Uptodai.com - Langkah kontroversial Israel mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat telah memicu gejolak diplomatik yang serius di kancah global. Merespons tekanan internasional yang masif, Sidang Darurat DK PBB Somaliland dipastikan akan segera digelar untuk membahas implikasi dari keputusan sepihak tersebut.

Keputusan mendadak Israel pada Jumat (26/12/2025) untuk memberikan pengakuan penuh kepada Somaliland, sebuah entitas yang secara de facto independen namun belum diakui secara luas, memicu kemarahan di Afrika dan Timur Tengah. Sidang darurat Dewan Keamanan PBB ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/12/2025), menyusul derasnya kritik dari berbagai negara anggota.

Israel Siap Menghadapi Diskusi Politik di DK PBB

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengonfirmasi kabar ini melalui platform media sosial X. Danon menegaskan bahwa Israel tidak akan menghindar dari diskusi politik apa pun yang mungkin timbul akibat pengakuan tersebut.

Dalam pernyataannya, Danon menekankan bahwa Israel akan terus bertindak secara bijaksana dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah memperkuat kerja sama dengan mitra-mitra yang dianggap berkontribusi pada stabilitas regional, meskipun langkah ini jelas menimbulkan ketidakstabilan diplomatik di kawasan Tanduk Afrika.

Pengakuan Israel ini sontak menuai kecaman luas. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Uni Afrika (AU) secara tegas mengecam langkah tersebut, menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Somalia.

Latar Belakang Somaliland: Negara De Facto yang Terisolasi

Somaliland mendeklarasikan kemerdekaannya dari Somalia pada tahun 1991, pasca runtuhnya pemerintahan pusat di Mogadishu. Sejak saat itu, wilayah yang beribu kota di Hargeisa ini beroperasi sebagai entitas administratif, politik, dan keamanan yang sepenuhnya independen.

Meskipun berhasil membangun sistem pemerintahan yang relatif stabil dan aman, Somaliland belum mampu mendapatkan pengakuan internasional atas kemerdekaannya. Pemerintah pusat Somalia, yang berjuang keras untuk menegakkan kendali atas seluruh wilayahnya, secara konsisten menolak mengakui Somaliland.

Mogadisuh memandang Somaliland sebagai bagian integral dan tak terpisahkan dari wilayahnya. Oleh karena itu, Somalia menganggap setiap kesepakatan bilateral atau keterlibatan langsung yang dilakukan negara lain dengan Somaliland merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan persatuan nasional mereka.

Mengapa Pengakuan Israel Memicu Krisis Diplomatik?

Langkah Israel mengakui Somaliland dinilai sebagai manuver geopolitik yang berani dan penuh risiko. Keputusan ini datang di tengah ketegangan regional yang meningkat, khususnya di Laut Merah yang strategis, di mana Somaliland memiliki garis pantai penting.

Di sisi lain, negara-negara di Timur Tengah, termasuk Turki dan Pakistan, juga turut menyuarakan kritik keras. Mereka khawatir bahwa langkah Israel ini akan semakin mengacaukan stabilitas di Tanduk Afrika dan menciptakan preseden berbahaya bagi pemisahan wilayah di masa depan.

Tekanan yang dihadapi Israel di DK PBB diperkirakan akan sangat intens. Sidang darurat ini akan menjadi panggung bagi komunitas internasional untuk menekan Israel agar mempertimbangkan kembali keputusannya, demi menjaga hukum internasional dan prinsip kedaulatan teritorial.