Uptodai.com - Kronologi Ian Rocker Kasarunk meninggal dunia menyisakan duka mendalam bagi industri musik Tanah Air setelah sang drummer mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Fatmawati. Christian Wibisono, yang akrab disapa Ian, dinyatakan wafat pada Selasa sore pukul 18.38 WIB akibat komplikasi penyakit paru-paru yang dideritanya. Kepergian mendadak ini mengejutkan banyak pihak, terutama para sahabat yang mendampingi proses perawatan medisnya sejak awal.

Ricky, salah satu sahabat terdekat almarhum, membagikan kesaksian pilu mengenai situasi darurat yang terjadi sebelum Ian tutup usia. Ia menjelaskan bahwa kondisi kesehatan sang musisi sempat mengalami penurunan drastis saat berada di rumah sakit. Ketegangan memuncak ketika pihak medis berupaya memindahkan Ian ke ruang perawatan intensif karena kondisinya yang kian mengkhawatirkan.

Kendala Kapasitas Ruang ICU yang Penuh

Berdasarkan keterangan Ricky, Ian seharusnya sudah mendapatkan penanganan di ruang ICU sejak siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, keterbatasan fasilitas membuat rencana tersebut tertunda cukup lama karena seluruh ranjang di unit tersebut sedang penuh. Almarhum akhirnya baru bisa mendapatkan akses masuk ke ruang ICU pada pukul 17.30 WIB setelah menunggu beberapa jam.

Proses pemindahan pasien dari ruang perawatan biasa menuju ICU ternyata menjadi momen yang sangat krusial sekaligus berisiko tinggi. Ricky menceritakan bahwa saat itu petugas medis harus bergerak cepat untuk memindahkan tubuh Ian ke ranjang khusus. Sayangnya, dalam proses transisi yang sangat singkat tersebut, saturasi oksigen dalam tubuh Ian merosot secara tajam.

Dampak Fatal Pelepasan Oksigen dalam Hitungan Detik

Penyakit paru-paru berat yang diidap oleh Ian membuat ketergantungannya terhadap alat bantu pernapasan menjadi sangat absolut. Ricky mengungkapkan bahwa pelepasan selang oksigen, meski hanya berlangsung satu hingga tiga detik untuk pindah ke tabung portabel, berdampak fatal. Tubuh sang drummer tidak mampu menoleransi jeda pasokan udara yang sangat singkat tersebut.

Saat mendampingi proses pemindahan, Ricky melihat langsung perubahan fisik yang mengerikan pada wajah sahabatnya. Ia menyaksikan mata Ian mulai mendelik ke atas dan kesadarannya menghilang seketika di atas ranjang medis. Situasi ini langsung memicu kepanikan luar biasa di koridor rumah sakit yang saat itu sedang cukup sibuk.

Suasana Panik Menjelang Waktu Berbuka Puasa

Kepanikan semakin menjadi-jadi karena insiden kritis tersebut bertepatan dengan momen menjelang buka puasa. Ricky berulang kali meneriakkan nama Ian dengan harapan sang sahabat bisa merespons, namun hasilnya nihil. Ia segera memanggil bantuan perawat dan dokter jaga yang ada di sekitar lokasi untuk segera melakukan tindakan penyelamatan darurat.

Petugas medis langsung berkerumun memberikan pertolongan pertama guna menstabilkan kondisi jantung dan pernapasan Ian. Meskipun tim medis telah berupaya maksimal, tanda-tanda vital sang musisi terus menunjukkan grafik yang melemah. Setelah berhasil dibawa masuk ke dalam ruang ICU, detak jantung Ian dilaporkan sudah berada di titik terendah.

Kepergian Ian Rocker Kasarunk menjadi kehilangan besar bagi rekan-rekan musisi yang mengenalnya sebagai sosok yang berdedikasi. Jenazah sang drummer kini meninggalkan kenangan manis melalui karya-karya musik yang pernah ia lahirkan bersama bandnya. Pihak keluarga dan kerabat meminta doa terbaik agar almarhum mendapatkan tempat peristirahatan yang tenang.