Ini Daftar Bantuan Bencana Sumatra KKP dan Kementan yang Ditebar
Uptodai.com - Banjir dan bencana alam yang melanda wilayah Sumatra memicu respons cepat dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Pertanian (Kementan). Daftar bantuan bencana Sumatra KKP Kementan menunjukkan koordinasi lintas sektor yang masif dan terencana.
Penanganan darurat ini tidak hanya berfokus pada evakuasi, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan psikologis masyarakat. Kedua kementerian tersebut mengerahkan aset utama mereka untuk memastikan logistik sampai ke titik terdampak, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mitigasi bencana.
KKP Membentuk Satgas Khusus dan Kerahkan Armada Pengawas
Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono, menegaskan bahwa KKP segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus begitu bencana melanda. Satgas yang diberi nama ‘KKP Aksi Tanggap dan Peduli Bencana Sumatra’ ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal PSDKP sebagai Komandan Satgas.
Langkah taktis awal yang diambil adalah mendirikan posko tanggap bencana di tiga lokasi strategis. Posko tersebut berada di Pangkalan PSDKP Lampulo Aceh, PPN Sibolga Sumatra Utara, dan BPSPL Padang Sumatra Barat, berfungsi sebagai pusat kendali operasi kemanusiaan dan distribusi logistik.
Trenggono menjelaskan, armada yang biasanya digunakan untuk pengawasan perikanan dialihfungsikan sementara untuk misi kemanusiaan. Kapal pengawas dan pesawat air surveillance dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi logistik di daerah yang sulit dijangkau.
Jenis bantuan yang disalurkan KKP sangat beragam, mencakup bahan makanan, air bersih, obat-obatan, dan pakaian layak pakai. Selain itu, KKP secara spesifik menyumbang ikan beku dan ikan kaleng untuk memastikan pemenuhan gizi pengungsi tetap terjaga, serta menyediakan sumur air bersih yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana.
Ribuan Taruna KKP Turun Tangan Beri Trauma Healing
Selain aset fisik seperti kapal dan pesawat, KKP juga mengirimkan sumber daya manusia dalam jumlah besar ke lokasi bencana. Sebanyak 1.142 taruna dan taruni dari berbagai satuan pendidikan KKP diterjunkan langsung untuk membantu pekerjaan lapangan yang membutuhkan tenaga ekstra.
Mereka berasal dari Politeknik AUP, Dumai, Karawang, Sidoarjo, dan lokasi pendidikan lainnya. Tugas utama para taruna ini meliputi pembersihan fasilitas umum, rehabilitasi lingkungan, serta yang krusial, memberikan layanan trauma healing kepada masyarakat terdampak.
Dukungan Logistik Besar-besaran dari Kementan
Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) turut memperkuat upaya penanganan darurat melalui dukungan logistik yang masif. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa bantuan lintas kementerian telah dihimpun untuk mempercepat respons di wilayah banjir.
Pada tahap pertama, tepatnya 5 Desember 2025, bantuan senilai total Rp34,8 miliar disalurkan menggunakan KRI Banda Aceh dan pesawat Hercules. Total donasi yang terkumpul mencapai Rp74,85 miliar, menunjukkan skala bantuan yang signifikan yang difokuskan pada kebutuhan mendesak.
Selanjutnya, pada tahap kedua (12 Desember 2025), KRI Surabaya-936 diberangkatkan untuk mengangkut sisa bantuan tahap I. Kapal tersebut memuat 104 unit kendaraan dan 72 paket bantuan logistik vital. Keberangkatan kapal ini dilakukan pada 13 Desember 2025, menandai kelanjutan distribusi bantuan Trenggono Amran yang terencana untuk pemulihan pasca bencana.