Uptodai.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggandeng seluruh elemen ekosistem digital nasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus meninjau langsung pemulihan jaringan telekomunikasi pascabanjir di Aceh Tamiang, Aceh, pada Minggu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya terpadu pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, sekaligus memulihkan konektivitas sebagai penopang aktivitas masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bersama mitra swasta di lokasi terdampak bukan sekadar agenda kunjungan kerja. Sebaliknya, langkah tersebut mencerminkan komitmen negara untuk mendampingi masyarakat sejak fase tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana.

“Proses pemulihan ini harus kita lakukan bersama-sama. Kemkomdigi bersama seluruh ekosistem dan mitra hadir langsung ke lokasi, mengecek kondisi di lapangan, serta membawa bantuan untuk keluarga dan saudara-saudari kita di Aceh,” ujar Meutya Hafid dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Oleh karena itu, Kemkomdigi tidak bergerak sendiri, melainkan menggandeng berbagai pihak dari ekosistem digital nasional untuk mempercepat pemulihan, baik dari sisi kemanusiaan maupun infrastruktur komunikasi.

Dalam pelepasan bantuan kemanusiaan tersebut, sejumlah perwakilan ekosistem digital turut hadir. Mereka berasal dari Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Smart, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asperindo, serta pimpinan Lembaga Penyiaran Publik seperti RRI, TVRI, dan LKBN Antara. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat.

Menurut Meutya, sinergi antara pemerintah, BUMN, swasta, asosiasi, hingga lembaga penyiaran menjadi bukti bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Sebaliknya, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar dampaknya lebih terasa dan berkelanjutan.

Adapun bantuan logistik yang disalurkan terbilang signifikan. Sebanyak 118 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 8.000 liter diberangkatkan dan akan didistribusikan secara bertahap selama sepekan ke depan. Bantuan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak warga terhadap akses air bersih pascabanjir.

Selain air bersih, Kemkomdigi bersama mitra juga menyerahkan berbagai bantuan pendukung lainnya. Bantuan tersebut meliputi obat-obatan, pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, tenda pengungsian lengkap dengan fasilitas MCK, kelambu, pembangunan sumur bor, hingga penyediaan alat berat untuk membantu proses pembersihan wilayah terdampak.

Di sisi lain, perhatian juga difokuskan pada pemulihan jaringan telekomunikasi yang terdampak banjir. Meutya menyampaikan bahwa secara umum, pemulihan konektivitas di wilayah Aceh telah mencapai lebih dari 95 persen. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan di beberapa titik tertentu.

“Kami mengakui masih ada pekerjaan rumah, khususnya di wilayah Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Tingkat pemulihan di daerah tersebut masih berkisar antara 60 hingga 80 persen, tergantung pada ketersediaan pasokan listrik,” jelas Meutya.

Meski demikian, Kemkomdigi memastikan bahwa proses pemulihan akan terus dikawal hingga seluruh layanan telekomunikasi kembali normal. Menurut Meutya, konektivitas memiliki peran vital, tidak hanya untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga untuk mendukung distribusi bantuan, koordinasi penanganan bencana, serta pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lebih jauh, Meutya berharap kehadiran langsung pemerintah dan mitra ekosistem digital dapat memberikan dampak psikologis positif bagi warga terdampak. Dengan adanya pendampingan dan bantuan nyata, masyarakat diharapkan dapat kembali merasa aman dan perlahan menata kehidupan pascabanjir.

“Kami ingin memastikan masyarakat Aceh tidak merasa sendirian. Pemerintah hadir, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan sampai benar-benar tuntas,” tegasnya.

Ke depan, Kemkomdigi berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dengan kolaborasi yang solid, penanganan bencana diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat luas.