Uptodai.com - Angka US$ 722 miliar, atau setara dengan Rp 12.203,28 triliun (menggunakan kurs Rp 16.902/US$), adalah nilai fantastis yang menggambarkan Kekayaan Elon Musk Rp 12 Triliun. Kekayaan sebesar ini menempatkan pemilik Tesla dan SpaceX tersebut pada level finansial yang nyaris tidak terbayangkan oleh masyarakat umum.

Kekayaan bersih yang dimiliki Musk ini membuat perbandingan daya beli menjadi absurd. Membeli kapal pesiar mewah, pulau pribadi, atau bahkan tim olahraga profesional tidak lagi relevan sebagai pembanding. Skala kekayaan ini memaksa kita untuk berpikir jauh lebih besar, setara dengan valuasi negara atau industri raksasa.

Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa kekayaan Musk sebagian besar terikat pada kepemilikan saham di Tesla dan SpaceX. Nilai ini bersifat fluktuatif, sangat bergantung pada pergerakan pasar saham global. Jika terjadi keruntuhan pasar, valuasi hartanya bisa menurun drastis.

Skala Kekayaan Elon Musk yang Tak Terbayangkan

Forbes mencatat, dengan valuasi harta yang dimilikinya saat ini, setidaknya terdapat enam hal yang secara teoritis mampu dibeli oleh Elon Musk. Daftar ini menunjukkan betapa besarnya daya beli yang dimiliki oleh salah satu orang terkaya di dunia tersebut.

1. Memborong Properti Seluruh Negara Bagian AS

Dari sektor properti, harta kekayaan bersih Musk dapat digunakan untuk membeli setiap properti hunian di beberapa negara bagian Amerika Serikat. Sebagai contoh, ia bisa mengakuisisi seluruh properti di San Diego County, yang dikenal sebagai salah satu pasar perumahan paling mahal dan diminati di AS.

Jika diperluas, kekayaan Musk secara teoretis juga cukup untuk membeli seluruh rumah tangga di negara bagian Hawaii, yang mencakup 572.781 rumah. Bahkan, nilai US$ 716 miliar cukup untuk membeli setiap properti hunian di seluruh negara bagian Maryland, meliputi area pinggiran kota, kota besar, hingga garis pantainya.

2. Membayar Semua Kendaraan Baru di Amerika

Pada tahun 2025, jutaan kendaraan baru terjual di Amerika. Secara kolektif, total harga jual dari puluhan juta kendaraan baru tersebut masih lebih rendah dibandingkan kekayaan bersih yang dimiliki Musk.

Meskipun secara finansial ini akan menjadi investasi yang sangat buruk—mengingat mobil mengalami penyusutan nilai segera setelah keluar dari dealer—fakta ini menunjukkan daya beli yang luar biasa. Secara teoretis, satu orang mampu membeli setiap mobil baru yang dijual di AS dalam setahun penuh.

3. Menguasai Jajaran Universitas Ivy League

Total harta kekayaan Musk saat ini juga tercatat bisa membeli seluruh universitas ternama di Amerika Serikat yang tergabung dalam Ivy League. Institusi pendidikan elit ini mencakup Harvard, Yale, Princeton, Columbia, Brown, Dartmouth, Cornell, dan Penn.

Nilai kolektif dari seluruh aset, dana abadi (endowment fund), dan properti yang dimiliki oleh delapan universitas bergengsi tersebut masih berada di bawah total kekayaan Elon Musk. Hal ini menggarisbawahi betapa masifnya perbandingan kekayaan pribadi ini terhadap institusi pendidikan tertua dan terkaya di dunia.

4. Membeli Hampir Seluruh Negara Swiss

Swiss, yang terkenal dengan stabilitas ekonomi dan kekayaan alamnya, memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) yang sangat tinggi. PDB Swiss saat ini berada di kisaran US$ 800 miliar.

Dengan kekayaan bersih Musk sebesar US$ 722 miliar, ia hampir bisa membeli seluruh PDB negara Swiss. Perbandingan ini menunjukkan bahwa kekayaan pribadi Musk setara dengan aktivitas ekonomi tahunan sebuah negara maju di Eropa.

5. Mengakuisisi Tiga Raksasa Minyak Sekaligus

Sektor energi global didominasi oleh perusahaan-perusahaan minyak raksasa. Namun, kekayaan Musk mampu mengakuisisi beberapa di antaranya secara simultan.

Tiga raksasa minyak besar Amerika Serikat, yaitu ExxonMobil, Chevron, dan ConocoPhillips, masih berada dalam jangkauan finansial Musk. Valuasi gabungan dari ketiga perusahaan energi terkemuka ini masih lebih rendah daripada total harta yang dimiliki oleh pendiri Tesla tersebut.

6. Menggenggam Liga Olahraga Elit Amerika

Liga olahraga profesional di Amerika Serikat merupakan bisnis bernilai triliunan rupiah. Liga-liga ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga mesin ekonomi yang besar.

Musk secara teoretis bisa membeli tiga liga olahraga terbesar Amerika sekaligus, yaitu National Basketball Association (NBA), Major League Baseball (MLB), dan National Football League (NFL). Nilai total dari waralaba, hak siar, dan aset ketiga liga tersebut masih dapat dijangkau oleh harta fantastis Elon Musk.