Uptodai.com - Waktu terbaik olahraga saat puasa sering menjadi perdebatan bagi mereka yang ingin tetap aktif menjaga kebugaran di bulan Ramadan. Banyak orang merasa ragu untuk bergerak karena khawatir tubuh akan menjadi lemas dan mengganggu kelancaran ibadah puasa. Padahal, aktivitas fisik yang terukur justru membantu metabolisme tetap stabil dan menjaga stamina sepanjang hari.

Pakar kesehatan menekankan bahwa kunci utama berolahraga di bulan suci terletak pada pengaturan durasi dan intensitas. Jika dilakukan dengan benar, olahraga tidak akan menguras energi secara berlebihan, melainkan memberikan kesegaran bagi tubuh. Dokter Umum dari Halovit, dr. Annisa Kartikasari, memberikan panduan mengenai kapan momen paling ideal untuk mulai bergerak.

Manfaat Olahraga Menjelang Waktu Berbuka

Dr. Annisa menjelaskan bahwa waktu terbaik olahraga saat puasa adalah sekitar 30 menit sebelum azan Magrib berkumandang. Pada periode ini, tubuh manusia biasanya sudah menghabiskan sebagian besar cadangan energi harian yang berasal dari makanan sahur. Kondisi tersebut memaksa tubuh untuk mulai membakar glukosa dan lemak yang tersimpan di dalam jaringan sebagai sumber bahan bakar utama.

Latihan fisik pada waktu ini tergolong sangat efektif, terutama bagi individu yang memiliki target untuk menurunkan berat badan. Keuntungan lainnya adalah energi yang hilang selama latihan dapat segera tergantikan saat waktu berbuka tiba. Dengan demikian, risiko mengalami hipoglikemia atau kekurangan gula darah yang ekstrem dapat diminimalisir dengan baik.

Apabila kondisi fisik seseorang cukup prima, durasi olahraga bisa ditambah hingga satu jam sebelum berbuka puasa. Namun, dr. Annisa mengingatkan bahwa durasi 30 menit sebenarnya sudah sangat cukup bagi kebanyakan orang untuk mempertahankan kebugaran. Fokus utama selama Ramadan bukanlah mengejar performa maksimal, melainkan menjaga otot tetap aktif dan sirkulasi darah tetap lancar.

Mengatur Intensitas dan Jenis Latihan

Selain masalah waktu, penyesuaian intensitas latihan menjadi faktor krusial agar tubuh tidak mengalami kelelahan yang berlebihan. Coach Pilates BASI Master Certified, Lely Natalia, menyarankan agar masyarakat mengurangi beban latihan mereka selama bulan Ramadan. Penurunan intensitas sebesar 30 persen hingga 40 persen dari porsi latihan biasanya sangat dianjurkan untuk menjaga keseimbangan energi.

Lely menekankan pentingnya memprioritaskan kualitas gerakan dibandingkan kuantitas atau beban yang berat. Jenis olahraga low impact atau intensitas rendah seperti pilates dan yoga menjadi pilihan yang sangat bijak sebelum berbuka. Gerakan-gerakan ini membantu menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot tanpa memicu keluarnya keringat secara berlebihan yang berisiko menyebabkan dehidrasi.

Bagi mereka yang tetap ingin melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, Lely menyarankan untuk melakukannya setelah berbuka puasa. Setelah tubuh mendapatkan asupan energi dan cairan yang cukup, fisik akan lebih siap menerima beban latihan yang lebih berat. Jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan dan pendinginan guna mencegah risiko cedera otot yang tidak diinginkan.

Pentingnya Nutrisi Sahur dan Hidrasi

Keberhasilan menjalankan tips olahraga saat puasa agar tidak lemas juga sangat bergantung pada pola makan saat sahur. Dr. Annisa mengingatkan agar siapa pun yang ingin tetap berolahraga tidak pernah melewatkan makan sahur. Nutrisi yang dikonsumsi pada pagi buta merupakan modal utama bagi tubuh untuk bertahan hingga sore hari.

Asupan karbohidrat kompleks, protein berkualitas, dan lemak sehat saat sahur berperan besar dalam menyediakan energi yang stabil. Selain itu, kecukupan cairan menjadi hal yang mutlak dan tidak boleh diabaikan untuk mencegah dehidrasi. Masyarakat perlu menerapkan pola minum yang teratur antara waktu berbuka hingga sahur agar keseimbangan elektrolit tetap terjaga.

Terakhir, sangat penting bagi setiap individu untuk selalu mendengarkan sinyal yang diberikan oleh tubuh sendiri. Jika saat berolahraga muncul gejala seperti pusing kepala, keringat dingin, jantung berdebar kencang, atau sesak napas, segera hentikan aktivitas tersebut. Memaksakan diri saat kondisi fisik menurun hanya akan membahayakan kesehatan dan mengganggu kelancaran ibadah puasa Anda.