Internet Iran Mati Total 24 Hari, Jadi Pemadaman Terlama di Dunia
Uptodai.com - Pemadaman internet Iran terlama kini memasuki hari ke-24 dan mencatatkan rekor kelam dalam sejarah konektivitas digital global. Lembaga pemantau internet internasional, NetBlocks, mengonfirmasi bahwa pemutusan akses ini telah melampaui durasi 552 jam tanpa henti. Kondisi tersebut menempatkan Iran sebagai negara dengan gangguan jaringan paling ekstrem yang pernah tercatat secara global.
Masyarakat umum di negara tersebut hingga saat ini masih kesulitan mengakses layanan informasi mancanegara karena blokade ketat dari otoritas setempat. NetBlocks melaporkan bahwa situasi ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan tindakan sistematis yang memutus jalur komunikasi warga dengan dunia luar. Pembaruan data pada Senin (23/3/2026) menunjukkan belum ada tanda-tanda pemulihan koneksi untuk publik.
Rekor Kelam Pemadaman Internet Iran Terlama
Laporan terbaru dari NetBlocks melalui akun resmi X miliknya menyatakan bahwa situasi digital di Iran saat ini berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. “Update: Sekarang hari ke-24 pemadaman internet #Iran, dengan tindakan tersebut melewati 552 jam dan termasuk yang paling parah yang tercatat di negara mana pun,” tulis lembaga tersebut. Angka ini melampaui durasi blackout internet yang pernah terjadi di wilayah konflik lainnya.
Otoritas Iran dilaporkan menutup hampir seluruh pintu gerbang internet internasional bagi warga sipil. Langkah ini membuat arus informasi dari dalam negeri sulit keluar, begitu pula sebaliknya. Para pakar keamanan digital menilai bahwa tindakan ini merupakan salah satu bentuk kontrol informasi paling ketat yang pernah diterapkan oleh sebuah negara di era modern.
Sistem Whitelist dan Pembatasan Akses Global
Pemerintah Iran disebut hanya membuka akses internet secara sangat terbatas melalui sistem “whitelist” atau daftar izin khusus. Melalui mekanisme ini, hanya pihak-pihak tertentu yang mendapatkan restu pemerintah yang bisa terhubung dengan jaringan global. Pemadaman internet Iran terlama ini secara efektif melumpuhkan hak akses informasi bagi jutaan warga lainnya.
Konektivitas internasional tetap tidak tersedia bagi masyarakat umum sementara pihak berwenang mempertahankan kendali penuh atas lalu lintas data. Warga kehilangan akses ke platform media sosial, aplikasi pesan instan, hingga situs berita internasional yang krusial untuk komunikasi harian. Hal ini menciptakan isolasi digital yang berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat Iran.
Dampak Ekonomi dan Sosial Akibat Isolasi Digital
Selain memutus komunikasi, kebijakan ini juga menghantam sektor ekonomi digital yang mulai berkembang di negara tersebut. Banyak pelaku usaha mikro dan perusahaan rintisan yang bergantung pada layanan cloud internasional terpaksa berhenti beroperasi total. Kerugian finansial akibat pemutusan koneksi ini diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis seiring bertambahnya durasi pemadaman.
Langkah isolasi ini juga memicu kekhawatiran dari organisasi hak asasi manusia internasional terkait transparansi kondisi di lapangan. Tanpa adanya koneksi internet yang bebas, pemantauan terhadap situasi domestik menjadi sangat sulit dilakukan oleh pihak independen. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Teheran mengenai kapan akses internet akan dikembalikan ke kondisi normal bagi seluruh lapisan masyarakat.