Demi Keselamatan, China Terapkan Regulasi Pintu Mobil China 2027
Uptodai.com - Pemerintah China mengambil langkah tegas untuk memprioritaskan keselamatan penumpang di tengah maraknya adopsi kendaraan listrik (EV) dengan desain futuristik. Langkah ini diwujudkan melalui pengumuman Regulasi Pintu Mobil China 2027 yang secara efektif akan melarang penggunaan jenis gagang pintu tertentu pada kendaraan baru.
Keputusan krusial ini muncul setelah serangkaian insiden yang menyoroti potensi bahaya dari desain gagang pintu modern yang mengutamakan aerodinamika. Desain yang ramping dan tersembunyi tersebut, meskipun efisien, terbukti dapat menghambat upaya penyelamatan saat terjadi kecelakaan serius.
Aturan Baru MIIT: Kewajiban Mekanisme Pembuka Mekanis
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China mengumumkan aturan baru ini pada Senin (2/2/2026), yang dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Inti dari regulasi ini adalah mewajibkan semua model kendaraan untuk memiliki mekanisme pembuka pintu mekanis, baik di bagian interior maupun eksterior.
MIIT menegaskan bahwa tujuan utama dari peraturan ini adalah untuk “meningkatkan tingkat desain keselamatan otomotif” secara menyeluruh. Model-model mobil yang sudah mendapatkan persetujuan peluncuran di China akan diberikan masa transisi tambahan selama dua tahun untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan terbaru ini.
Aturan tersebut secara spesifik menyatakan bahwa semua pintu kendaraan, kecuali pintu bagasi, wajib dilengkapi dengan gagang pintu eksterior yang memiliki sistem rilis mekanis. Selain itu, regulasi ini juga berfokus pada peningkatan visibilitas gagang pintu interior, termasuk kewajiban penambahan tanda grafis permanen agar mudah ditemukan dalam kondisi darurat.
Mengapa Gagang Pintu Elektronik Dilarang?
Kekhawatiran terhadap keselamatan telah meningkat tajam di China seiring dengan popularitas desain pintu yang rata (flush door handles) atau gagang pintu elektronik. Desain ini pertama kali dipopulerkan oleh Tesla Model S pada tahun 2012, di mana gagang pintu dapat melipat ke dalam bodi mobil untuk mengurangi hambatan udara, sehingga sedikit meningkatkan efisiensi aerodinamika.
Namun, dalam skenario kecelakaan parah, terutama yang melibatkan kegagalan sistem kelistrikan atau deformasi bodi, gagang pintu elektronik cenderung kehilangan operabilitasnya. Ketika sistem elektronik mobil mati total, gagang tersebut tidak bisa muncul atau berfungsi, menjebak penumpang di dalam kabin.
Insiden Xiaomi Menjadi Sorotan Utama Keselamatan Berkendara
Salah satu insiden yang memicu percepatan regulasi ini terjadi pada Oktober lalu di Chengdu. Dalam kejadian tragis tersebut, tim penyelamat mengalami kesulitan serius saat mencoba membuka pintu kendaraan listrik Xiaomi yang terbakar hebat.
Kesulitan membuka pintu ini menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa kecepatan penyelamatan sangat bergantung pada kemudahan akses ke kabin. Meskipun pengemudi dalam insiden tersebut dilaporkan berada di bawah pengaruh alkohol, kasus ini menyoroti kelemahan desain yang dapat menghambat upaya penyelamatan nyawa dalam detik-detik kritis.
Dampak Regulasi pada Industri Otomotif Global
Sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, keputusan China memiliki resonansi global yang signifikan. Puluhan merek EV, termasuk raksasa lokal seperti BYD—yang baru-baru ini menyalip Tesla dalam penjualan tahunan EV global—serta produsen internasional, harus segera menyesuaikan desain mereka.
Peraturan ini secara tidak langsung memaksa produsen untuk menyeimbangkan antara estetika aerodinamis dan fungsi keselamatan dasar. Kendati desain gagang pintu rata memberikan dorongan kecil pada efisiensi baterai, MIIT kini menekankan bahwa aspek keamanan mekanis harus menjadi prioritas utama di atas pertimbangan gaya dan aerodinamika semata. Produsen mobil kini harus mencari solusi desain yang tetap ramping namun tetap menyertakan mekanisme fisik yang dapat diandalkan saat listrik padam.