Uptodai.com - Bencana banjir bandang di Peru kini memasuki fase kritis setelah hujan lebat mengguyur wilayah Arequipa sejak awal pekan ini. Aliran air yang membawa material lumpur dan bebatuan besar menyapu pemukiman warga hingga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang sangat masif.

Foto udara dari lokasi kejadian memperlihatkan pemandangan memilukan berupa deretan mobil yang terkubur dalam timbunan lumpur pekat. Banyak kendaraan terjebak di tengah jalan raya yang kini terputus total akibat terjangan tanah longsor dari lereng perbukitan di sekitarnya.

Kondisi ini membuat ribuan masyarakat terisolasi karena akses transportasi darat lumpuh sepenuhnya. Tim penyelamat terus berupaya menjangkau titik-titik terparah meskipun cuaca ekstrem masih membayangi sebagian besar wilayah negara tersebut.

Kondisi Darurat di Wilayah Arequipa

Musibah ini merupakan kelanjutan dari badai dahsyat yang sebelumnya menerjang pada Kamis, 19 Februari 2026. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa sedikitnya dua orang kehilangan nyawa dalam insiden awal tersebut sebelum intensitas hujan semakin meningkat drastis.

Selain menelan korban jiwa, terjangan air bah juga menghancurkan ratusan rumah warga dan fasilitas publik. Banyak keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dengan peralatan seadanya karena harta benda mereka habis tersapu banjir.

Gubernur Regional Arequipa, Rohel Sanchez Sanchez, telah bergerak cepat dengan menghubungi pemerintah pusat di Lima. Ia mendesak agar pemerintah nasional segera menetapkan status darurat militer guna mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan logistik.

Ratusan Distrik Lumpuh Total

Berdasarkan laporan terbaru dari Dewan Menteri Peru, cakupan wilayah yang terdampak bencana ini ternyata sangat luas. Lebih dari 700 distrik di seluruh negeri kini berada dalam status darurat bencana yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah.

Angka tersebut merepresentasikan hampir separuh dari total distrik yang ada di seluruh wilayah kedaulatan Peru. Skala kerusakan yang begitu besar menuntut koordinasi lintas sektoral agar dampak sosial dan ekonomi tidak semakin memburuk bagi warga terdampak.

Pemerintah kini memfokuskan sumber daya untuk membuka kembali jalur-jalur logistik yang tertutup material longsor. Tanpa akses jalan yang memadai, pasokan bahan pangan dan obat-obatan akan sulit menjangkau wilayah-wilayah terpencil di pegunungan Andes.

Upaya Pemulihan dan Bantuan Alat Berat

Gubernur Sanchez menekankan pentingnya kehadiran alat berat dari berbagai kementerian untuk menangani timbunan lumpur di jalan raya. Ia secara spesifik meminta dukungan dari Kementerian Transportasi, Pertanian, serta Perumahan untuk mengirimkan ekskavator dan buldoser.

Alat-alat berat tersebut sangat krusial untuk membersihkan puing-puing bangunan dan kendaraan yang menyumbat aliran air. Upaya pemulihan ini diharapkan dapat berjalan lebih cepat sebelum badai susulan kembali menerjang wilayah pesisir dan pegunungan.

Sementara itu, lembaga meteorologi setempat memprediksi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi hingga 24 Februari. Warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan lereng bukit diminta untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Situasi di Peru saat ini menjadi peringatan nyata mengenai dampak perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Komunitas internasional kini mulai memantau perkembangan situasi untuk memberikan kemungkinan bantuan kemanusiaan bagi para penyintas.