Uptodai.com - Aparat kepolisian baru saja membongkar markas judi online Hayam Wuruk yang dikelola oleh sindikat internasional berskala besar. Operasi senyap ini mengungkap betapa terorganisirnya praktik perjudian lintas negara yang bersembunyi di balik gedung perkantoran mewah di Jakarta Pusat. Langkah tegas ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberantas ekosistem judi digital yang meresahkan masyarakat.

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memimpin langsung jalannya penggerebekan yang berlangsung dramatis tersebut. Petugas mengepung lokasi saat para operator tengah sibuk mengelola ribuan transaksi dari para pemain. Keberhasilan ini menambah daftar panjang pencapaian Satgas Judi Online dalam memutus rantai perjudian di Indonesia.

Penangkapan Ratusan WNA dalam Operasi Markas Judi Online Hayam Wuruk

Fakta pertama yang paling mengejutkan adalah keterlibatan ratusan warga negara asing (WNA) dalam operasional ilegal ini. Polisi berhasil mengamankan sedikitnya 321 WNA yang tertangkap tangan sedang mengoperasikan sistem perjudian. Mayoritas dari mereka berperan sebagai operator teknis dan layanan pelanggan untuk pasar internasional.

Berdasarkan data kepolisian, para pelaku didominasi oleh warga negara Vietnam sebanyak 228 orang. Selain itu, terdapat 57 warga China, 13 warga Myanmar, serta puluhan lainnya dari Laos, Thailand, Malaysia, hingga Kamboja. Kehadiran mereka di Indonesia diduga menggunakan visa kunjungan yang disalahgunakan untuk bekerja di sindikat judi online internasional.

Brigjen Wira Satya Triputra menjelaskan bahwa para pelaku tidak berkutik saat petugas merangsek masuk ke ruangan kerja mereka. Aktivitas mereka terpantau sangat padat, menunjukkan bahwa markas ini beroperasi selama 24 jam penuh. Polisi kini tengah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk memproses status hukum para WNA tersebut.

Pemanfaatan Dua Lantai Gedung Perkantoran Secara Terstruktur

Sindikat ini diketahui menyewa dua lantai sekaligus di sebuah gedung perkantoran kawasan Hayam Wuruk untuk menjalankan aksinya. Ruangan-ruangan tersebut disulap menjadi pusat kendali digital yang dilengkapi dengan infrastruktur jaringan internet berkecepatan tinggi. Pola operasional mereka terlihat sangat profesional layaknya perusahaan rintisan teknologi legal.

Selain menjalankan situs judi, lokasi ini juga diduga menjadi pusat aksi penipuan daring atau online scam. Para pelaku menyasar korban lintas negara dengan memanfaatkan skema manipulasi digital yang canggih. Penggunaan gedung perkantoran formal ini merupakan strategi licik untuk menghindari kecurigaan warga sekitar dan aparat keamanan.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa manajemen sindikat ini memiliki struktur organisasi yang sangat rapi. Ada pembagian tugas yang jelas antara tim IT, tim pemasaran, hingga tim keuangan yang mengelola aliran dana. Hal ini membuktikan bahwa penggerebekan judi online Bareskrim kali ini menyasar kelompok yang sudah sangat berpengalaman.

Temuan 75 Domain Situs Judi dan Barang Bukti Elektronik

Dalam penggeledahan yang berlangsung intensif, tim penyidik menemukan jejak digital yang sangat masif di lokasi kejadian. Setidaknya ada 75 domain dan website aktif yang digunakan sebagai sarana perjudian online. Situs-situs tersebut memiliki tampilan yang beragam untuk menarik minat pemain dari berbagai latar belakang negara.

Polisi juga menyita ratusan unit perangkat elektronik yang menjadi alat utama operasional sindikat. Barang bukti tersebut meliputi komputer PC, laptop berspesifikasi tinggi, hingga ribuan telepon seluler yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pemain. Semua perangkat ini kini tengah menjalani pemeriksaan forensik digital untuk melacak server utama mereka.

Selain perangkat teknologi, petugas menemukan sejumlah brankas yang berisi dokumen-dokumen penting dan paspor milik para operator. Penemuan ini mempermudah penyidik untuk memetakan jaringan distribusi dan siapa saja aktor intelektual di balik layar. Penangkapan WNA pelaku judi ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi jaringan internasional lainnya.

Penyitaan Uang Tunai dari Berbagai Mata Uang Asing

Keberhasilan operasi di markas judi online Hayam Wuruk juga dibuktikan dengan penyitaan sejumlah uang tunai dalam jumlah besar. Menariknya, uang yang ditemukan terdiri dari berbagai mata uang asing, mulai dari Dollar Amerika, Yuan, hingga Ringgit. Hal ini memperkuat dugaan bahwa perputaran uang di markas ini mencapai miliaran rupiah setiap harinya.

Aliran dana tersebut kini sedang ditelusuri oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Polisi menduga ada praktik pencucian uang yang dilakukan untuk menyamarkan hasil kejahatan judi tersebut. Penelusuran aset atau asset recovery menjadi prioritas utama agar kekayaan hasil judi tidak kembali digunakan untuk membangun jaringan baru.

Personel Brimob dengan senjata lengkap turut dikerahkan untuk menjaga ketat lokasi pasca-penggerebekan. Penjagaan ini bertujuan untuk memastikan keamanan barang bukti dan mencegah adanya intervensi dari pihak luar. Langkah pengamanan super ketat ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dibawa oleh sindikat judi internasional tersebut bagi keamanan nasional.