Uptodai.com - Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menyatakan kekagumannya yang mendalam terhadap perkembangan pesat siswa Sekolah Rakyat. Secara spesifik, Prabowo puji kemampuan bahasa asing yang ditunjukkan oleh sejumlah murid yang baru beberapa bulan mengenyam pendidikan di sekolah rintisan tersebut.

Kekaguman ini muncul setelah menyaksikan langsung penampilan para murid dalam sebuah acara. Ia bahkan menyebut dirinya terkesima karena kemampuan berbahasa asing para siswa tersebut melampaui ekspektasi, mengingat latar belakang dan durasi belajar mereka yang relatif singkat.

Prabowo Terkesima dengan Pidato Multibahasa

Dalam kesempatan tersebut, beberapa murid Sekolah Rakyat menampilkan pidato menggunakan empat bahasa asing yang berbeda. Bahasa yang mereka kuasai meliputi Bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Penampilan ini menjadi sorotan utama yang memicu respons positif dari Prabowo.

“Saya terkesima hari ini, terus terang saja. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa. Luar biasa,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima media, baru-baru ini. Ia secara khusus menyoroti kualitas Bahasa Inggris yang digunakan para siswa, menyebutnya “luar biasa”.

Prabowo kemudian membandingkan kemampuan tersebut dengan pengalamannya pribadi. Ia mengakui bahwa dirinya fasih berbahasa Inggris lantaran sempat lama tinggal di luar negeri. Namun, ia merasa kagum dengan pencapaian para siswa Sekolah Rakyat yang mampu mencapai tingkat kemahiran serupa dalam waktu singkat.

Keahlian Empat Bahasa Asing dalam Hitungan Bulan

Empat murid yang membawakan pidato multibahasa di hadapan Prabowo adalah Nur Aisah, Kiendra Lian Damarta, Riski Aulia, dan Royya Almala. Keempatnya menunjukkan kemahiran yang impresif, meskipun baru beberapa bulan mengikuti program pendidikan di Sekolah Rakyat.

Melihat potensi besar ini, Prabowo langsung memberikan tawaran istimewa. Ia meminta agar keempat murid yang berpidato menggunakan bahasa asing tersebut dijadwalkan untuk bertemu dengannya secara langsung. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum untuk mengapresiasi dan mendorong semangat belajar mereka.

Tidak berhenti di situ, Prabowo juga menawarkan kesempatan emas bagi para siswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri. “Nanti yang tadi itu, yang (pidato) berbahasa bagus itu semua ya, nanti suruh menghadap saya ya. Mungkin bagusnya kita kirim juga ke luar negeri. Kira-kira gimana, setuju gak?” tanyanya, memberikan sinyal kuat dukungan penuh terhadap pengembangan talenta muda tersebut.

Sekolah Rakyat Rintisan Prabowo Cetak Prestasi Kilat

Kekaguman Prabowo terhadap perkembangan siswa Sekolah Rakyat tidak hanya terbatas pada kemahiran berbahasa asing. Ia juga menerima laporan mengenai berbagai prestasi lain yang berhasil diraih dalam periode waktu yang sangat singkat. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum dan metode pengajaran di Sekolah Rakyat berjalan efektif.

“Dan saya kagum, masa baru 6 bulan (di Sekolah Rakyat) tadi saya lihat sudah ada yang juara olimpiade ini, juara itu, luar biasa. Juara olimpiade matematik, luar biasa. Saya sangat terkesima, saya sangat terharu bahkan,” lanjut Prabowo, menunjukkan respons emosional yang mendalam.

Sekolah Rakyat memang dirancang sebagai langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang termasuk dalam Desil 1 dan 2 Data Tunggal.

Ekspansi Sekolah Rakyat di Seluruh Nusantara

Hingga saat ini, program Sekolah Rakyat Rintisan telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sebanyak 166 titik lokasi telah beroperasi dan tersebar merata di 34 provinsi di Indonesia. Sebaran lokasi mencakup Sumatera (35 lokasi), Jawa (70 lokasi), Bali dan Nusa Tenggara (7 lokasi), Kalimantan (13 lokasi), Sulawesi (28 lokasi), Maluku (7 lokasi), dan Papua (6 lokasi).

Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat Rintisan telah menampung 15.945 siswa. Program masif ini didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan yang berdedikasi. Seiring beroperasinya program rintisan, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen juga telah dimulai di 104 titik lokasi yang tersebar di berbagai provinsi, menegaskan komitmen jangka panjang terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.