Uptodai.com - Telkomsel pulihkan jaringan Aceh dengan cepat dan terukur menyusul tantangan yang muncul akibat bencana alam di wilayah tersebut. Komitmen ini dilakukan demi memastikan masyarakat tetap dapat mengakses informasi penting dan menjaga komunikasi di masa krusial pemulihan.

Gangguan jaringan pascabencana seringkali menjadi hambatan besar dalam upaya koordinasi bantuan kemanusiaan dan informasi logistik. Oleh sebab itu, penyedia layanan telekomunikasi mengambil langkah proaktif untuk meminimalkan dampak gangguan tersebut, sekaligus memperkuat infrastruktur yang ada.

Komitmen Berkelanjutan Telkomsel Jaga Kualitas Jaringan di Aceh

Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menegaskan bahwa perusahaan fokus menjaga kualitas layanan jaringan agar tetap andal meskipun berada di tengah tantangan pascabencana. Menurutnya, pemulihan di Aceh dilakukan secara berkelanjutan, memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Nugroho menjelaskan, pihaknya mengoptimalkan perangkat seperti Combat (Compact Mobile BTS) dan genset sebagai cadangan daya. Selain itu, Telkomsel juga melakukan peningkatan kapasitas jaringan. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat terus berkomunikasi dan memperoleh informasi penting selama masa pemulihan.

Sejak awal terjadinya bencana, Telkomsel langsung mengerahkan tim dan sumber daya pendukung untuk menjaga keberlangsungan layanan. Berbagai upaya dilakukan secara bertahap dan terukur, mulai dari perbaikan infrastruktur yang rusak hingga penguatan kapasitas layanan guna memenuhi lonjakan kebutuhan komunikasi.

Strategi Pemulihan Jaringan Aceh dengan Combat dan Genset

Dalam proses pemulihan, Telkomsel memanfaatkan sejumlah perangkat teknologi vital. Perangkat ini dirancang khusus untuk mengatasi kondisi darurat di mana infrastruktur permanen belum dapat beroperasi normal.

Salah satu perangkat kunci yang digunakan adalah 5 Perangkat Combat. Combat atau BTS bergerak ini berfungsi memperkuat cakupan jaringan di lokasi yang paling terdampak, termasuk di area tempat penampungan sementara (Huntara) bagi para pengungsi. Kehadiran Combat sangat penting untuk menyediakan koneksi instan di titik-titik vital.

Selain itu, Telkomsel juga menyiapkan 316 genset sebagai sumber listrik cadangan. Penggunaan genset menjadi krusial mengingat pasokan catu daya di sejumlah wilayah terdampak bencana masih belum sepenuhnya stabil. Ketersediaan daya yang berkelanjutan menjamin BTS dapat terus memancarkan sinyal tanpa terputus.

Terakhir, perusahaan juga melakukan peningkatan kapasitas jaringan secara menyeluruh. Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas layanan seiring meningkatnya trafik komunikasi masyarakat yang saling berkabar dan mencari informasi pascabencana.

Prioritaskan Keamanan Tim dan Aksesibilitas di Lapangan

Proses percepatan pemulihan di lokasi yang masih terdampak dilakukan dengan pertimbangan matang. Telkomsel mengedepankan aspek keselamatan tim yang bertugas di lapangan, mengingat kondisi akses yang mungkin masih sulit dan berbahaya.

Perusahaan juga menyesuaikan upaya pemulihan dengan ketersediaan pasokan listrik di masing-masing wilayah. Koordinasi intensif dengan PLN menjadi kunci agar pemulihan infrastruktur dapat berjalan sinkron dengan stabilisasi daya listrik.

“Kami akan terus menjaga jaringan agar tetap stabil dan andal hingga seluruh layanan di Aceh pulih sepenuhnya,” tambah Nugroho. Komitmen Telkomsel adalah selalu hadir mendampingi masyarakat, terutama di saat-saat yang paling membutuhkan konektivitas digital.

Telkomsel memastikan akan terus berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan terkait, serta masyarakat setempat. Kolaborasi ini bertujuan mendukung pemulihan jaringan secara total dan memastikan layanan telekomunikasi dapat kembali beroperasi optimal di seluruh Provinsi Aceh.