 Juli 2025 dan berakhir pada Januari 2027.
Permintaan penundaan ini, yang dianggap publik sebagai upaya mengulur waktu, justru memperparah kecaman. Kritik juga meluas hingga menyentuh agensi manajemen Cha Eun-woo, Fantagio, yang dianggap gagal mengelola masalah keuangan artis mereka.
Menanggapi gelombang kecaman tersebut, Fantagio segera mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa masalah ini belum diputuskan atau diberitahukan secara final. Fantagio berencana untuk secara aktif menjelaskan posisi mereka melalui prosedur hukum, terutama terkait masalah interpretasi dan penerapan hukum pajak yang kompleks.
Agensi tersebut juga menjamin bahwa Cha Eun-woo akan bersikap kooperatif penuh selama proses penyelidikan berlangsung. Saat ini, perwakilan sang aktor telah secara resmi mengajukan keberatan terhadap keputusan awal NTS.
Langkah hukum yang diambil adalah pengajuan peninjauan pra-penilaian (pre-assessment review). Prosedur ini krusial karena nasib Cha Eun-woo bergantung pada hasilnya. Jika peninjauan pra-penilaian diterima, ia tidak memiliki kewajiban untuk membayar jumlah pajak tertunggak yang fantastis tersebut. Sebaliknya, jika ditolak, ia wajib melunasi kekurangan pajak senilai miliaran rupiah, yang tentu akan sangat memukul kondisi finansial dan reputasinya.