Uptodai.com - Presiden terpilih RI, Prabowo Subianto, baru-baru ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan World Economic Forum (WEF) 2026. Dalam pidato kuncinya di hadapan para pemimpin bisnis dan politik global, Prabowo tegaskan pilih perdamaian dan persatuan sebagai fondasi utama yang membuat Indonesia tetap stabil di tengah gejolak global. Ia menyampaikan bahwa kondisi damai dan stabil yang dinikmati Indonesia saat ini bukanlah hasil dari kebetulan semata.

Kehadiran Prabowo di forum bergengsi tersebut menegaskan posisi strategis Indonesia di kancah internasional. Ia membawa pesan kuat mengenai pentingnya kohesi sosial dan menghindari polarisasi yang dapat merusak tatanan negara. Pendekatan ini dinilai sangat relevan mengingat dinamika geopolitik yang semakin memanas di berbagai belahan dunia.

Memilih Persatuan daripada Perpecahan: Kunci Stabilitas Nasional

Prabowo menjelaskan secara gamblang bahwa stabilitas yang kokoh di Indonesia merupakan buah dari keputusan sadar yang diambil oleh bangsa. “Perdamaian dan stabilitas di negara saya, Indonesia, tidak terjadi karena keberuntungan,” tegasnya di hadapan para delegasi WEF. Ia menekankan bahwa bangsa ini secara konsisten memilih persatuan daripada perpecahan dalam setiap persimpangan sejarah.

Selain itu, Indonesia selalu mengedepankan pertemanan dan dialog konstruktif, alih-alih memilih konfrontasi atau permusuhan. Filosofi ini telah terbukti efektif dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Nusantara. Prabowo, kendati menekankan prinsip ini, memilih untuk tidak menyinggung satu negara manapun, fokus pada internalisasi nilai-nilai damai.

Resiliensi Ekonomi Indonesia yang Diakui Global

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut memamerkan capaian impresif ekonomi Tanah Air sebagai bukti nyata dari stabilitas yang terjaga. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang sangat sehat, berada di kisaran 5% selama dua dekade terakhir. Bahkan, ia optimis laju pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin tinggi pada tahun 2026 ini.

Stabilitas makroekonomi juga menjadi poin unggulan yang disampaikan kepada investor global. Tingkat inflasi berhasil dijaga stabil di kisaran 2%, menunjukkan pengelolaan moneter yang hati-hati dan terukur. Lebih lanjut, defisit fiskal Indonesia secara disiplin dipertahankan di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) RI, sesuai dengan amanat undang-undang.

Kinerja ini mendapat sorotan positif dari institusi-institusi keuangan global. “Institusi global tidak memuji kami karena pesimisme,” ujarnya, menyiratkan bahwa pengakuan tersebut didasarkan pada data faktual dan kinerja nyata. Mereka melihat resiliensi dan ketahanan yang luar biasa dari ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global, mulai dari pandemi hingga ketidakpastian rantai pasok.

Fokus pada Kesejahteraan Rakyat Melalui Program Prioritas

Selain membahas stabilitas politik dan ekonomi, Prabowo juga menyoroti program-program prioritas yang akan segera dijalankan oleh pemerintahannya. Salah satu inisiatif utama adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak Indonesia. Program ini bertujuan mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan, menjamin generasi penerus yang sehat.

Tidak hanya MBG, Prabowo juga menyinggung pentingnya perbaikan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Program cek kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat menjadi bagian integral dari upaya meningkatkan kesejahteraan sosial secara menyeluruh. Selain itu, perbaikan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, termasuk program Danantara, juga menjadi fokus utama untuk memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Seluruh program ini, menurut Prabowo, merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan bahwa persatuan dan stabilitas yang sudah tercipta dapat terus menopang kemajuan ekonomi. Dengan memilih perdamaian dan berfokus pada kesejahteraan rakyat, Indonesia memposisikan diri sebagai kekuatan yang damai dan berpengaruh di panggung dunia, siap menghadapi tantangan masa depan.