Uptodai.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis update korban bencana Sumatra terbaru yang sangat memilukan. Hingga Minggu (28/12/2025), total korban meninggal dunia akibat rangkaian banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra telah mencapai 1.140 jiwa.

Bencana alam masif ini menerjang wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, meninggalkan jejak kehancuran yang luas. Data ini merupakan rekapitulasi dari seluruh temuan jenazah di area terdampak selama masa tanggap darurat berlangsung, menunjukkan skala tragedi yang luar biasa.

Angka Korban Meninggal Banjir Bandang Tembus 1.140 Jiwa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi penambahan korban jiwa setelah tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jasad tambahan. Kedua korban tersebut ditemukan di wilayah Bener Meriah dan Aceh Utara, yang menjadi fokus utama operasi pencarian.

Muhari menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terus bertambah korbannya ini. Ia menekankan bahwa penambahan dua jasad tersebut secara resmi membawa total korban jiwa dari tiga provinsi terdampak menjadi 1.140 orang.

“Sekali lagi tidak henti hentinya kita memanjatkan doa dan belasungkawa yang mendalam,” ujar Muhari dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Minggu tersebut. Ia menambahkan bahwa upaya penanganan darurat terus dilakukan secara maksimal di lapangan.

Pencarian Korban Hilang Akibat Bencana Alam Terus Diintensifkan

Selain ribuan korban meninggal, BNPB juga mencatat bahwa masih terdapat ratusan warga yang belum diketahui keberadaannya. Data terkini menunjukkan ada 163 nama yang masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) hilang, sebuah angka yang masih menjadi perhatian serius.

Tim SAR gabungan, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, dan relawan lokal, terus bekerja tanpa henti di lokasi kejadian. Mereka berupaya keras untuk menekan angka korban hilang sekecil mungkin, meskipun menghadapi tantangan berat dari medan yang rusak parah.

Pencarian diprioritaskan pada area yang tertimbun longsoran tebal, terutama di kawasan perbukitan yang curam, serta sepanjang aliran sungai yang dilewati banjir bandang. Operasi ini memerlukan peralatan berat dan ketelitian tinggi mengingat kondisi tanah yang masih labil.

Fokus Penanganan dan Bantuan Kemanusiaan

Di samping upaya evakuasi dan pencarian korban hilang akibat bencana alam, pemerintah daerah bersama BNPB juga memfokuskan perhatian pada penyaluran bantuan logistik. Ribuan pengungsi saat ini tersebar di posko-posko darurat, membutuhkan pasokan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Fasilitas medis darurat juga didirikan untuk menangani korban luka dan mencegah penyebaran penyakit di lokasi pengungsian. Pemerintah menjamin bahwa bantuan kemanusiaan akan terus mengalir hingga kondisi di tiga provinsi terdampak membaik dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Peringatan dini dikeluarkan mengingat intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Sumatra masih tinggi, yang dapat memicu longsor baru dan kenaikan debit air secara tiba-tiba.