Uptodai.com - Isu mengenai lonjakan harga BBM Pertamax April 2026 yang dikabarkan naik drastis mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Kabar yang beredar luas melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp dan unggahan di X (Twitter) tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi pembengkakan biaya transportasi harian.

Narasi yang viral tersebut menyebutkan bahwa harga jual bahan bakar minyak (BBM) non subsidi akan mengalami penyesuaian besar-besaran mulai awal bulan depan. Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah harga Pertamax (RON 92) yang diklaim bakal menyentuh angka Rp 17.850 per liter untuk wilayah Jabodetabek.

Pertamina Bantah Kabar Kenaikan Harga BBM

Menanggapi kegaduhan tersebut, PT Pertamina (Persero) segera memberikan klarifikasi resmi untuk menenangkan publik. VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa hingga saat ini perusahaan belum merilis daftar harga resmi untuk periode April 2026.

Baron menyatakan bahwa informasi proyeksi harga yang tersebar di media sosial tersebut sama sekali tidak memiliki dasar yang kuat. Ia juga menekankan bahwa kredibilitas data yang beredar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya oleh pihak perusahaan.

Pihak manajemen Pertamina meminta masyarakat untuk tidak mudah termakan oleh informasi yang bersifat spekulatif. Baron menjamin bahwa setiap perubahan harga akan diumumkan melalui saluran komunikasi resmi milik perusahaan agar tidak menimbulkan simpang siur di tengah masyarakat.

Rincian Harga BBM yang Viral di Media Sosial

Dalam pesan berantai yang beredar, kenaikan tidak hanya menyasar Pertamax, tetapi juga merembet ke jenis BBM nonsubsidi lainnya. Pertamax Green (RON 95) misalnya, dikabarkan akan dibanderol seharga Rp 19.150 per liter mulai April mendatang.

Sementara itu, varian Pertamax Turbo (RON 98) disebut-sebut akan mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 19.450 per liter. Angka-angka ini menunjukkan selisih yang cukup signifikan dibandingkan dengan harga yang berlaku pada periode Maret 2026.

Sektor kendaraan bermesin diesel juga tidak luput dari sasaran rumor tersebut. Harga Pertamina Dex diproyeksikan melonjak ke angka Rp 23.950 per liter, sedangkan Dexlite dikabarkan akan dijual seharga Rp 23.650 per liter oleh para penyebar informasi hoaks tersebut.

Kementerian ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap

Selain jenis nonsubsidi, nasib harga BBM subsidi Pertalite dan Solar juga menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung memberikan pernyataan tegas guna meredam spekulasi yang berkembang.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, tarif untuk jenis BBM tertentu akan tetap stabil dan tidak mengalami perubahan setelah tanggal 31 Maret 2026.

Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dengan mempertahankan harga energi yang terjangkau. Laode menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral terus dilakukan untuk memastikan pasokan energi nasional tetap aman tanpa harus membebani kantong rakyat.

Faktor Penentu Penyesuaian Harga BBM

Secara periodik, Pertamina memang melakukan evaluasi harga BBM nonsubsidi setiap awal bulan. Proses evaluasi ini mengacu pada tren harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang fluktuatif.

Ketegangan geopolitik di wilayah Timur Tengah seringkali menjadi pemicu utama ketidakpastian harga energi global. Namun, Pertamina selalu mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik sebelum memutuskan untuk menaikkan atau menurunkan harga di SPBU.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui situs resmi www.pertamina.com atau aplikasi MyPertamina. Dengan mendapatkan informasi dari sumber yang valid, warga dapat merencanakan konsumsi energi mereka secara lebih bijak dan terukur.