Uptodai.com - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, ada tempat di Bumi yang menawarkan tantangan iklim ekstrem yang tak tertandingi. Tempat itu adalah Yakutsk, yang secara resmi dinobatkan sebagai kota paling dingin di dunia dengan populasi yang signifikan.

Terletak jauh di timur Siberia, Rusia, kota ini seringkali menjadi sorotan karena suhu beku yang luar biasa. Saat musim dingin tiba, Yakutsk benar-benar membeku, memaksa penduduknya untuk berjuang melawan kondisi alam yang brutal.

Rekor Suhu Terendah Yakutsk yang Mencapai -64 Derajat

Menurut catatan dari Science Focus BBC, rekor suhu terendah yang dialami Yakutsk terjadi pada 5 Februari 1891. Kala itu, termometer menunjukkan angka minus 64,4 derajat Celsius (-64,4°C), sebuah angka yang hampir mustahil untuk ditinggali oleh manusia.

Meskipun rekor tersebut sudah lama, suhu harian di Yakutsk selama musim dingin tetap brutal. Pada Januari, suhu rata-rata terendah sering berada di kisaran minus 42 derajat Celsius. Kondisi ekstrem ini diperparah dengan paparan sinar matahari yang sangat minim, seringkali kurang dari empat jam per hari.

Kontras Ekstrem: Dari Dingin Membeku ke Panas Menyengat

Yang menarik, Yakutsk tidak selalu diselimuti es. Kota ini mengalami perbedaan suhu tahunan yang sangat kontras, menjadikannya salah satu tempat dengan amplitudo suhu terluas di dunia.

Ketika musim panas tiba, Yakutsk dapat terasa sangat panas. Pada bulan Juli, suhu rata-rata tertinggi bahkan mencapai 26°C. Suhu ini bahkan lebih hangat dibandingkan ibu kota Inggris, London, pada periode waktu yang sama.

Saat ini, Yakutsk dihuni oleh sekitar 355.000 penduduk. Populasi ini hampir menyamai kepadatan penduduk di Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan bahwa manusia tetap mampu beradaptasi di lingkungan yang paling keras sekalipun.

Mengapa Yakutsk Menjadi Kota Paling Dingin di Dunia?

Ada beberapa faktor geografis dan meteorologis yang menyebabkan Yakutsk menjadi begitu ekstrem. Kota ini bukan yang terdekat dengan Kutub Utara, namun posisinya yang terisolasi di daratan adalah kunci utama mengapa Yakutsk menjadi kota paling dingin di dunia.

Yakutsk terletak sekitar 725 kilometer dari Laut Okhotsk. Jarak yang sangat jauh dari lautan membuat kota ini kehilangan efek moderasi suhu yang biasanya dibawa oleh massa air, sebuah fenomena yang dikenal sebagai efek kontinental.

Selain itu, pada musim dingin, Siberia dikuasai oleh sistem tekanan tinggi yang masif, dijuluki Siberian High. Sistem tekanan tinggi ini membawa massa udara Arktik yang sangat dingin dan kering, menyebabkan periode dingin ekstrem yang berlangsung lama dan tidak terputus.

Faktor lain yang memperkuat suhu beku adalah Yakutsk dibangun di atas lapisan permafrost permanen. Permafrost adalah tanah yang membeku sepanjang tahun. Lapisan es ini bertindak sebagai isolator yang memperkuat suhu dingin di permukaan dan mencegah panas dari dalam bumi naik ke atas.

Adaptasi Hidup di Suhu Ekstrem

Meskipun menghadapi tantangan suhu yang brutal, masyarakat Yakutsk telah mengembangkan cara hidup yang unik dan tangguh. Perekonomian kota ini ditopang oleh industri pertambangan, khususnya Alrosa, perusahaan yang mengelola salah satu tambang berlian terbesar di dunia.

Infrastruktur di Yakutsk harus dibangun secara khusus untuk bertahan di atas es abadi. Rumah-rumah dan bangunan didirikan di atas tiang pancang yang menancap jauh ke dalam permafrost. Metode ini bertujuan mencegah panas dari bangunan mencairkan tanah beku di bawahnya, yang dapat menyebabkan struktur bangunan ambruk.

Bagi penduduk lokal, pakaian berlapis tebal dan kulit binatang adalah kebutuhan esensial, bukan sekadar gaya hidup. Bahkan, pedagang ikan sering memamerkan dagangannya di pasar terbuka tanpa perlu pendingin, karena suhu udara sudah berfungsi sebagai freezer alami yang sangat efisien.