Uptodai.com - Banjir bandang Nairobi Kenya yang dipicu hujan dahsyat sejak Sabtu (7/3/2026) telah merenggut sedikitnya 23 nyawa warga setempat. Bencana alam ini tidak hanya menghancurkan pemukiman padat penduduk, tetapi juga melumpuhkan total operasional bandara utama di ibu kota tersebut.

Tim penyelamat bekerja ekstra keras di tengah genangan air yang masih tinggi untuk mengevakuasi warga yang terjebak. Polisi setempat melaporkan bahwa banyak korban ditemukan di dalam kendaraan yang terseret arus deras di kawasan Grogan dan distrik industri sekitarnya.

Pemandangan memilukan terlihat di sepanjang jalan protokol yang kini berubah menjadi aliran sungai berlumpur. Truk-truk polisi tampak menavigasi lingkungan yang tergenang untuk mengambil jenazah dari gang-gang sempit yang dipenuhi puing bangunan.

Dampak Kerusakan dan Kelumpuhan Transportasi Udara

Keganasan banjir bandang Nairobi Kenya ini memaksa otoritas penerbangan mengalihkan sejumlah jadwal penerbangan internasional. Kondisi cuaca yang sangat buruk membuat jarak pandang di landasan pacu menurun drastis dan membahayakan keselamatan penumpang.

Para calon penumpang terpaksa tertahan di terminal bandara karena akses jalan menuju fasilitas tersebut terputus total. Pihak otoritas memprediksi gangguan jadwal ini akan terus berlangsung hingga Senin (9/3/2026) malam sesuai prakiraan cuaca terbaru.

Banyak kendaraan pribadi dan transportasi umum yang terbalik atau hanyut terbawa arus saat mencoba menerjang genangan. Beberapa penumpang dilaporkan tidak sempat menyelamatkan diri karena debit air naik dengan sangat cepat dalam hitungan menit.

Kesaksian Penyintas di Tengah Kepanikan

John Mwai, seorang pengemudi bus di Nairobi, menceritakan pengalaman mencekam saat kendaraannya terjebak di tengah kemacetan parah. Ia menyaksikan sendiri bagaimana air mulai masuk ke dalam kabin bus dan memicu kepanikan luar biasa di antara para penumpang.

Mwai bersama para penumpang pria akhirnya berinisiatif membentuk rantai manusia untuk mengevakuasi kelompok rentan. Mereka memprioritaskan perempuan dan anak-anak agar bisa mencapai bangunan yang lebih tinggi sebelum bus benar-benar terendam air.

Sektor ekonomi mikro juga mengalami pukulan telak akibat bencana yang datang tiba-tiba ini. Maryanne Akoth, seorang pedagang makanan lokal, mengaku kehilangan seluruh harta benda dan modal usahanya dalam sekejap mata.

Upaya Pemulihan dan Peringatan Cuaca Ekstrem

Maryanne menceritakan bahwa kios miliknya hancur total beserta stok barang dagangan dan tabungan yang ia simpan di sana. Kecepatan arus air membuatnya tidak memiliki waktu sedikit pun untuk menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.

Pemerintah setempat memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan besar masih akan terus bertambah. Hal ini mengingat masih banyak laporan warga hilang yang belum ditemukan di area-area yang sulit dijangkau oleh tim SAR.

BMKG setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan mengguyur wilayah Kenya. Koordinasi lintas sektor kini difokuskan pada penyaluran bantuan logistik dan pembersihan puing-puing pasca bencana.