Uji Musim Dingin Ekstrem: 67 Mobil Listrik China Diuji di Suhu -25°C, Ini Hasil Lengkapnya
Uptodai.com - Sebanyak 67 unit mobil listrik asal China harus “bertarung” melawan suhu ekstrem dalam sebuah uji coba musim dingin yang digelar pada awal 2025. Pengujian ini bukan sekadar formalitas, sebab temperatur yang dihadapi kendaraan mencapai -25 derajat Celsius, sebuah kondisi yang dikenal sebagai musuh utama baterai kendaraan listrik.
Uji coba tersebut diselenggarakan oleh Autohome, outlet otomotif terbesar di China, dan berlangsung di Yakeshi, Mongolia Dalam. Wilayah ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain dikenal memiliki musim dingin yang ekstrem, Yakeshi juga sering dijadikan lokasi pengujian kendaraan karena mampu merepresentasikan kondisi terburuk bagi performa mobil listrik.
Uji Musim Dingin Paling Ekstensif di China
Menariknya, Autohome menyebut pengujian kali ini sebagai uji mobil listrik musim dingin paling ekstensif yang pernah mereka lakukan. Bahkan, skala pengujian tersebut diklaim berhasil mencetak Rekor Dunia Guinness sebagai uji musim dingin kendaraan listrik terbesar.
“Ini adalah uji coba mobil musim dingin skala terbesar,” ujar perwakilan Autohome, seperti dikutip dari Car News China.
Selama pengujian, mobil-mobil listrik tersebut dihadapkan pada tujuh skenario ekstrem. Mulai dari pengujian jarak tempuh, konsumsi energi, pengisian daya cepat, kinerja AC, AEB (Automatic Emergency Braking), akselerasi, hingga kemampuan off-road di permukaan bersalju.
Adapun suhu pengujian berkisar antara -10°C hingga -25°C, kondisi yang sangat menantang bagi sistem baterai, manajemen termal, serta perangkat elektronik kendaraan.
Dari Mobil Murah hingga Super Premium
Menariknya lagi, kendaraan yang diuji berasal dari berbagai segmen. Mulai dari hatchback kecil, sedan, hingga SUV, dengan rentang harga yang sangat lebar. Mobil listrik termurah dibanderol sekitar 60.000 yuan atau setara Rp143 juta, sementara model termahal menembus 2 juta yuan atau sekitar Rp4,7 miliar.
Dengan demikian, pengujian ini tidak hanya menyoroti performa merek premium, tetapi juga menggambarkan kemampuan mobil listrik entry-level yang semakin populer di pasar China.
Hasil Uji Jarak Tempuh: Xpeng Unggul
Dalam skenario uji jarak tempuh musim dingin, Xpeng P7 AWD keluar sebagai pemenang. Mobil ini mencatat tingkat pencapaian jarak tempuh 53,9%, angka yang tergolong tinggi untuk kondisi suhu ekstrem.
Di posisi kedua, BYD Yangwang U7 AWD membukukan hasil 51,8%, disusul Zeekr 001 AWD di peringkat ketiga dengan 49,6%.
Sementara itu, Tesla Model Y AWD harus puas berada di peringkat ke-31 dengan capaian 35,2%. Skor terendah justru diraih Li Auto i8 AWD dengan 34,8%. Perlu dicatat, sebagian besar mobil lain yang diuji dalam kategori ini merupakan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).
Fakta menarik lainnya, pendiri Autohome, Li Xiang, juga dikenal sebagai CEO dan pendiri Li Auto, merek yang mobilnya justru mencatat hasil terendah dalam uji jarak tempuh ini.
Konsumsi Energi: Hatchback Kecil Berjaya
Beralih ke skenario konsumsi energi per 100 km, dominasi justru datang dari mobil berukuran kecil. BYD Seagull FWD menjadi yang paling efisien dengan konsumsi 23,5 kWh per 100 km.
Tak jauh di belakangnya, Geely Xingyuan RWD mencatat hasil hampir serupa, sementara BYD Seal 06 RWD mengamankan posisi ketiga.
Di sisi lain, SUV Xiaomi YU7 berada di peringkat ke-20 dengan konsumsi 33,7 kWh per 100 km. Adapun Tesla Model Y berada tepat di bawahnya dengan angka 34,9 kWh, menunjukkan tantangan efisiensi untuk SUV listrik di suhu dingin.
Fast Charging: Avatr 06 Bikin Kejutan
Skenario lain yang tak kalah menarik adalah pengisian cepat dalam suhu ekstrem. Pengujian dilakukan dari 30% hingga 80% kapasitas baterai.
Hasilnya cukup mengejutkan. Avatr 06 tampil sebagai juara dengan waktu pengisian hanya 15 menit. Posisi kedua dan ketiga ditempati Nevo 06 dan Fulwin A9L, yang merupakan kendaraan EREV.
Sementara itu, Xiaomi YU7 berada di peringkat ke-39 dengan waktu 31 menit, sedangkan Tesla Model Y lebih lambat di peringkat ke-44 dengan 35 menit.
Xiaomi SU7 Absen, Perbandingan Jadi Tanda Tanya
Menariknya, sedan Xiaomi SU7 tidak ikut ambil bagian dalam uji musim dingin ini. Alhasil, publik hanya bisa membandingkan performa Xiaomi YU7 dengan Tesla Model Y, tanpa gambaran langsung bagaimana SU7 akan bersaing dengan Tesla Model 3 yang dikenal tampil solid di berbagai skenario.
Meski demikian, hasil uji ini tetap memberikan gambaran penting. Bahwa di tengah suhu ekstrem, manajemen baterai, efisiensi energi, dan teknologi fast charging menjadi faktor penentu performa mobil listrik masa depan.