Uptodai.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memberantas pembalakan liar yang selama ini merusak hutan Indonesia. Penegasan itu disampaikan saat kunjungan langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa penertiban sudah berjalan dan tidak akan berhenti di tengah jalan.

Menurut Prabowo, praktik pembalakan ilegal bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperbesar risiko bencana alam. Oleh karena itu, pemerintah kini bergerak lebih cepat dan terkoordinasi untuk menghentikan aktivitas ilegal yang merugikan negara dan masyarakat.

Koordinasi Ketat Prabowo Tangani Pembalakan Liar

Sejalan dengan arahan Presiden, pemerintah membangun koordinasi lintas instansi untuk memperketat pengawasan pembalakan liar. Dengan demikian, setiap pelanggaran dapat segera terdeteksi dan ditindak secara hukum.

Prabowo secara tegas memerintahkan penghentian total aktivitas pembalakan tanpa izin. Bahkan, aparat penegak hukum sudah diterjunkan ke lapangan untuk memastikan kebijakan ini benar-benar berjalan. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir melindungi hutan dan keselamatan warga.

Identifikasi Perusahaan Pembalakan Ilegal di Sumatera

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi 12 perusahaan yang diduga terlibat pembalakan liar di Sumatera Utara. Temuan tersebut menjadi dasar kuat untuk penegakan hukum lanjutan.

Tak hanya itu, pengawasan juga diperluas ke Aceh dan Sumatera Barat. Wilayah-wilayah ini dinilai rawan bencana akibat kerusakan hutan, sehingga membutuhkan pengawasan ekstra dan berkelanjutan.

Izin PBPH Dicabut demi Selamatkan Hutan Indonesia

Selain penindakan hukum, pemerintah juga mengambil langkah strategis dengan mencabut izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Sekitar 20 izin dengan luas mencapai 750 ribu hektare akan dicabut.

Sebelumnya, 18 izin PBPH seluas lebih dari 526 ribu hektare telah resmi dicabut. Langkah ini dinilai krusial untuk memperbaiki tata kelola kehutanan sekaligus menekan potensi banjir dan longsor di masa mendatang.

Tim Khusus Usut Kayu Ilegal Dampak Banjir

Untuk memperkuat upaya tersebut, tim gabungan yang melibatkan Polri dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan dibentuk. Tim ini bertugas menelusuri asal-usul gelondongan kayu yang terbawa banjir di sejumlah titik.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap jaringan pembalakan ilegal dapat terungkap hingga ke akarnya. Di sisi lain, perlindungan hutan tetap menjadi prioritas utama sebagai penyangga ekosistem nasional.

Pemulihan Bencana dan Harapan ke Depan

Di tengah penertiban pembalakan liar, Prabowo memastikan pemulihan korban banjir tetap berjalan. Bantuan hunian sementara dan kebutuhan dasar telah disiapkan bagi warga terdampak.

Pemerintah optimistis, melalui langkah tegas dan konsisten ini, risiko bencana dapat ditekan. Dengan hutan yang terjaga, keselamatan masyarakat pun diharapkan lebih terjamin di masa depan.