Uptodai.com - Aparat kepolisian mengantisipasi rencana Demo BEM UI di Bundaran HI yang dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat ini. Pengamanan ketat mulai terlihat di sekitar kawasan jantung ibu kota tersebut sejak pagi hari. Satu unit kendaraan taktis (rantis) milik Korps Brimob bersama puluhan personel kepolisian telah bersiaga di depan eks Gedung Kedutaan Besar Inggris. Penjagaan ini dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif sebelum massa aksi tiba di lokasi.

Aksi unjuk rasa yang mengusung tagar #MenujuIndonesiaBangkrut ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, mengonfirmasi bahwa rombongan mahasiswa bergerak dari arah Depok menuju kawasan Dukuh Atas terlebih dahulu. Mereka berencana menunaikan ibadah salat Jumat sebelum melakukan long march menuju titik kumpul utama di Bundaran Hotel Indonesia. Koordinasi terus dilakukan agar pergerakan massa tetap tertib dan tidak mengganggu fasilitas publik.

Yatalathof memproyeksikan sekitar 3.000 peserta akan memadati area demonstrasi siang ini. Massa tidak hanya berasal dari UI, melainkan juga gabungan dari berbagai kampus ternama seperti Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Institut Pertanian Bogor (IPB), hingga UIN Jakarta. Kehadiran aliansi lintas kampus ini menunjukkan keresahan akademis yang meluas terkait arah kebijakan ekonomi nasional saat ini. Pihak penyelenggara menegaskan bahwa aksi ini akan berjalan damai dan tertib sesuai koridor hukum.

Kritik Kebijakan Ekonomi dan Antisipasi Kemacetan Jakarta

Gerakan mahasiswa kali ini membawa isu krusial mengenai stabilitas ekonomi negara yang dinilai kian mengkhawatirkan oleh kalangan akademisi. Tagar #MenujuIndonesiaBangkrut sengaja diangkat sebagai alarm keras bagi pemerintah terkait pengelolaan utang luar negeri dan inflasi yang menekan daya beli masyarakat. Mahasiswa mendesak adanya reformasi kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil. Isu-isu sektoral ini diharapkan mendapat respons cepat dari para pembuat kebijakan di tingkat pusat.

Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas di sekitar Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin. Rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional guna mencegah kemacetan total di pusat bisnis Jakarta selama aksi berlangsung. Pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk mencari rute alternatif guna menghindari kepadatan. Petugas di lapangan juga berkomitmen mengawal jalannya penyampaian aspirasi ini agar tetap aman dan kondusif bagi semua pihak.