Uptodai.com - Bisnis lampu kendaraan aftermarket di Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan berat akibat perubahan gaya hidup dan pola mobilitas masyarakat. Meskipun teknologi pencahayaan terus berkembang pesat, permintaan pasar justru menunjukkan tren yang tidak secerah cahaya produk yang dihasilkan. Para pelaku industri melaporkan adanya tekanan penjualan yang cukup signifikan sejak tahun 2025 lalu.

Suhendra Hanafiah, Brand Manager PIAA dari Sumber Berkat Group, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya sinyal positif bagi pertumbuhan industri. Penurunan penjualan pada tahun 2025 tercatat cukup tajam, yakni menyentuh angka sekitar 30 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya. Kondisi ini memaksa para distributor untuk mengatur ulang strategi pemasaran mereka agar tetap bertahan di tengah pasar yang lesu.

Penyebab Utama Penurunan Pasar Lampu Otomotif

Penurunan ini ternyata tidak hanya dipicu oleh fluktuasi angka penjualan mobil nasional yang sempat melambat. Suhendra menilai ada faktor fundamental lain yang lebih berpengaruh, yakni perubahan pola penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat urban. Saat ini, banyak pemilik kendaraan yang mulai mengurangi intensitas mobilitas mereka untuk urusan yang tidak mendesak.

Kecenderungan masyarakat untuk membatasi aktivitas berkendara pada malam hari juga menjadi faktor penentu masa pakai komponen lampu. Karena frekuensi penggunaan yang berkurang, durasi operasional bohlam menjadi lebih panjang dari biasanya. Hal ini secara otomatis menurunkan kebutuhan konsumen untuk membeli produk pengganti atau melakukan upgrade dalam waktu dekat.

Perlu dipahami bahwa masa pakai setiap jenis lampu dihitung berdasarkan jam operasional saat dinyalakan. Lampu jenis Halogen konvensional umumnya memiliki usia pakai yang relatif pendek, yakni berkisar antara 500 hingga 1.000 jam saja. Namun, seiring dengan populernya teknologi baru, daya tahan lampu kendaraan kini semakin meningkat drastis.

Ketahanan Teknologi LED dan Pergeseran Konsumen

Teknologi Xenon atau HID menawarkan ketahanan yang jauh lebih lama, dengan estimasi usia pakai antara 2.000 hingga 10.000 jam. Di sisi lain, lampu LED kini menjadi standar baru yang paling diminati karena memiliki usia pakai paling panjang di antara semua jenis pencahayaan. Ketahanan yang luar biasa ini menjadi pedang bermata dua bagi para produsen karena siklus penggantian produk menjadi lebih lama.

Meskipun pasar secara umum sedang melandai, optimisme tetap muncul dari beberapa pemain besar di industri ini. Denny Hartono, Chief Executive Officer PT Duromoto Jaya Indonesia, menyebutkan bahwa awal tahun 2026 mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan. Ia berharap tren positif ini dapat terjaga secara konsisten hingga penutupan tahun mendatang melalui inovasi produk terbaru.

Sementara itu, Basuki Dwi Suksmono selaku Business Development Manager lampu Philips, menyatakan bahwa pihaknya kini lebih fokus menggarap segmen kendaraan harian. Segmen mobil penumpang dan sepeda motor harian masih menjadi tulang punggung penjualan yang stabil bagi perusahaan. Strategi ini diambil untuk menjaga arus kas di tengah pergeseran minat konsumen terhadap aksesori otomotif.

Keamanan Menjadi Prioritas Utama Pengendara

Menariknya, motivasi konsumen dalam melakukan tren modifikasi lampu mobil kini telah mengalami pergeseran nilai yang cukup mendasar. Jika dahulu estetika atau tampilan menjadi alasan utama, kini faktor keamanan dan visibilitas jauh lebih mendominasi keputusan pembelian. Pengendara semakin sadar bahwa pencahayaan yang mumpuni sangat krusial untuk menghindari risiko kecelakaan di jalan raya.

Peningkatan aspek keselamatan (safety) dan kemampuan pandang (visibility) kini menjadi nilai jual utama bagi produk-produk lampu aftermarket. Konsumen rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan lampu yang mampu menembus kabut atau hujan deras dengan lebih baik. Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia semakin dewasa dalam memilih komponen pendukung kendaraan mereka.

Produsen kini dituntut untuk lebih kreatif dalam menghadirkan produk yang tidak hanya awet, tetapi juga memberikan manfaat fungsional yang nyata. Edukasi mengenai pentingnya kualitas cahaya yang sesuai standar keselamatan terus digalakkan oleh berbagai asosiasi otomotif. Dengan demikian, industri lampu kendaraan diharapkan dapat kembali bangkit seiring dengan meningkatnya kesadaran publik akan keselamatan berkendara.