Uptodai.com - Umi Pipik renovasi kamar cucu pertama di kediamannya sebagai bentuk suka cita menyambut kehadiran anggota keluarga baru. Momen Ramadan tahun ini terasa jauh lebih spesial bagi pendakwah kondang tersebut karena status barunya sebagai seorang nenek atau “jidah”. Ia ingin memastikan sang cucu mendapatkan kenyamanan maksimal saat berkunjung ke rumahnya nanti.

Kehadiran buah hati dari pasangan Adiba Khanza dan pesepak bola Egy Maulana Vikri ini memang membawa warna baru dalam kehidupan Umi Pipik. Ia mengaku sangat antusias menyiapkan segala kebutuhan sang cucu, termasuk urusan tempat tidur. Istri mendiang Ustaz Jefri Al Buchori ini bahkan terjun langsung memantau proses perubahan fungsi salah satu ruangan di rumahnya.

Umi Pipik menjelaskan bahwa sebelumnya ruangan tersebut merupakan kamar kosong yang tidak terpakai. Namun, demi menyambut kedatangan sang cucu saat momen Lebaran dan Ramadan, ia memutuskan untuk mengubahnya secara total. Ia ingin menciptakan suasana yang hangat dan ceria bagi anggota keluarga terkecilnya tersebut.

Detail Renovasi Kamar Cucu Bertema Serba Pink

Proses pengerjaan kamar tersebut mencakup pengecatan ulang hingga penataan interior yang lebih ramah anak. Umi Pipik memilih dominasi warna pink untuk memberikan kesan lembut dan cantik di seluruh sudut ruangan. Meskipun saat ini proses pengerjaan belum sepenuhnya rampung, ia memastikan hasilnya akan sangat memuaskan.

Umi Pipik tertawa saat menceritakan betapa antusiasnya ia berperan sebagai seorang nenek yang perhatian. Ia tidak keberatan mengeluarkan biaya dan tenaga ekstra demi memberikan yang terbaik bagi cucu pertamanya. Baginya, melihat sang cucu bisa beristirahat dengan tenang di rumahnya adalah kebahagiaan yang tidak ternilai harganya.

Rencana renovasi ini juga bertujuan untuk memfasilitasi Adiba Khanza agar lebih sering menginap di rumah sang ibu. Mengingat Adiba kini sudah tinggal bersama suaminya, Umi Pipik merasa perlu menyediakan ruang khusus agar sang putri tidak merasa kerepotan saat berkunjung. Hal ini sekaligus menjadi strategi Umi Pipik agar bisa lebih sering menghabiskan waktu bersama cucunya.

Momen Ramadan dan Strategi “Menculik” Cucu

Menghadapi bulan puasa, Umi Pipik sudah menyusun jadwal agar bisa berkumpul dengan anak dan cucunya. Ia memahami kesibukan Egy Maulana Vikri sebagai atlet profesional yang sering melakukan pertandingan di luar kota. Kondisi inilah yang akan dimanfaatkan Umi Pipik untuk mengajak cucunya menginap lebih lama.

Sambil bercanda, ia menyebut akan “menculik” sang cucu jika Egy sedang tidak berada di rumah. Umi Pipik ingin memastikan bahwa Adiba tidak merasa kesepian sekaligus mendapatkan bantuan dalam menjaga sang buah hati. Kehadiran kamar baru tersebut tentu akan mempermudah rencananya untuk menjaga kedekatan antar generasi.

Keluarga besar ini berencana menghabiskan lebih banyak waktu bersama selama bulan suci untuk mempererat tali silaturahmi. Umi Pipik merasa bersyukur karena Ramadan tahun ini ia tidak lagi hanya berfokus pada ibadah personal, tetapi juga menikmati peran barunya. Kebahagiaan ini ia bagikan sebagai bentuk rasa syukur atas berkah keturunan yang diberikan Tuhan.

Kekaguman Umi Pipik pada Pola Asuh Adiba Khanza

Di balik persiapan fisik berupa kamar baru, Umi Pipik menyimpan rasa bangga yang mendalam terhadap kemandirian Adiba Khanza. Ia mengungkapkan bahwa putrinya tersebut memilih untuk mengurus buah hatinya secara mandiri tanpa bantuan pengasuh atau baby sitter. Adiba dan Egy sepakat untuk turun tangan langsung dalam setiap proses pertumbuhan anak mereka.

Umi Pipik sempat merasa terharu melihat perubahan sikap Adiba yang kini sangat keibuan dan telaten. Ia teringat masa-masa ketika Adiba masih kecil, namun kini sang putri justru sudah sangat mahir mengganti popok hingga memandikan bayi. Kerja sama antara Adiba dan Egy dalam berbagi tugas domestik juga mendapat pujian dari sang pendakwah.

Meskipun pada minggu pertama setelah melahirkan Umi Pipik sempat membantu memandikan bayi, kini Adiba sudah memegang kendali penuh. Keputusan untuk tidak menggunakan jasa pengasuh didasari oleh keinginan kuat Adiba untuk membangun ikatan batin yang kuat dengan anak pertamanya. Umi Pipik sepenuhnya mendukung keputusan tersebut dan hanya bertindak sebagai pendukung saat dibutuhkan.